31 C
Padang
Kamis, Januari 20, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Tokoh Masyarakat Nenan Nagari Maek Mengadu Ke DPRD Limapuluh Kota
T

- Advertisement -

Limapuluh Kota,Beritasumbar.com– Sepuluh tokoh masyarakat yang berasal dari jorong Nenan Kenagarian Maek ,Kecamatan Bukik Barisan datangi pimpinan DPRD Kabupaten Limapuluh Kota untuk menyampaikan aspirasinya terhadap  terganggunya proses belajar mengajar di SDN 09 Maek di Nenan. Rombongan ini disambut baik oleh Pimpinan dan wakil Ketua DPRD Safaruddin Dt.Bandaro Rajo dan Deni Asra bersama anggota Komisi I , Yosrizal Dt.Parmato Alam ,Hemmy Setiawan dan Wendy Chandra,Kamis (2/3) bertempat di ruangan rapat Pimpinan DPRD Limapuluh Kota Sarilamak.

“ Kami datang menemui bapak Ketua dan Anggota DPRD , bersama tokoh masyarakat dan komite sekolah, untuk menyampaikan terganggunya proses belajar mengajar di SDN 09 Maek di Nenan, yang mana dari laporan anak kami sudah tujuh hari tidak belajar “ ujar Zainal dalam laporannya.

Lebih lanjut disampaikan : “ Apakah Jorong kami Nenan Kenagarian Maek tidak masuk dalam wilayah Kabupaten Limapuluh Kota yang luput dari perhatian pemerintah, yang tidak memberikan kepada sekolah kami guru yang PNS, hanya dari 7 guru yang ada, seorang Kepala Sekolah yang PNS, Guru Agama yang PNS sudah satu bulan tidak masuk mengajar karena sakit akibat kecelakaan, dan guru lainnya adalah satu orang THL dan 4 orang guru Sukarela yang honornya diambilkan dari dana BOS sementara murid berjumlah 94 orang, dan apabila proses belajar ini terganggu dan guru tidak ada bagaimana nasib anak-anak dan generasi masa depan dari Jorong Nenan dimasa datang padala dua bulan lagi akan memasuki EBTANAS. Sekarang ini kami masih merasakan Sila ke-5 dari Panca Sila , yaitu: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia belum sampai kepada kami sebagai daerah terisolir, untuk itulah kami datang menyampaikan keluhan dan harapan agar bapak- bapak dapat mencarikan solusinya “ Ujar Zainal penuh harap kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Limapuluh Kota.

Menerima laporan tersebut Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo yang di damping Wakil Ketua DPRD Deni Asra merasa terkejut dan langsung menelpon Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjawab dan mencarikan solusinya “Kami merasa sangat terkejut, terhadap laporan ini karena sejak tahun 2016 juga masalah yang sama telah pernah muncul dan telah dicarikan solusinya dengan mengirimkan 3 orang guru untuk mengajar ke SDN 09 Maek di Nenan tersebut tetapi mengapa guru tersebut ditarik kembali oleh Dinas , bagaimanapun juga urusan Pendidikan adalah urusan wajib dan hal ini telah tertuang dalam RPJMD Limapuluhk Kota pada Misi ke-3, yakni : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang bertujuan untuk terwujudnya pemenuhan hak terhadap Pelayanan Pendidikan yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.” Ujar Safaruddin Dt.Bandaro Rajo politikus Golkar dari dapil Bukit Barisan ini.

Sementara Indrawati Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, mendengarkan laporan dari tokoh masyarakat merasa terkejut “ Tidak ada alasan di Sekolah tidak melaksanakan Proses Belajar Mengajar walaupun hanya kepala sekolah yang PNS, disana ada guru THL dan guru Honor yang dapat melaksanakan Proses Belajar Mengajar“ ujar Indrawati.

Lebih Lanjut dijelaskan “ untuk menjawab solusi kekurangan guru SD untuk daerah terisolir Nenan tersebut, dimana Senin depan akan dikirimkan seorang guru agama asal Maek yang bisa menetap di Jorong Nenan, dan mengenai kekurangan guru yang lain kami mengharapkan dukungan dari Pimpinan dan Anggota DPRD Limapuluh Kota untuk memberikan pokok pikirannya untuk pengangkatan guru THL yang berasal dari putra putri Jorong Nenan, sehingga apabila diangkat tidak ada kemungkinan untuk meminta dipindahkan “ ujar Indrawati .

Menjawab hal tersebut Wendy Chandra langsung meresponya “ untuk merespon apa yang diharapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengangkat Tenaga Harian Lepas Guru yang akan mengajar di SDN 09 Maek di Nenan tersebut kami memberikan dukungan penuh untuk mengangkat 5 orang THL sepanjang hal tersebut dibolehkan oleh peraturan yang berlaku, dan diharapkan dicarikan pemuda-pemudi yang dekat disekitar sekolah “ ujar Wendy Chandra Politikus dari Partai Demokrat tersebut.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img