Program Studi Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan praktikum IPA berorientasi rehabilitasi lingkungan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 3/5/2025 itu berlokasi di SDN 01 2×11 Kayutanam, Kecamatan 1×11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, dengan peserta utama yaitu siswa sekolah dasar.
Bentuk kegiatan terdiri atas dua bagian utama, yakni pembinaan perilaku berorientasi konservasi dan rehabilitasi lingkungan serta pelatihan praktikum IPA yang menekankan upaya menjaga dan memperbaiki kualitas lingkungan.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SDN 01 2×11 Kayutanam Rina Arwita, S.Pd, Kepala Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Dr. Aulia Azhar, M.Si, dan Ketua tim sekaligus ketua program studi Bapak Dr. Febri Yanto, M.Pd.
“Program ini merupakan salah satu langkah nyata mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui jalur Pendidikan,” Ketua tim sekaligus ketua program studi Dr. Febri Yanto, M.Pd
Ia menyebutkan kegiatan pertama berfokus pada pembinaan perilaku berorientasi konservasi dan rehabilitasi lingkungan. Pembinaan ini penting karena kesadaran lingkungan harus ditanamkan sejak usia sekolah dasar agar mampu membentuk karakter peduli lingkungan yang berkelanjutan. Melalui sosialisasi, siswa diajak memahami bahaya penggunaan energi secara boros, dampak buruk sampah plastik terhadap tanah, serta pentingnya mengurangi produk sekali pakai dan menggantinya dengan produk ramah lingkungan seperti kerajinan tangan.
Menurutnya, pemahaman ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini secara langsung mendukung tercapainya beberapa target SDGs, di antaranya SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), SDG 13 (aksi terhadap perubahan iklim), SDG 14 (menjaga ekosistem laut dari pencemaran plastik), dan SDG 15 (menjaga ekosistem darat). Melalui pendidikan berbasis konservasi, diharapkan generasi muda akan tumbuh sebagai agen perubahan yang sadar, peduli, dan aktif menjaga kelestarian bumi.
Kegiatan kedua berupa pelatihan praktikum IPA berorientasi rehabilitasi lingkungan menjadi sarana bagi siswa untuk mengalami langsung proses pembelajaran yang aplikatif. Praktikum tidak hanya melatih keterampilan ilmiah seperti mengamati, mengukur, dan menganalisis, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Misalnya, pembuatan pupuk kompos dari sampah organik yang dilatihkan pada siswa menjadi contoh konkret bagaimana ilmu IPA dapat menghadirkan solusi sederhana terhadap permasalahan lingkungan.
Praktikum semacam ini memberi manfaat ganda: dari sisi akademik, siswa belajar konsep IPA secara kontekstual dan bermakna; dari sisi sosial, siswa terlibat langsung dalam upaya memperbaiki kerusakan lingkungan di sekitar mereka. Hal ini sejalan dengan semangat SDG 4 (pendidikan berkualitas) yang mendorong pembelajaran berbasis keterampilan hidup, serta mendukung SDG 11 (kota dan permukiman berkelanjutan) dengan menanamkan praktik ramah lingkungan di tingkat lokal. Dengan cara ini, siswa SD dapat menjadi generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab sosial terhadap kelestarian lingkungan. (*Rel)