Padang,-Banyak dari pemuda saat ini tidak peduli dengan politik, bahkan banyak dengan lantang mengatakan “saya anti politik karena saya harus menjunjung tinggi idealisme sebagai pemuda”. Kata-kata ini, seringkali terdengar dan terlontar dari sebagian mulut kawan-kawan. Namun mereka yang berkata seperti itu, tidak mengetahui betul bagaimana sebenarnya pemuda berperan dalam politik.

Generasi muda merupakan tiang kokoh sebuah negara. Karena maju mundurnya sebuah negara, salah satunya ditentukan oleh kiprah pemudanya. Ikut andilnya para pemuda dalam pembangunan bangsa, sangat berpengaruh dalam membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik.

Tidak bisa kita pungkiri, bahwa jiwa muda adalah jiwa yang penuh semangat, jiwa yang memiliki amunisi moodboster, jiwa yang penuh dengan ambisi kuat untuk maju. Sang raja dangdutpun menggambarkan jiwa muda dalam sebuah lagunya “masa muda, masa yang berapi-api ”. Bahkan dalam pidatonya sang proklamator Ir. Soekarno pernah mengatakan , “Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Pemuda adalah generasi penerus bangsa, yang akan menggantikan generasi saat ini. Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, definisi Pemuda adalah mereka yang berusia antara umur 16 hingga 30 Tahun.

Selain itu, pemuda juga selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat pada umumnya. Dalam makna positif, aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu yang kreatif dan inovatif. Pemuda seharusnya berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Contohnya, dengan cara membangkitkan sikap kritis terhadap kebijakan-kebijakan dari suatu pemerintahan.

Di era reformasi ini, pemuda juga dapat berperan aktif sebagai agen-agen perubahan. Seperti, dengan cara meraih pendidikan politik dan demokratisasi disaat berlangsungnya pesta demokrasi atau pemilihan umum di Indonesia. Disini kita bisa berharap, mereka akan menjadi agen yang lebih inovatif dan membawa perubahan yang lebih besar dalam pembangunan nasional khususnya dalam etika berpolitik di negara yang kita cintai ini. Sehingga, kehadiran mereka di kancah politik akan sangat dinantikan. Karena akan banyak memberi perubahan dan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun inkonstitusional. Di samping itu, politik juga dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Yaitu : Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles), pengertian politik secara sederhana adalah teori, metode atau cara mempengaruhi orang sipil atau individu.

Maksudnya adalah, politik digunakan untuk memperoleh sebuah kekuasaan dalam memimpin atau menjalankan roda pemerintahan yang sesuai untuk kebaikan bersama. Sebab itulah demi kemajuan suatu daerah, maka dibutuhkan ilmu politik. Karena dari situ kita dapat mengatur cara-cara yang inovatif, upaya-upaya yang bersih untuk mendapat kekuasaan dan sekaligus dapat memberikan pendidikan politik bagi masyarakat agar mereka melek politik.

Kita lihat dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, bahwa pemuda telah tampil dalam salah satu kekuatan penentu kemajuan bangsa. Mereka adalah kelompok intelektual dan memiliki idealisme yang tinggi. Karena tingkat usia mereka yang masih belia, perkembangan dan geraknya yang tanpa pamrih serta didukung oleh semangat rela berkorban.

Ya tepat sekali, sama seperti yang saya lakukan bersama kawan-kawan di organisasi Kesatuan Mahasiswa Ulakan Tapakis (KAMUS). Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah, mendirikan pendidikan bahasa Inggris khusus untuk murid sekolah dasar secara cuma-cuma. Seluruh panitia dan instrukturnya adalah anggota KAMUS yang notabene adalah pemuda dan pesertanya terdiri dari murid-murid SD yang berada di wilayah kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman.

Namun, bukan hanya itu cara kita sebagai pemuda untuk mengabdi dan berbakti pada negeri. Sikap peduli dengan politik, juga salah satu bentuk pengabdian dan bhakti pemuda kepada negerinya.

