27 C
Padang
Sabtu, Oktober 16, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Salahsatu Kafe Di Payakumbuh Kena Sanksi Bayar Denda Administratif Di Malam Tahun Baru
S

Kategori -
- Advertisement -

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,– Tim Yustisi Kota Payakumbuh yang terdiri dari Satpol PP dan TNI-Polri memberi sanksi denda administratif sebesar Rp. 500.000 kepada salahsatu pelaku usaha kafe yang ada di Jalan Soekarno Hatta, Jumat (1/1) dini hari.

Menurut Kasatpol PP Payakumbuh Devitra yang memimpin operasi itu bersama Kapolres AKBP Alex Prawira dan Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry S Lahe, pihaknya memberi sanksi sesuai Perda Provinsi Sumbar Nomor 6 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru (AKB) kepada salahsatu kafe itu karena membandel, tak mau patuh aturan.

Pasalnya, selain Perda AKB, juga ada aturan SE Gubernur Sumatera Barat Nomor 06/ED GSB-2020 tanggal 29 Desember 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Masyarakat untuk Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) pada Libur Tahun Baru 2021 dan Surat Himbauan Wali Kota Payakumbuh Nomor 007/40/Wk-Pyk/2020 tanggal 30 Desember 2020.

Aturan tersebut mengatur aktivitas keramaian di tempat hiburan, cafe, restoran, rumah makan. Diminta untuk tidak mengadakan kegiatan khusus yang berkaitan dengan pergantian tahun baru 2021, melayani makan/minum dengan protokol kesehatan ketat, serta mengutamakan untuk dibawa pulang (take away) dari tanggal 31 Desember 2020 jam 19.00 WIB sampai tanggal 3 Januari 2021 jam 21.00 WIB.

“Awalnya kita sudah membubarkan aktivitas keramaian di beberapa kafe dan restoran sebelum jam 12 Kamis (31/12) malam. Pas kita kembali Kopmil ijo di sebelah SD bertingkat setelah jam 12 malam ternyata masih ada aktivitas keramaian,” kata Devitra.

Malahan, menurut Devitra, petugas memperbolehkan kafe dan restoran dibuka, tapi hanya melayani take away atau orderan dibawa pulang. Akibat tidak patuh, petugas memberi sanksi administrasi kepada pelaku usaha tersebut denda sebesar Rp. 500.000.

“Kita berharap kedepan pelaku usaha dapat mematuhi aturan yang ada, kita tidak melarang kafe dibuka, tapi untuk 3 hari kedepan aktivitas keramaian dibatasi dan pesanan makanan atau minumannya harus dibawa pulang,” kata Devitra. (Relis)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img