25 C
Padang
Jumat, Januari 21, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Sriwijaya FC Belum Pasti Ikut Piala Liga
S

Kategori -
- Advertisement -

Kendati demikian, Sriwijaya FC tetap mengikuti kompetisi yang dikelola PT Liga di bawah naungan PSSI.

Manajemen Sriwijaya FC belum mengambil sikap terkait wacana PT Liga Indonesia menggelar turnamenPiala Liga usai kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 diakhiri. Hal itu diungkapkan oleh manajer Sriwijaya FC Robert Heri.

Menurut Robert, manajemen akan mempelajari terlebih dahulu bentuk turnamen yang bakal diselenggarakan sebagai pengisi kekosongan kompetisi. Robert menegaskan, manajemen SFC tidak mau terburu-buru dalam memutuskan langkah.

Robert menambahkan, pihaknya masih akan membahas lebih dulu dengan jajaran pelatih, dan para pemain.

“Kita belum bisa memastikan apakah ikut atau tidak. Sekarang masih akan kita pelajari dulu seperti apa turnamennya, apakah turnamen biasa, atau hanya seperti tarkam,” kata Robert kepada Goal Indonesia.

Sedangkan sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Murysid menyatakan, pihaknya baru bisa mengambil keputusan setelah digelarnya rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Liga pada 12 Mei.

“Kami sudah rapat koordinasi dengan manajer tim, membicarakan opsi-opsi kemarin. Kita masih menunggu hasil rapat umum pemegang saham PT Liga tanggal 12 nanti terkait program liga yang akan direvisi, kepastian program liga seperti apa nanti,” tutur Faisal.

Sriwijaya FC kembali menegaskan bakal tetap mengikuti kompetisi yang dikelola PT Liga di bawah payung PSSI. Laskar Wong Kito tidak akan ikut liga yang digulirkan Kemenpora di bawah supervisi tim transisi.

“Kita masih menginginkan kompetisi dengan operator PT Liga di bawah yurisdiksi PSSI dan FIFA,” tegas Faisal.

Sementara itu, direktur pertandingan Sriwjaya FC Augie Bunyamin menegaskan, mereka tidak akan ikut kompetisi di bawah tim transisi jika tidak ada rekomendasi dari FIFA selaku induk sepakbola dunia.

“Sekarang pertanyaannya begini, nanti kalau di bawah tim transisi, apakah klub diakui FIFA? Jadi klub susah payah buat apa? Hanya menghabiskan puluhan miliar. Rata-rata 30 hingga 40 miliar, tetapi ujung-ujungnya tidak diakui. Jika tim transisi ditunjuk oleh FIFA, baru kita ikut, harus ikut,” pungkasnya. (gk-55)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img