Seperti saat berjuang melawan penjajah, kita melihat peran pemuda yang tidak hanya berpangku tangan dalam meraih cita-cita kemerdekaan. Tetapi mereka memberikan kontribusi nyata, membentuk kesatuan pemuda di setiap daerah dan bersumpah untuk kesatuan bangsa bahkan nyawa mereka korbankan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

Seharusnya hal tersebut juga dilakukan oleh para pemuda saat ini, dengan melakukan kegiatan positif dan bermanfaat bagi lingkungan. Karena itu merupakan tanggung jawab pemuda sebagai generasi penerus, yang akan melanjutkan perjuangan dalam meraih cita-cita bangsa Indonesia.

Penulis melihat, pemuda dan politik merupakan dua elemen atau bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam pembangunan suatu bangsa. Dari sisi itulah pemuda kita dapat memberikan kontribusinya dalam pembangunan nasional, karena tidak selamanya generasi sekarang akan terus bertahan.

Karena itu, harus ada generasi pengganti yang matang dan lebih inovatif dalam membangun bangsa. Dengan terjunnya pemuda ke dunia politik, diharapkan dapat membawa perubahan dalam berdemokrasi kearah yang lebih baik lagi.

Dalam UU No 40 Tahun 2008 Pasal 17 ayat 3, dijelaskan bahwa peran aktif pemuda sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan berbagai hal, salah satunya adalah pendidikan politik dan demokratisasi. Oleh karena itu, pantaslah generasi muda ikut andil dalam pembangunan nasional. Dalam upaya melakukan pendidikan politik yang demokratis, dengan tujuan mewujudkan sistem demokrasi yang lebih baik dan berlandaskan Pancasila.

Kita melihat memang banyak kasus yang terjadi, bahwa percaturan politik di Indonesia penuh dengan permasalahan dan sangat kotor. Seperti, ketidak adilan dalam menggunakanukum, praktek money politik, menggunakan cara black campaign, perseteruan internal partai dan banyaknya politisi yang tersangkut kasus korupsi, kolusi dan nepotisme.

Namun jika pemuda peduli dengan politik, dipastikan akan timbul jiwa kritis dan semangat seorang pemuda dalam mengawal jalannya sistem politik di negara kita. Sehingga kasus-kasus yang sering terjadi dan merusak sendi demokrasi bisa dihindari.

Selain itu, pemuda juga harus cermat dalam mencaritahu apakah pajak-pajak sebagai sumber pendapatan negara, apakah sudah digunakan sebaik-baiknya oleh negara?
Lalu pemuda mencari tahu, kemana perginya dana APBN dan dialokasikan kemana?
Kemudian mencari tahu, instrument negara yang sudah dibentuk ngapain aja kerjanya? Apakah sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Bagaimanapun politik itu bagaikan oksigen, yang setiap hari kita butuhkan. Dan kita tidak bisa lari dari situ, pemuda adalah agen-agen perubahan suatu negara. Dengan kepedulian mereka dalam kancah politik, diharapkan akan membawa perubahan yang terdapat di dalam demokrasi kita.

Dan apabila yang terjadi sebaliknya, para pemuda kita apatis dan masa bodoh terhadap kancah politik serta kebijakan-kebijakan pemerintah. Maka bukan tidak mungkin negara kita akan selamanya jalan ditempat, bahkan bisa mengalami kemunduran. Oleh sebab itu, kepedulian para pemuda memang sangat diperlukan untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan disegani oleh dunia internasional.

Disini saya mengajak kawan-kawan pemuda, ayo kita peduli dengan politik. Mulai sekarang kita dekati para elit politik, agar kita bisa sampaikan aspirasi masyarakat dengan mudah. Ayo kita kawal dan cari tahu, kemana dana pokir wakil rakyat kita disalurkan, ayo kita cari tahu kemana saja dana desa kita di alokasikan. Apakah sudah sesuai dengan peruntukannya?

Politik adalah upaya untuk mengatur dan menguasai negara. Apabila negara butuh pemuda, maka pemuda harus paham dan peduli dengan politik. Politik Indonesia butuh kepedulian pemuda, untuk membawa negara Indonesia kearah yang lebih baik, bermartabat dan berkeadilan.

Oleh : Adi Saputra
(Ketua Karang Taruna Kecamatan Ulakan Tapakis)

loading...