24.7 C
Padang
Saturday, December 5, 2020
Beritasumbar.com

Tan Malaka,ASLIA dan MEA
T

Kategori -

Beritasumbar.com-
Saat negara ini sedang di hangatkan dengan Masyarakat Ekonomi Asia(MEA),hal ini sudah terpikirkan oleh konseptor Bangsa ini Ibrahim Datuk Tan Malaka. Tokoh dari Ranah minang yang mendunia ini sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya sudah menggagas sebuah kesatuan Asia dan Australia yang disebutnya dengan ASLIA.
Apa itu ASLIA? ASLIA adalah sebuah gagasan atau visi Tan Malaka, seorang revolusioner Indonesia, tentang federasi atau perserikatan sosialis dari semua negara yang terletak di antara Asia dan Australia. Gagasan ini bisa kita simak dalam karya-karya Tan Malaka: Madilog (1942) dan Manifesto Jakarta (1945).

Apa dasarnya? Tan Malaka mengemukakan tiga pertimbangan: geografi (ilmu bumi), etnologi (ilmu bangsa-bangsa), dan kepentingan bersama.

Pertama, secara geografis, wilayah yang dinamakan ASLIA meliputi Birma, Thai, Annam [Vietnam], Filipina, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Sunda Kecil [Nusa Tenggara], Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Australia Panas [Australia Utara yang merupakan sepertiga dari Benua Australia]. Pada mulanya wilayah itu menjadi satu, bagian dari Asia Selatan. “Di jaman gelap gulita (Primitive), lama sebelum sejarah tertulis dimulai,” kata Tan Malaka, “menurut penyelidikan Ilmu Pasti Asia, Indonesia dan Australia memang bersatu.” Di samping itu, ASLIA memiliki iklim dan musim yang sama.

Kedua, terkait dengan itu, secara etnologis bangsa-bangsa yang menghuni ASLIA berasal dari rumpun yang sama. Tan Malaka mengutip para ahli, yang menyebut bangsa-bangsa itu sebagai “Indonesians” (CR Logan dan Bastian) dan “Oceania Mongols” atau “Tartaria Samudra” (Hadion dan Smith). Kata Tan Malaka, “darahnya bangsa Australia asli, yang beberapa puluh ribu itu masih mengembara di sana-sini, banyak masih mengalir ke dalam badan Indonesia kita.” Bangsa-bangsa itu memiliki kepercayaan asli yang sama: dinamisme (kepercayaan pada kekuatan gaib), animisme (kepercayaan pada roh), dan kepercayaan pada hantu-hantu. Mereka juga mengenal budaya gotong-royong, bekerja sama seorang dengan yang lain. Mereka memiliki alat/perkakas, kehidupan ekonomi, sosial, dan politik, serta jiwa, hasrat, dan impian yang sama.

Ketiga, bangsa-bangsa yang menghuni ASLIA perlu bergabung dan bekerja sama. Hampir semua dari bangsa-bangsa itu (kecuali Thai) pernah atau sedang dijajah, dikuasai oleh Kekuatan-kekuatan Kolonialisme. Indonesia sendiri, yang pernah disebut Tan Malaka sebagai “Indonesia Selatan” atau “Indonesia Sempit”, dijajah Belanda, kemudian Jepang. Filipina, yang pernah disebutnya “Indonesia Utara”, dijajah Spanyol, kemudian Amerika Serikat. Semenanjung Malaya dan Kalimantan Utara, juga Birma, dijajah Inggris. Vietnam dijajah Prancis. Bangsa Australia Utara tergusur di negerinya sendiri oleh bangsa kulit putih yang datang dari Inggris.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Bundo Kanduang Dan Puti Bungsu Unjuk Gigi, Wakil Ketua DPRD Wulan Denura Apresiasi Panitia Pasar Ekraf 2020

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com, - Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wulan Denura menilai dengan Pasar Ekraf 2020 yang memfasilitasi Bundo Kanduang dan Puti Bungsu...

SISSCa 2020 Masuk Top 100 Wonderful Event Kemenparekraf

Sawahlunto,BeritaSumbar.com,- Perhelatan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2020 masuk dalam Top 100 Wonderful Event versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

Audy Joinaldy Sanbangi Kantor DPN LPPKI

Padang,BeritaSumbar.com,-Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat Ir.Audy Joinaldy mengunjungi kantor sekretariat Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Konsumen Indonesia (DPN LPPKI) Jalan...

