Federasi ASLIA adalah sebuah federasi sosialis. Itu artinya, kedaulatan politik dan ekonomi ada pada kaum buruh atau proletariat. Dalam Manifesto Jakarta, Tan Malaka menyebut kaum buruh atau proletariat sebagai “Rakyat Pekerja” atau “Murba Kerja.” Melalui Dewan Perwakilan, kaum buruh akan mengatur hak milik, produksi, upah, dan hidup sosial. Semuanya didasarkan pada tolong-menolong dan sama-rata.
Dalam rangka merealisasikan federasi sosialis inilah PARI didirikan. Sebermula, PARI adalah singkatan dari Partai Republik Indonesia. Didirikan setelah kekalahan PKI dalam Perlawanan November 1926-Januari 1927, PARI adalah partai ilegal/bawah tanah yang mencita-citakan “Federasi Republik Indonesia.”
Dalam Aksi Massa (1926), yang dimaksud dengan “Indonesia” meliputi Indonesia Selatan, Indonesia Utara, dan Indonesia Semenanjung. Indonesia Selatan adalah Indonesia sebagaimana yang kita kenal. Indonesia Utara adalah Filipina. Indonesia Semenanjung adalah Semenanjung Malaya. Sebelum kedatangan kekuatan-kekuatan kolonialisme Barat, ketiganya merupakan suatu kesatuan dengan bahasa Melayu sebagai lingua franca atau bahasa pengantarnya. Kolonialisme memecah belah dan membagi-bagi “Indonesia”: Belanda menjajah Indonesia Selatan, Inggris menjajah Indonesia Semenanjung, dan Spanyol menjajah Indonesia Utara.
Nah, PARI mencita-citakan dan memperjuangkan kemerdekaan “Indonesia” dalam wujud sebuah federasi sosialis yang bernama Federasi Republik Indonesia.