Agam, BeritaSumbar.com-Warga jorong Pasa Tiku, nagari Tiku Selatan, kecamatan Tanjung Mutiara, kabupaten Agam, manfaatkan peluang usaha dengan masakan tradisional khas Tiku yaitu randang lokan.

Salah seorang warga yang mempunyai usaha tersebut, Nosfrianda (37) warga jorong Pasa Tiku saat dikonfirmasi Beritasumbar.com, Minggu (19/8) mengatakan, ia merasa tidak menyangka usahanya akan berkembang sejauh ini, awalnya hanya dengan mengirimkan makanan khas tiku ini kepada sanak saudaranya yang berada di rantau tengah rindu akan kampung halaman, lalu ia mengirimkan rendang lokan itu dengan diberi label pada kemasannya.

“Awalnya, saya hanya iseng-iseng saja mengirim randang lokan dengan diberi label pada kemasannya, karna kebetulan saya memiliki percetakan kecil-kecilan, jadi saya memberi label Rendang Lokan Bunda QM, lalu sesampai di Jakarta, saudara saya malah mempromosikan pada teman-temannya,” ujarnya

Lebih lanjut laki-laki yang akrab disapa Ustadz Nof mengatakan, mengaku kaget setelah beberapa hari berselang ia menerima pesanan langsung teman-teman saudaranya dari Jakarta, mereka menyukai rendang lokan dan berniat juga untuk memesannya.

“Dari situlah saya berfikir untuk membuat usaha kuliner randang lokan tersebut,” sambungnya

Tahap demi tahap ia mulai mengembangkan usahanya menggunakan media sosial dengan sistem pre order, 1 bungkus randang lokan seberat 500 gram, ia mematok tarif Rp 85 ribu.

“Sistem pemesanan, dipesan dahulu, baru dibuatkan, karna lokan hanya bertahan 5 hari dalam suhu normal,” Nosfiandra menjelaskan

Ia terus melakukan pengembangan usaha rendang lokannya, dengan membuat sertifikat halal dari MUI dan izin IRT, dan kini ia sedang mengupayakan mengurus izin dari BPOM.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Pemda Agam untuk pengembangan, dari Disperindagkop UKM, saya dibantu pengurusan sertifikat halal dan IRT, dan saat ini dalam proses izin BPOM, sedangkan dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, (DPKP) Agam, saya dibantu berupa kemasan, “ lanjutnya.

Rata-rata ia menerima 30 kemasan rendang lokan setiap minggunya , baik dari dalam maupun luar daerah. Kedepannya akan membuat kuliner tersebut dalam bentuk frozzen Atau beku, agar bisa di produksi dan dipasarkan secara besar-berasan.

“Dengan Pemda Agam saya juga sudah berencana akan membuat satu outlet kuliner untuk memasarkan rendang lokan bersama kuliner khas Agam lainnya, “ ulasnya.(fadil)

loading...