25 C
Padang
Rabu, Januari 27, 2021
Beritasumbar.com

Sosok Eksekutor Muda “Generasi Kerja” dalam Revolusi 4.0
S

Kategori -

Jakarta,BeritaSumbar.com,-Sudah sebuah tahapan bagus terjadi pada saat sekarang dalam proses membentuk Indonesia menjadi negara maju, yaitu telah masuk pada “Generasi Kerja”. Perjalanan Indonesia dari masa ke masa yang sudah mengalami naik turun sehingga mematangkan terciptanya generasi lebih handal kedepan.

Saya mengelompokan 5 Generasi terbentuk dari perjalanan Indonesia yang dihitung dari tahun 1908 sampai 2024, yaitu :

*1. Generasi Pra Kemerdekaan (1908-1945)*
Adalah sebagai generasi pertama yang mempersiapkan kelahiran Negara Indonesia.
*2. Generasi Pertarungan Gagasan-gagasan Besar (1945-1965)*
Adalah sebagai generasi kedua yang mencari format Indonesia ideal.
*3. Generasi Keterkungkungan (1966-1998)*
Adalah sebagai generasi ketiga dimana lahir pemerintahan otoriter, militeristik dan koruptif.
*4. Generasi Reformasi (1998-2014)*
Adalah generasi keempat yang memformat Indonesia Baru untuk keluar dari keterkungkungan selama 32 tahun oleh rezim Orde Baru.
*5. Generasi Kerja (2014 – 2024)*
Adalah generasi kelima yang keluar dari masa transisi memulai budaya kerja (bukan lagi berbasiskan retorika, jargon, pencitraan, kegagahan, kebangsawanan, militer, ketokohan dll-nya) untuk mempersiapkan Indonesia Maju

Generasi kelima ini dicetuskan pertama kali oleh Jokowi dengan membentuk Kabinet Kerja dalam masa pemerintahannya periode 2014-2019 setelah terpilih jadi presiden RI secara langsung dan demokratis. “Generasi Kerja 1” ini sebagai cikal-bakal menuju Indonesia Maju meski masih banyak diisi oleh orang bermental Orba dan para benalu negara.

Alhamdulillah, pada Pemilu 2019, Jokowi terpilih kembali sebagai Presiden RI untuk Periode 2019-2024 maka Jokowi bisa melanjutkan
“Generasi Kerja ke-2” yang diharapkan mampu menuntaskan semua persyaratan (baik infrastruktur fisik maupun SDM) menuju Indonesia Maju.

Periode ke 2 inilah penentu Generasi Kerja dibawah kepemimpinan Jokowi ini benar-benar selesai untuk masuk ke generasi selanjutnya.

Jadi 2019 – 2024 bukanlah masa yang mudah buat Jokowi dan merupakan masa yang tidak enak sebagai penguasa. Waktu 5 tahun kedepan adalah masa Jokowi bekerja lebih “gila-gilaan” lagi dari 5 tahun sebelumnya untuk menyelesaikan tugas terhantarnya Indonesia menjadi negara maju yang modren. Apalagi dengan kondisi Indonesia mengalami warisan permasalahan masa lalu yang multi dimensi. Permasalahan sistem regulasi dan produk perundang-undangan yang masih tumpang-tindih, persoalan tanah masih banyak bersengketa, pembangunan infrastruktur sarana prasarana umum (jalan, bendungan, pelabuhan, listrik, armada transfortasi publik, dan sebagainya) masih banyak yang kurang, kondisi keuangan Indonesia yang defisit serta persoalan kemiskinan, kesenjangan, pengangguran dan sumber daya manusia masih belum teratasi.

Sedangkan menyelesaikan warisan permasalahan birokrasi yang masih banyak diisi oleh orang berkompetensi rendah serta mental pejabat yang koruptif, penjilat, ABS (Asal Bapak Senang), bermulut besar dan pemalas.
Generasi Kerja ke 2 juga dihadapi suatu kondisi dunia sedang terjadi loncatan besar pergeseran peradaban manusia dari sistem digital (revolusi 3.0) menjadi sistem Internet of Things (revolusi 4.0). Pergeseran tersebut merubah tata cara sistem perdagangan, industri manufaktur, pelayanan, interaksi antar manusia, energi masa depan, serta kemunculan produk-produk baru masa depan mengantikan produk konvesional. Semua kegiatan dapat dilakukan dengan sangat praktis dimana alat-alat fisik sudah terkoneksi dengan internet sehingga kehidupan menjadi lebih mudah, efektif dan efisien.

Pada pemerintahan Jokowi 2019-2024, publik tidak lagi mencemoohkan pejabat gaptek (gagap teknologi), tetapi publik akan menghajar orang-orang sekitar Jokowi jika tidak lincah bergerak dan tidak bisa melakukan revolusi 4.0 dalam menata Indonesia menjadi negara maju. Bully akan menjadi hal yang wajar karena generasi baby boomer yang lahir antara 1946 -1964 makin ditelan jaman.