Indonesia Records Rilis Kolaborasi Revemayuzumi, Santy, Arthur Gibrananto, dan Aurel Larasati di Project N I WANT U

Untuk eksplorasi lebih dalam dengan penerapan konsep musik kekinian, kolaborasi Revemayuzumi, Santy, Arthur Gibrananto, dan Aurel Larasati yang dibentuk oleh Indonesia Records merilis ulang lagu N I Want U yang pernah dipopularkan Santy. Lagu N I Want U versi terbaru tersebut dirilis pada Selasa 1 Desember 2020 di kanal YouTube Napak Boemi Indonesia.

BNPT Lakukan Koordinasi Dalam Rangka Penyelidikan dan Pemulihan Korban Aksi Terorisme di Sigi

Melalui siaran pers yang kami terima dari Humas BNPT, Kamis (3/12/2020), BNPT yang diwakili Direktur Perlindungan, Brigjen Pol. Herwan Chaidir beserta Wakil Ketua LPSK, Dr. Ahmadi pada Selasa (1/12/2020), melakukan koordinasi dengan pihak Polda Sulawesi Tengah dan Korem Sulawesi Tengah. Hal ini dilakukan guna mengumpulkan informasi tentang korban, fakta lapangan, informasi kondisi sosial dan geografis di lapangan, sebelum mengunjungi langsung tempat kejadian perkara.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

BNPT Lakukan Koordinasi Dalam Rangka Penyelidikan dan Pemulihan Korban Aksi Terorisme di Sigi

Melalui siaran pers yang kami terima dari Humas BNPT, Kamis (3/12/2020), BNPT yang diwakili Direktur Perlindungan, Brigjen Pol. Herwan Chaidir beserta Wakil Ketua LPSK, Dr. Ahmadi pada Selasa (1/12/2020), melakukan koordinasi dengan pihak Polda Sulawesi Tengah dan Korem Sulawesi Tengah. Hal ini dilakukan guna mengumpulkan informasi tentang korban, fakta lapangan, informasi kondisi sosial dan geografis di lapangan, sebelum mengunjungi langsung tempat kejadian perkara.

7 Pelaku Yang Mengumandangkan Seruan Jihad Minta Maaf

Jawa Barat,- Sempat viral di media sosial akhirnya 7 orang pelaku yang mengubah seruan azan minta maaf. Mereka diketaui dari hasil gerak...

DPD Hipakad Jambi, Konsisten Jalankan Organisasi dibawah Komando Ketum DPP Hariara Tambunan

JAKARTA - Dengan adanya Informasi yang berkembang, desas desus yang menyatakan Masa periode Ketum DPP Hipakad Hariara Tambunan sudah habis, membuat Ketua...

DPP Surosowan Indonesia Bersatu, Apresiasi dan Dukung Komjen Pol Boy Rafli Amar Jadi Kapolri

JAKARTA - Dengan Akan memasuki masa Pensiun, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis terus melakukan Reformasi Birokrasi di tubuh Kepolisian, namun bursa calon...

Satgas Covid-19: Pengalaman Libur Panjang Sebelumnya Jadikan Pelajaran

JAKARTA - Mendekati akhir tahun, libur panjang menjadi hal yang ditunggu-tunggu masyarakat. Namun Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat belajar dari pengalaman pada...

Pembelajaran Tatap Muka Harus Cegah Klaster Institusi Pendidikan

JAKARTA - Pembukaan kembali pembelajaran tatap muka dalam masa pandemi Covid-19 harus dilakukan dengan mengutamakan pencegahan penularan. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan...

Dicokok KPK, Ini Sepak Terjang Edhy Prabowo di KKP

Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan hal tersebut. "Iya...

KPK Menyerahkan Aset BMN Untuk Mendukung Operasional Kantor KASN

Bertempat di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (24/11/20) diselenggarakan acara serah terima penetapan status penggunaan barang milik negara yang berasal dari...

Tak Kunjung Penuhi Panggilan Polisi, HY Dijemput Paksa

Riau,- Akhirnya Oknum ustad kondang HY Resmi ditahan oleh unit Reskrim Polsek kota Pekanbaru pada 22 November 2020 dimapolsek kota Pekanbaru...

Tak berhenti di Laporan, Riset Harus Tersambung Dengan Industri

Jakarta, - Pemerintah terus mendorong hilirisasi riset yang dilakukan oleh semua lembaga litbang. Salah satu upayanya yaitu dengan pemberian anugerah Hak Kekayaan...
- Advertisement -