23 C
Padang
Rabu, Oktober 20, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Virus Impor-21 Melanda Negeri Agraris, Mengerikan!
V

Kategori -
- Advertisement -

Oleh : Arif Zulpriansyah Siregar

Indonesia kembali digemparkan oleh virus jenis terbaru, tak hanya Virus COVID-19 yang melanda indonesia sejak tahun 2020 dengan memakan banyak korban meninggal dunia,kini telah terkuak virus yang tidak kalah mengerikan yaitu virus dengan jenis Virus Impor-21 ( Virus Impor tahun 2021).

Virus ini telah dikabarkan masuk ke telinga rakyat Indonesia ketika menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto mengatakan .“Salah satu yang penting adalah penyediaan beras dengan impor stok 1 Juta-1,5 Juta ton demi menjaga ketersediaan beras didalam negeri supaya harganya tetap terkendali.” Ujarnya dalam Rapat Kerja Kementrian Perdangangan 2021, Kamis (4/3).

Ini menjadi virus yang lebih kejam dibandingkan COVID-19 karena mematikan korban hanya dengan perkataan dan kebijakan bukan bersentuhan. Sehingga adanya Virus ini berpotensi memakan korban sebanyak kurang lebih 34,7 Juta orang. Yang lebih sadisnya korban itu adalah para Penyangga Tatanan Negara Indonesia, yaitu seluruh PETANI INDONESIA.

Mengapa tidak, Indonesia akan mengalami panen raya besar hampir diseluruh wilayah. Menurut BPS melaporkan potensi luas panen januari-april di tahun 2021 sekitar 4,86 juta ha, atau naik sekitar 1,02 juta ha ( 26,53%) dibandingkan tahun lalu yang sebesar 3,84 Juta ha. Jika dikonversi menjadi beras, potensi produksi pada periode januari–april 2021 diperkirakan mencapai 14,54 juta ton beras atau mengalami kenaikan sebesar 3,08 juta ton (26,84 persen) dibandingkan dengan produksi beras pada subround yang sama tahun lalu sebesar 11,46 juta ton.

Kondisi tersebut dapat menggambarkan ketersediaan beras nasional pada posisi aman, begitupun pengakuan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan stok pangan dalam keadaan baik. Sehingga ini menjadi pertanyaan besar kepada pemerintah , ditengah akan terjadinya panen raya yang meningkat mengapa pemerintah mengeluarkan kebijakan impor dengan dalih penyediaan stok beras di masa pandemi dan kebutuhan negara yang menjadi latar belakang alasannya di adakan impor ini. Jika memang untuk stok, kenapa tidak mengambil stok langsung dari petani sehingga dapat memberdayakan produksi negeri sendiri bukan dari luar negeri.

Apabila pemerintah ingin impor, haruslah ketika cadangan kita tidak mencukupi dan tidak pada masa panen raya yang akan berlangsung karena dapat diterima secara logika dilapangan, sedangkan hari ini kita penyediaan beras lebih dari cukup. Jika tetap dilakukan, itu tidak bisa diterima dengan akal sehat dan sangat melukai monumental berharga bagi petani di masa panen raya ini.

Ditambah lagi menuju panen raya ini, penderitaan yang selanjutnya akan petani rasakan adalah menurunnya harga gabah petani yang terjadi sejak oktober 2020 hingga sekarang. Contohnya di daerah Bojonegoro, Harga gabah kering panen (GKP) milik petani hanya dibeli tengkulak Rp 3.400. petani di Lampung merasakan hal yang sama, harga gabah di tingkat petani kualitas GKP turun di bulan Februaru 2021turun 5,65 persen. Penurunan ini juga hampir dirasakan oleh seluruh wilayah di Indonesia menjelang panen raya. Hal ini perlu didampingi dan dipikirkan oleh pemerintah agar menyerap hasil panen dari petani dan menjaga kestabilan harga jangan sampai petani dirugikan dimasa panen raya.

Apalagi dengan dicanangkannya kebijakan impor ini, akan memberikan kesempatan kepada para tengkulak untuk memainkan harga dan menghantui rasa cemas petani. Ini lebih harus diperhatikan dan dilindungi. jangan sempat virus IMPOR-21 membunuh mereka secara perlahan layaknya COVID-19.

Tak kita lupakan juga, Janji dan keinginan yang kerap dikatakan Presiden Indonesia, Pak Joko widodo, beliau mengatakan jangan sampai melakukan impor, harus benci produk asing dan kita harus mencintai produk indonesia. Terakhir beliau mengatakan hal tersebut ketika pidato pembukaan raker Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3/2021) lalu. Hal ini semestinya jadi warning bagi seluruh jajarannya agar tidak mudah melakukan impor.

Jangan sampai perkataan dari mulut para pemangku kekuasaan mengeluarkan kebijakan yang bisa membuat 2 jengkal tangan kebawah dari mulut (yaitu:perut) para petani tidak terisi, tetapi malah membuncitkan perut para mafia dan importir karena suapan besar kebijakan yang menguntungkan mereka, bukan untuk petani. Sehingga Kebijakan impor ini harus dikaji ulang dan dipertimbangkan oleh pemerintah juga didukung transparansi dari kebijakan ini mengapa dibuat, agar semua kalangan tau apa alasan pemerintah dalam melakukan kebijakan impor.

Cukuplah Virus COVID-19 memakan banyak korban jiwa, dan Virus IMPOR-21 ini harus cepat ditangani pemerintah dengan hati nurani agar kebahagiaan mereka yang bergerak di sektor pertanian dapat merasakan kebahagiaan seutuhnya di Negri Agraris.

JAYALAH PERTANIAN INDONESIA, BERANTAS VIRUS IMPOR!.

DAFRAR PUSTAKA
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-56336972
https://today.line.me/id/v2/article/WxqPYQ
https://industri.kontan.co.id/news/bps-catat-potensi-luas-panen-januari-april-2021-lebih-tinggi-2653-dari-tahun-lalu
https://joglosemarnews.com/2021/03/geregetan-lihat-harga-gabah-hancur-dan-petani-menjerit-anggota-dpr-ri-luluk-minta-kementerian-pertanian-dan-bulog-segera-turun-ke-sragen-kalau-ada-yang-sengaja-mempermainkan-harga-sikat-aja/
https://lampung.inews.id/berita/februari-2021-harga-gabah-tingkat-petani-di-lampung-turun
https://radarbojonegoro.jawapos.com/read/2021/02/23/243194/menjelang-musim-panen-raya-petani-keluhkan-harga-gabah
https://baaca.id/jokowi-serukan-cintai-produk-dalam-negeri-eh-pemerintah-malah-akan-impor-beras/

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img