32 C
Padang
Senin, Maret 1, 2021
Beritasumbar.com

Berkunjung ke Kebun Binatang Wujud Partisipasi Masyarakat dalam Konservasi di Masa New Normal
B

Kategori -

Padang,-Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 sejak dua bulan yang lalu telah mengurangi banyak aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat. Kebijakan PSBB tersebut memberikan dampak secara signifikan kepada perlambatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata juga terus menurun secara drastis. New normal kemudian menjadi salah satu solusi dalam mengatasi perlambatan ekonomi dari berbagai sektor, terutama sektor pariwisata.
Sektor pariwisata di Indonesia yang juga terdampak oleh PSBB adalah kebun binatang. Penutupan kebun binatang selama pandemi Covid-19 telah menurunkan pemasukan finansial kebun binatang tersebut, sehingga pengelola menjadi kewalahan dalam menyediakan makanan bagi koleksi satwa yang dilestarikan di sana. Contoh kebun binatang di Indonesia yang turut merasakan dampak pandemi adalah Medan Zoo: kurangnya pemasukan finansial telah mengganggu operasional untuk penyediaan pakan satwa karena sebagian koleksi mereka adalah hewan predator pemakan daging seperti harimau sumatra, harimau benggala, kucing mas, buaya, elang, ular dan biawak. Sedangkan di kebun binatang Bandung Zoological Garden (Bazoga) turut merasakan dampak yang sama dan pihak pengelola berencana memotong rusa untuk menjadi pakan macan tutul.
Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) di Solo mengalami hal serupa, namun pihak pengelola meluncurkan solusi lain yaitu program adopsi satwa, dengan cara mengajak masyarakat membantu berdonasi dalam memberikan pakan hewan yang mereka pilih untuk diadopsi. Tidak hanya itu, banyak lagi kebun binatang di Indonesia yang mengalami kerugian karena Covid-19, seperti Gowa Discovery Park dan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi. Berdasarkan hasil survey Perhimpunan kebun binatang seluruh Indonesia (PKBSI), sebanyak 92% kebun binatang yang berada di Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok hanya memiliki stok pakan satwa hingga bulan Mei saja.
Sebagaimana kita ketahui, kebun binatang merupakan salah satu lembaga konservasi yang melakukan usaha penangkaran berbagai jenis satwa sebagai sarana perlindungan dan pelestarian. Kebun binatang juga termasuk sebagai salah satu upaya konservasi ex-situ atau pelestarian yang dilakukan tidak di tempat hidup asli satwa tersebut, dengan cara menyelamatkannya dari habitat yang tidak aman lagi untuk ditinggali atau terancam dan menempatkannya di bawah perlindungan dan pengawasan manusia. Banyak pengelola kebun binatang yang mendapatkan koleksi hewan langka dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) seperti harimau sumatera untuk dipelihara dan dilestarikan secara ex-situ.
Satwa-satwa yang dipelihara dan dilestarikan di kebun binatang agar tetap bertahan diperlukan perhatian dan dukungan banyak pihak. Seperti Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi telah mendapat dukungan dari Pemerintah dalam penyediaan pakan satwa, sehingga satwa tidak terlalu menderita selama pandemi berlangsung, namun karena kurangnya pengunjung, lembaga konservasi ex-situ ini tetap mengalami kerugian yang signifikan. Lembaga konservasi ex-situ lainnya yang juga perlu dukungan berbagai pihak adalah kebun binatang swasta yang hanya mengutamakan pemasukan finansial dari tiket pengunjung untuk pakan satwa, sehingga satwa mengalami kelaparan dan dapat berujung kematian.
Satwa langka yang tidak dapat tempat lagi di alam liar karena tempat hidupnya telah diambil alih oleh manusia akibat masifnya eksploitasi di bidang pemukiman, pertambangan, perkebunan, dan pertanian mulai kehilangan harapan, kebun binatang menjadi tempat aman untuk ditinggali namun akhirnya juga pupus karena pandemi. Satwa yang dipelihara di kebun binatang kadang hanya mempunyai jumlah yang sedikit di alam. Jumlah populasi satwa yang terus menurun di alam, membuat individu yang masih bertahan di kebun binatang menjadi harapan melindungi jenis satwa yang tersisa, manusia dituntut untuk bertanggungjawab terhadap keberlangsungan hidup mereka setelah tempat hidup mereka diambil dan dieksploitasi untuk kepentingan manusia.
Setelah PSBB yang panjang dan new normal diterapkan serta tempat pariwisata yang telah mulai dibuka satu-persatu termasuk kebun binatang. Merupakan kesempatan bagi kita sebagai masyarakat dalam mendukung pelestarian hewan langka dan terancam punah yang dipelihara dan dilestarikan di kebun binatang. Berkunjung ke kebun binatang selama masa new normal merupakan wujud partisipasi aktif masyarakat dalam konservasi satwa. Uang tiket yang dibayarkan oleh masyarakat ketika berkunjung ke kebun binatang bisa digunakan untuk membeli pakan satwa yang telah kelaparan.
Setelah satwa tersebut kehilangan harapan di habitat asli mereka, jangan sampai harapan mereka untuk hidup di bawah lindungan manusia juga turut pupus. Membantu keselamatan jenis makhluk hidup lainnya yang terancam punah merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan keseimbangan di atas bumi. Manusia sebagai khalifah di bumi dituntut untuk mempertahankan keseimbangan tersebut agar tata kehidupan di bumi tetap berlangsung baik dan dapat diwariskan kepada anak cucu secara berkesinambungan.
Oleh : Robby Jannatan
Dosen Biologi FMIPA Universitas Andalas
 

