Pariaman, Beritasumbar.com, -Pemko Pariaman gelar sosialisasi pelarangan pemotongan hewan qurban jenis betina produktif dan tata cara penyembelihan hewan pada Kamis 1/8 di Hotel Madina Pariaman. Kegiatan ini dihadiri pengurus masjid dan panitia pemotongan hewan qurban se Kota Pariaman.
Pada acara sosialisasi ini pemateri juga menyampaikan bahwa tidak hanya hewan qurban jenis betina produktif saja di larang di potong, tapi juga yang terindentifikasi dalam keadaan sakit. Jika hewan dalam kondisi sakit dikwatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat yang memakan daging tersebut. Dan untuk penyembelihan harus sesuai dengan tata cara yang diajarkan dalam agama Islam.
“Hasil pemantauan yang dilakukan oleh Tim dari OPD Pertanian Peternakan dan Tanaman Pangan Kota Pariaman menargetkan sampai hari “H’ nanti 1000 ekor hewan Qurban di tahun ini kata Dasril Kepala Dinas terkait.
Dari terget 1000 ekor tersebut yang sudah terdata sampai saat ini sudah mencapai 450 ekor yang disuplay dari Kabupaten Padang Pariaman, dikarenakan di Kota Pariaman belum memiliki Pakan ternak yang memadai” Cetus Dasril.
Genius Umar Wali Kota Pariaman menyampaikan “Produksi daging sapi kita masih kurang, karena banyak yang dikirim dari luar. Jadi kedepan kita intruksikan kepa dinas perdagangn minimun kebutuhan untuk hari raya kurban dan idul fitri bisa diproduksi di Kota Pariaman
Kita targetkan kedepan, produksi hewan potong dalam kota sekira 3000 ekor
“Saya pikir itu bisa kita lakukan, dengan kerjasama bersama Bumdes, penyuluh agama dengan program penyuluh petanian, bisa juga melalui bidang ketahanan pangan, peternakan dan lainnya.
Terkait RPH (Rumah Potong Hewan) yang tidak aktif, walikota mengatakan kondisinya terlalu dekat dengan water front city. “Kita minta dinas peternakan untuk mengevaluasi, dimana tempat lokasi yang baru, dan yang ditinggalkan dijadikan apa?.
Saya instruksikan pada dinas peternakan dan pertanian, untuk mendata berapa kebutuahan daging kita setahun. Saya pikir din dua hari raya Idul Fitri dan Idul adha kita butuh 3000 sapi ungkap Genius.
Walikota juga mengatakan kebutuhan produksi daging kota Pariaman harus meningkat, karena kebutuhan konsumsi daging masyarakat juga meningkat. “Karena untuk pemenuhan protein anak-anak, minimal mereka harus makan daging 2 S/d 3 kali seminggu ditambah ikan dan telur, ini penting untuk meningkatkan kecerdasan otak, pertumbuhan dan fisiknya.
“Ketika konsumsi daging kita masih sangat sedikit, protein lainnya juga sedikit maka akan berpengaruh pada pola hidup sehat. Jadi untuk menggalakkan kembali pola hiudp sehat, maka dinas pertanian dan peternakan harus mampu membimbing masyarakat, baik dalam skala kecil maupun besar akhirnya”. (syamsul)