32 C
Padang
Senin, Juli 22, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Tan Malaka,ASLIA dan MEA
T

Kategori -
- Advertisement -

Beritasumbar.com-
Saat negara ini sedang di hangatkan dengan Masyarakat Ekonomi Asia(MEA),hal ini sudah terpikirkan oleh konseptor Bangsa ini Ibrahim Datuk Tan Malaka. Tokoh dari Ranah minang yang mendunia ini sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya sudah menggagas sebuah kesatuan Asia dan Australia yang disebutnya dengan ASLIA.
Apa itu ASLIA? ASLIA adalah sebuah gagasan atau visi Tan Malaka, seorang revolusioner Indonesia, tentang federasi atau perserikatan sosialis dari semua negara yang terletak di antara Asia dan Australia. Gagasan ini bisa kita simak dalam karya-karya Tan Malaka: Madilog (1942) dan Manifesto Jakarta (1945).

Apa dasarnya? Tan Malaka mengemukakan tiga pertimbangan: geografi (ilmu bumi), etnologi (ilmu bangsa-bangsa), dan kepentingan bersama.

Pertama, secara geografis, wilayah yang dinamakan ASLIA meliputi Birma, Thai, Annam [Vietnam], Filipina, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Sunda Kecil [Nusa Tenggara], Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Australia Panas [Australia Utara yang merupakan sepertiga dari Benua Australia]. Pada mulanya wilayah itu menjadi satu, bagian dari Asia Selatan. “Di jaman gelap gulita (Primitive), lama sebelum sejarah tertulis dimulai,” kata Tan Malaka, “menurut penyelidikan Ilmu Pasti Asia, Indonesia dan Australia memang bersatu.” Di samping itu, ASLIA memiliki iklim dan musim yang sama.

Kedua, terkait dengan itu, secara etnologis bangsa-bangsa yang menghuni ASLIA berasal dari rumpun yang sama. Tan Malaka mengutip para ahli, yang menyebut bangsa-bangsa itu sebagai “Indonesians” (CR Logan dan Bastian) dan “Oceania Mongols” atau “Tartaria Samudra” (Hadion dan Smith). Kata Tan Malaka, “darahnya bangsa Australia asli, yang beberapa puluh ribu itu masih mengembara di sana-sini, banyak masih mengalir ke dalam badan Indonesia kita.” Bangsa-bangsa itu memiliki kepercayaan asli yang sama: dinamisme (kepercayaan pada kekuatan gaib), animisme (kepercayaan pada roh), dan kepercayaan pada hantu-hantu. Mereka juga mengenal budaya gotong-royong, bekerja sama seorang dengan yang lain. Mereka memiliki alat/perkakas, kehidupan ekonomi, sosial, dan politik, serta jiwa, hasrat, dan impian yang sama.

Ketiga, bangsa-bangsa yang menghuni ASLIA perlu bergabung dan bekerja sama. Hampir semua dari bangsa-bangsa itu (kecuali Thai) pernah atau sedang dijajah, dikuasai oleh Kekuatan-kekuatan Kolonialisme. Indonesia sendiri, yang pernah disebut Tan Malaka sebagai “Indonesia Selatan” atau “Indonesia Sempit”, dijajah Belanda, kemudian Jepang. Filipina, yang pernah disebutnya “Indonesia Utara”, dijajah Spanyol, kemudian Amerika Serikat. Semenanjung Malaya dan Kalimantan Utara, juga Birma, dijajah Inggris. Vietnam dijajah Prancis. Bangsa Australia Utara tergusur di negerinya sendiri oleh bangsa kulit putih yang datang dari Inggris.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img