26 C
Padang
Sabtu, Desember 4, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Rendahnya Produktivitas Negara Berkembang
R

- Advertisement -

Oleh: Syaiful Anwar, S.E., M.Si

(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh)

Disamping standar hidup yang rendah dan kurangnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, negara-negara berkembang juga menghadapi masalah rendahnya tingkat produktivitasnya tenaga kerja (labor productivity). Rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja di negara-negara Dunia ketiga disebabkan oleh kurangnya faktor-faktor atau input komplementer (faktor produksi selain tenaga kerja) seperti modal dan/atau kecakapan manajemen yang penuh pengalaman. Tingkat produktivitas dapat dinaikkan dengan cara memobilitasi tabungan domestik dan penarikan ketentuan modal asing guna meningkatkan investasi baru berupa pengadaan barang-barang modal serta investasi di bidang pendidikan dan pelatihan untuk menambah keterampilan pengelolaan setiap orang (tenaga kerja) yang guna memaksimumkan potensi inverstasi manusia dan fisik tersebut. Hal penting lainnya yang perlu pula diperhitungkan adalah dampak dari sikap-sikap kaum pekerja dan pihak manajemen atau para pemilik perusahaan itu sendiri terhadap usaha-usaha memperbaiki diri, khususnya yang berkenanan dengan tingkat kesigapan dalam bekerja, kemauan dan kemampuan untuk melakukan penyesuaian diri, pemupukan ambisi untuk maju, semangat juang, hasrat untuk menciptakan ide baru dan berekperimen, dan eksploitasi, serta kapasitas fisik dan mental yang memadai dari setiap individu agar mereka dapat dapat melaksanakan semua pekerjaan dengan baik dan dapat membuahkan hasil yang memuaskan.

Tingkat Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi dan Beban Ketergantungan yang Terlampau Tinggi

Tingkat kelahiran di negara berkembang pada umumnya sangat tinggi yaitu berkisar antara 30-40 untuk setiap 1000p penduduk, sedangkan kelahiran di negara maju kurang dari setengahnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari population refrence bureau, 1995 world pupolation data mengenai tingkat kealhiran kasar, sedikit sekali negara berkembang mempunyai tingkat kelahiran dibawah 25 untuk setiap 1000 penduduk. Sedangkan tidak ada satupun negara maju yang memilki tingkat kelahiran sebesar itu. Salah satu implikasi atas tingginya angka kelahiran di negara-negara berkembang adalah lebih dri 40 persen penduduknya terdiri anak-anak yang berumur kurang dari 15 tahun, sedangkan di negara-negara maju tidak sampai 21 persen. Jadi angkatan kerja produktif di negara berkembang harus menanggung beban yang secar proporsional jumlahnya hampir dua kali dibandingkan dengan yang ada di negara-negara kaya. Di pihak lain proporsi penduduk yang berumur di atas 65 tahun jauh lebih besar di negara-negara maju. Penduduk yang berusia lanjut maupun yang masih anak-anak secara ekonomis disebut dengan beban ketergantungan (depedency ratio). Artinya mayarakat yang tidak produktif menjadi beban tanggungan angkatan kerja yang produktif. Secara keseluruhan beban ketergantungan di negara-negara maju mencapai sekitar sepertiga dari total penduduk, sedangkan di negara-negara mencapai sekitar 45 persen.

Pada negara berkembang tidak hanya dibebani oleh tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, tetapi juga harus menanggung beban ketergantungan yang lebih berat daripada negara-negara maju.

Angka Pengangguran Yang Tinggi Sementara Penyediaan Lapangan Pekerjaan Semakin Terbatas.

Salah satu akibat utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya termasuk sumber daya manusia. Penyebab utamanya ada dua hal yaitu yakni: Yang pertama adalah adanya pengangguran terselubung (underemployment) artinya orang-orang bekerja dibawah kapasitasnya optimalnya. Ini terlihat dari tenaga kerja yang bekerja dibawah jam kerja normal mereka hanya bekerja secra harian, mingguan atau bahkan musiman. Adapun yang kedua adalah tingginya tingkat pengangguran penuh atau terbuka (open unemployment), yakni orang-orang yang mampu bekerja tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali.

Pengangguran di negara berkembang rata-rata mencapai 10 persen hingga 15 persen dari total angkatan kerja perkotaan. Dengan tingginya tingkat kelahiran yang terjadi di negara-negara berkembang akan menybabkan terjadinya kelebiha penwaran tenaga kerja. Hal ini berarti bahwa penyediaan lapangan pekerjaan harus dilipatgandakan demi memenuhi kebutuhan penawaran tenaga kerja.

Ketergantungan Terhadap Produksi Pertanian Dan Ekspor Barang- Barang Primer

Sebagian besar penduduk negara-negara berkembang hidup dan bekerja di daerah pedesaan. Lebih dari 65 persen jumlah penduduk negara berkembang tinggal secara permane, bahkan turun temurun, di pedesaan; sedangkan penduduk negara-negara maju yang tinggal di desa-desa kurang dari 27 persen. Demikian pula halnya dengan angkatan kerja. Sekitar 62 persen angkatan kerja di negara berkembang mencari nafkah di sektor pertanian, sedangkan di negara maju hanya sekitar tujuh persen. Sumbangan sektor pertanian terhadap GNP di negara-negara berkembang secara keseluruhaan masih berkisar pada angka 20 persen sedangkan di negara-negara hanya mencapai 3 persen.

#SyaifulAnwar #Unand #Payakumbuh

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img