Padang,BeritaSumbar.com,-Anak muda dan kewirausahaan harus menjadi sebuah kesatuan gerakan sosial untuk mendukung pembangunan masyarakat. Untuk itu dibutuhkan kesadaran dan sosialisasi terhadap anak muda agar produktif dan kreatif secara berkomunitas di berbagai kota. Hal itu dinyatakan oleh Dimas Oky Nugroho, Koordinator Gerakan Kolaborasi Positif di Padang, Jumat (24/7/2018).

Salah satu sektor kegiatan yang relevan untuk diserbu oleh gerakan komunitas kreatif muda adalah sektor pariwisata. “Kota Padang ini adalah contoh yang paling mendesak di mana potensi wisatanya begitu tinggi didukung oleh warisan budaya, sejarah dan tradisi intelektual yang luar biasa. Para komunitas muda di Padang berkeinginan pemerintah lebih serius membenahi potensi ini. Ketimbang menanti kebijakan yang dianggap lamban, sejumlah komunitas muda lebih memilih berinisiatif membuat projek bersama. Dan fenomena ini telah terjadi pula di berbagai kota lainnya”, terang Dimas.

Dimas Oky Nugroho mengatakan potensi wisata dan potensi keberadaan komunitas muda kreatif ini akan pula memberikan stimulus dalam mengembangkan sebuah pemerintahan sekaligus tatanan masyarakat yang baik, sehat dan produktif. Hal senada juga disampaikan Dr Sari Lenggogeni, pengajar Ilmu Manajemen Universitas Andalas, yang juga pakar pariwisata anggota Pokja Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Menurut Sari, penggerakan potensi komunitas muda kreatif di Kota Padang dan Sumatera Barat secara menyeluruh sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan sektor pariwisatanya.

“Berbagai potensi pariwisata di Sumatera Barat membutuhkan pengelolaan yang baik. Pemerintah, lembaga pendidikan, pihak swasta harus terlibat. Namun yang lebih utama adalah partisipasi anak-anak muda kreatif dalam ikut serta upaya pengelolaan dan peningkatan potensi wisata ini”, ujar Sari doktor bidang pariwisata alumni Queensland University, Brisbane, Australia ini.

Kekuatan konten dan perkembangan media sosial harus digunakan secara positif dan optimal oleh generasi milenial.

“Anak muda ini harus memanfaatkan media sosial dengan bijak, Facebook, Instagram, Youtube, Twitter bisa menjadi sarana branding. Foto, tulis caption menarik, video, posting”, tambah Sari.

Pembicara lainnya pegiat pariwisata Sumatera Barat, M. Zuhrizul, menambahkan bahwa Kota Padang yang diberkahi dengan hamparan delapan gunung dan pantai yang indah. Hal itu harus dilihat sebagai kesempatan untuk memulai usaha kewirausahaan bagi anak-anak muda.

“Potensi wisata di Padang dan Sumbar secara keseluruhan harus mampu memancing kebangkitan antusias menanamkan jiwa entreprenuer anak muda”, tegas calon legislator yang juga pemilik tempat wisata Lawang Park, Kabupaten Agam, Sumbar, ini.

Untuk itu, saran Zuhrizul, para Entrepreneur muda harus mempunyai karakter kuat dan keberanian yaitu percaya diri dan merubah pola pikir untuk tidak menjadi followers tapi trendsetter.

Kegiatan Kolaborasi Positif ini bekerja sama dengan Opini.Id sebagai platform media kekinian yang berbasis di Jakarta. Program yang menghadirkan komunitas kreatif dan anak muda ini mendorong partisipasi anak muda untuk terlibat dalam sektor potensial.(Pebri)