Jakarta, BeritaSumbar – Walikota Payakumbuh Riza Falepi mengaku diminta teman-temannya maju pada bursa pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) 2016 mendatang. Lulusan Magister Tekno Ekonomi ITB itu mengaku terpanggil mendengar banyak masukan dari para seniornya yang beranggapan ITB seolah telah kehilangan marwah sebagai garda terdepan bagi pembangunan bangsa.
“Saya prihatin, jujur saya tadinya tak berani mengajukan diri sebagai ketua, saya hanya walikota kota kecil, bukan walikota terkenal seperti Ridwan Kamil, atau Bu Risma,” katanya.
Maklum Ketua Ikatan Alumni ITB selama ini selalu pejabat di tingkat pusat, menteri atau deputi menteri. Ketua IA ITB terakhir adalah Sumaryanto Widyatin (deputi Menteri BUMN), menggantikan Hatta Rajasa (saat itu Menteri di Kabinet SBY), sebelumnya juga Laksamana Sukardi dan almarhum Cacuk Sudaryanto.
Menurut Riza, dia maju karena banyak alumni ITB yang tidak berani berteriak lantang melihat banyak masalah di negeri ini.
“Yang jadi persoalan itu, saya tidak melihat anak ITB itu bernyali untuk memajukan bangsa. Kalau hanya bicara dibelakang semua juga bisa,” ujarnya saat berbincang kepada GATRAnews, Rabu (30/12).
Riza juga melihat saat ini banyak alumni bersikap apatis, harusnya para alumni yang cerdas tersebut mau berbuat banyak untuk kemajuan bangsa. Riza mengaku ketika berkeliling untuk pencalonan, banyak alumni yang apatis pada ikatan alumni.
“Banyak yang tanya, ‘apa sih untungnya IA ITB bagi saya?’. Harusnya sudah disekolahkan dan tamat dari ITB, disubsidi pula oleh negara, kita berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk memajukan bangsa ini,” tegasnya.
Pemilihan Ketua Umum IA ITB akan dilakukan dalam Kongres IA ITB pada 23 Januari 2006. Pemilihan akan dilakukan dengan cara datang langsung ke puluhan Tempat Pemungutan suara, yang dipusatkan di Bandung, juga melalui elektronik voting. Riza Falepi akan bersaing dengan Hiramsyah Thaib, Ridwan Djamaluddin, dan Pontas Tambunan.