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Teken Fakta Integritas, ASN Lapas Sijunjung Komit Bebas Korupsi , Bersih, dan Melayani

Sijunjung, beritasumbar.com - ASN Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaro Sijunjung menggelar deklarasi janji kinerja dan pencanangan pembangunan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK)...
- Advertisement -

37 Kandidat Bertarung Di Pilwanag Serentak Sijunjung 2021 Ikuti Tes Tertulis

Sijunjung, beritasumbar.com - Sebanyak 37 ( tiga puluh tujuh) orang putra terbaik  5 (lima) Nagari di Kabupaten Sijunjung berebut tiket untuk masuk 5 (lima) bursa...

Lutut Membesar Sebesar Bola Kaki, Ini Penyebabnya

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Miris, rupanya lutut membesar sebesar bola kaki dialami Bintang Herlambang (18), yang kini tengah dirawat di Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi, karena...
- Advertisement -

Wako Bukittinggi Erman Safar Buktikan Janji dan Komitmennya

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Sering memang, seseorang setelah duduk di tahta yang telah didapat, bakal banyak lupa apa yang telah dijanjikan. Penyakit lupa, terkadang harus...

Pelanggaran Netralitas ASN-Wali Nagari Di Limapuluh Kota Selama Pilkada 2020, Ini Rinciannya

Sarilamak, beritasumbar.com - Selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, empat pelanggaran yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN)...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...

SEKOLAH MERDEKA-KU (1)

“Ketika ruh ditiupkan sang Khalik dalam Rahim ibumu dan diterima,Sebuah modal hidup; mata, mulut, hati dan fikiran dan lainnya sudah tersediaNamun, kenapa engkau penjarakan,...

CUDIN, SAHABAT YANG UNIK

“Siapapun orang disekitarmu atau diluar sana, Mereka adalah mereka, dia adalah dia…! jangan berharap mereka kan pernah menjadi dirimu atau dirimu akan menjadi seperti mereka dan dia berkacalah dan jadilah dirimu sendiri…”

Mama, Aku Pengin Jadi Pilot Pesawat Tempur

“Hidup tanpa cita-cita seperti berlayar tampa nahkoda, …maka bermimpilah, sebelum mimpi itu dilarang”
- Advertisement -