Pondok Promosi Industri (PPI) Kota Payakumbuh, di kawasan Medan nan Bapaneh Taman Wisata Ngalau Indah, berdiri megah di pinggir Jalan Sukarno-Hatta Payakumbuh. Bangunan senilai Rp 7.905.823.000 Milyar itu, pemakaiannya diresmikan Walikota Payakumbuh Riza Falepi, dalam acara di halaman PPI, ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Dekranasda Payakumbuh, Dr. Henny Riza Falepi, Rabu (20/8).

Peresmian PPI yang dibangun secara bertahap sejak 2008 itu, lewat dana APBD/APBD Provinsi dan APBN, berlangsung cukup semarak. Ratusan pelaku usaha mikro, pemilik industri kecil, dan menengah, seperti pengusaha rendang, coklat, aneka makanan, perancang, dan perajin bordir, songket dan keramik/tanah liat, hadir bersama anggota Muspida dan pejabat pemko, jajaran perbankan, LKAAM, dan Bundo Kanduang, serta Ketua GOW Ny. Rasyidah Suwandel. Dunia usaha industri Payakumbuh kian maju ke depan, dengan adanya fasilitas PPI itu, sebut Kadis Koperindag Dahler, melaporkan diawal acara.

Bangunan PPI itu, dikatakan, bakal mampu menampung seluruh produksi industri kerajinan dan industri makanan kecil dan menengah di kota ini. “Ada ribuan ragam produksi industri yang memiliki standar nasional yang bisa ditampung di gedung PPI ini,” kata Dahler. Ke depan, PPI harus menjadi sebuah rumah kemasan yang akan mendistribusikan seluruh produksi ke berbagai kota di penjuru Tanah Air.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi dalam pidato peresmiannya, mengatakan, gedung PPI yang dibangun cukup mahal ini, harus mampu memberikan nilai positif terhadap seluruh pelaku usaha industri di kota ini. “Ini gedung promosi, karena itu harus bermanfaat untuk kegiatan promosi usaha seluruh UMKM Payakumbuh,” tegasnya.

Walikota Riza mengingatkan, perkembangan ekonomi saat ini yang semakin kompetitif dan persaingan yang semakin tinggi memerlukan strategi pemasaran sehingga produk Payakumbuh semakin mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Sumbar dan provinsi lainnya. Karena itu, para pelaku usaha jangan selalu bergantung dengan pemerintah dalam berpromosi, melainkan, mampu mencari inovasi dan kreatifitas dalam mempromosikan usahanya.

Dikatakan, kota ini tiap hari dilewati ribuan kendaraan dari berbagai daerah di Sumbar menuju Provinsi Riau dan Riau Kepulauan. Sebagai daerah perlintasan, akan sangat merugi, jika potensi ini tidak dimanfaatkan oleh pelaku industri kecil dan menengah. Makanya, lewat gedung PPI ini, SKPD terkait bersama pelaku usaha selalu mencari terobosan dalam melakukan promosi usaha.

“Jika dunia UMKM Payakumbuh berkembang pesat, akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak. Dunia swasta atau industri akan menjadi pilihan, dan orang tak harus berpacu mendapatkan kesempatan kerja sebagai PNS. Pengangguran dan kemiskinan di kota ini akan berkurang dalam jumlah yang signifikan, tegas Riza.

Sementara, Ketua Dekranasda Payakumbuh, Henny Riza Falepi, ketika dihubungi usai peresmian gedung PPI, menyampaikan, rasa bangganya terhadap pemko yang sangat peduli dalam membina dan membangun dunia industri di Payakumbuh. Karena itu, Dekranasda sebagai mitra kerja pemko, siap memberikan dukungan buat memajukan dunia industri kecil dan menengah di Payakumbuh. “Kami pengurus Dekranasda akan berbuat maksimal memajukan dunia usaha industri kota ini,” tegasnya.

Dekranasda sendiri, sebut Henny Riza Falepi, sudah berbuat banyak dalam mempromosikan produksi industri Payakumbuh. Tidak hanya melalui pameran atau expo berskala provinsi dan nasional, malahan juga ke dunia internasional. Sebut saja produksi Chochato Kapalo Koto dan Rendang Riry Payakumbuh, sudah ikut pameran internasional ke Prancis dan Hongkong.

Iven nasional Payakumbuh Fashion Week yang sudah dua tahun berturut digelar, merupakan usaha serius yang dilakukan Dekranasda meningkatkan eksistensi potensi IKM Payakumbuh. Keinginan Dekranasda, lewat produksi industri kerajinan dan industri makanan yang dinikmati setiap orang, nama Payakumbuh akan disebutnya. “Kita ingin, suatu saat nanti, produksi industri kota ini akan menjadi tuan rumah di negeri orang,” tegasnya.

loading...