Ada 2 pertanyaan besar untuk mencapai visi besar Indonesia itu :
1. _*Apa saja kerja yang harus dituntaskan tim kerja (pemerintahan) Jokowi pada era Revolusi Industri 4.0 ini dalam 5 tahun kedepan?*_
2. _*Siapakah sosok eksekutornya?*_

Baiklah saya akan coba menyumbangkan sebuah desain rancangan perencanaan 5 tahun kedepan yang saya tulis secara simple sehingga mudah dipahami dan diaplikasikan untuk menjawab 2 pertanyaan mendasar diatas. Tulisan singkat ini, saya persembahkan kepada Jokowi sebagai acuan memfinalisasi Generasi Kerja periode ke 2 (2019 – 2024). Tapi tuisan ini bukan seperti buku Il Principle yang ditulis oleh Machiavelli, loh?

Disaat saya sedang proses penyelesaian tulisan ini ternyata dicetuskan juga oleh Jokowi dalam pidato kebangsaan berjudul *Visi Indonesia* tgl 14 Juli 2019 di JICC Sentul. Mungkin yang membedakan antara tulisan saya dengan pidato Jokowi adalah tulisan ini lebih fokus masuk ke urusan lebih teknis. Secara visi dan semangat adalah sama tetapi untuk mewujudkannya perlu sebuah rancangan detail agar terdesain dengan jelas bukan meraba-raba lagi.

Agar tulisan ini tidak berat banget dibaca, saya mencoba menguraikan dengan gaya milenial.

_*Oleh : Aznil Tan*_

_(Bersambung …….)_

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Segera ! Kota Payakumbuh Akan Miliki Cagar Budaya Yang Terlindungi Undang-Undang

Guna menjaga dan terlindungi ya cagar budaya kota Payakumbuh kedepannya, Pemerintah kota Payakumbuh melalui Dinas Pariwisata Kota Payakumbuh laksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang proses penetapan cagar budaya kota Payakumbuh serta sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.
- Advertisement -

Sidak Ke Sekolah, Pemko Payakumbuh : Jangan Ada Rekayasa Prokes

Menindaklanjuti rapat evaluasi pelaksanaan sekolah tatap muka, Selasa, (19/1), lalu, banyak ditemukan pasien positif Covid-19 dari kalangan tenaga pendidik. Pemko Payakumbuh melakukan sidak protokol kesehatan ke sekolah-sekolah, Rabu (20/1).

Irsyad Syafar Lantik 5 Kepengurusan PKS Payakumbuh Tingkat Kecamatan

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Payakumbuh gelar Musyawarah Cabang (Muscab) secara serentak se-Kota Payakumbuh di Aula Hotel Flamboyan, Kota Payakumbuh, Minggu (24/1).
- Advertisement -

Pembelajaran Tatap Muka Di Kabupaten Sijunjung Berjalan Lancar

Proses belajar tatap muka berjalan lancar, di Kabupaten Sijunjung sampai saat ini. Pelaksanaan dilapangan dengan sistem 50 persen anak yang masuk ke dalam kelas, dengan bergantian hari.Pokoknya kita patuhi protokol kesehatan secara ketat dan baik untuk menjaga kelangsungan proses pembelajaran berjalan sesuai harapan kita bersama, kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sijunjung, Ramler,SH.MM, diruang kerjanya, Senen (25/1).

Hadir MPP Payakumbuh, PAM Tirta Sago Siap Maksimalkan Pelayanan Kepada Pelanggan

Payakumbuh, beritasumbar.com - Perumda Air Minum Tirta Sago (PAM Tigo) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat telah hadir di Mal Pelayanan Publik (MPP) daerah setempat sehingga...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Berontaknya Alam di Provinsi Kalimantan Selatan

Seminggu yang lalu kita dikejutkan denganbencana banjir yang parah yang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Mengapa saya katakan parah? Karena banjir ini melanda hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Barang kali ini adalah banjir yangterparah yang pernah terjadi di wilayah provinsi ini.Sekali lagi, mengapa bisa separah ini? Sebelum tahun 1990Provinsi Kalsel terkenal dengan hutan tropikalnya,dan saat itu hasil tambang yang dikenal masyarakat umum hanyalah intan.

Pembelajaran Tatap Muka di SDN 09 Lubuk Tareh pada Masa Pandemi

SDN 09 Lubuk tareh terletak di jorong Lubuk Tareh kenagarian Garabak Data kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok. Lokasi Sekolah ini sangat jauh dari pusat kota solok bahkan untuk sampai ke sekolah ini harus melewati Kabupaten Dharmasraya terlebih dahulu.

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.

Darurat Gempa Majene! Segera Bantu Saudara Terdampak!

Dilansir laman resmi BNPB, Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.
- Advertisement -