26 C
Padang
Kamis, Februari 2, 2023
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Teknologi Packing Gabah Hasil Penangkaran
<

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: Dr. Silvia Permata Sari, SP., MP.
Dosen Fakultas Pertanian, UNAND

Panen tepat waktu untuk tanaman padi adalah ketika biji telah masak fisiologis yaitu pada saat 90-95% malai telah menguning. Biasanya gabah padi baru dipanen masih tercampur kotoran fisik yang terbawa dari lapang dan benih jelek. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan hasil panen di lapang. Hal itu berkaitan dengan mutu benih nantinya, baik mutu benih dari segi fisik maupun dari segi fisiologisnya. Untuk menjamin mutu benih hasil panen tersebut, maka diperlukan cara panen yang baik, perontokan, pembersihan, dan cara pengeringan gabah yang tepat.

Faktor yang paling utama adalah pengeringan benih, benih harus dikeringkan sampai kadar air mencapai 10-11%. Setelah menjadi benih dan siap untuk disimpan, benih harus dikemas secara baik dan disimpan ditempat dengan kondisi khusus untuk penyimpanan. Penurunan kadar air perlu harus segera dilakukan karena pada umumnya calon benih masih mempunyai kadar air panen yang tinggi, calon benih bisa diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum dikeringkan. Pengeringan benih dapat dilakukan dengan cara penjemuran atau dengan menggunakan mesin pengering (dryer). Setelah penjemuran atau pengeringan, tahapan yang tak kalah penting lainnya diperhatikan dalam proses penangkaran adalah penyimpanan.

Penyimpanan merupakan suatu hal yang tak dapat dihindari terkait dengan ketersediaan stok pangan. Susut mutu merupakan masalah yang sering terjadi dalam penyimpanan beras. Kendala penyimpanan beras, terutama di daerah tropis adalah tingginya suhu dan kelembaban sehingga beras rentan terhadap kerusakan, baik yang disebabkan oleh respirasi biji, adanya infestasi atau keberadaan hama maupun jamur.

Salah satu upaya untuk meminimalisir pengaruh lingkungan adalah dengan cara pengemasan yang baik. Adanya kemasan dapat membantu mencegah/mengurangi kerusakan, melindungi bahan yang ada di dalamnya. Kemasan plastik memiliki fungsi pasif melindungi produk yang dikemas terhadap kerusakan yang disebabkan faktor eksternal terkait dengan penanganan, bantingan dan serangan mikro dan makroorganisme seperti serangga dan jamur. Film plastik juga melindungi produk dari perubahan komposisi yang disebabkan reaksi enzimatik patogen maupun non patogen seperti oksidasi atau hidrolilsis lipid, browning, degradasi vitamin dan terhadap perubahan kelembaban, suhu dan intensitas cahaya.

Oleh karena itu tim ahli pengabdian Unand pada tahun 2022 ini memfasilitasi dan memberikan kegiatan berupa penyuluhan dan sekolah lapang mengenai: “Teknologi Packing Gabah Hasil Penangkaran” kepada KWT Semangat Berkarya di Nagari Sungai Batang, kabupaten Maninjau. Pada kesempatan ini, Doktor muda hama dan penyakit ini, Dr. Silvia Permata Sari, SP., MP. memaparkan bahwa pengemasan merupakan salah satu tahapan akhir dari proses penangkaran benih padi yang tak kalah pentingnya dengan proses lainnya untuk KWT Semangat Berkarya.

Packing atau pengemasan yang baik dan sesuai standar itu tidak hanya menjaga dan mempertahankan mutu benih hasil penangkaran saja, tetapi juga dapat meningkatkan nilai ekonomis dari gabah hasil penangkaran tersebut. Secara tidak langsung, hasil akhirnya adalah dapat meningkatkan pendapatan petani KWT Semangat Berkarya, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Maninjau, tutur Dosen Pertanian Unand ini. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh ketua dan anggota KWT Semangat Berkarya, bahkan petugas dinas pertanian Kecamatan Tanjung Raya dan tokoh masyarakat dari partai PKB dengan sangat antusias. Selesai narasumber memberikan paparan materi, sesi tanya jawab dan diskusi pun berjalan hangat. Terakhir kegiatan ditutup dengan makan dan foto bersama. -SPS-

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img