25 C
Padang
Sabtu, Mei 8, 2021
Beritasumbar.com

Berkunjung ke Kebun Binatang Wujud Partisipasi Masyarakat dalam Konservasi di Masa New Normal
B

Kategori -

Padang,-Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 sejak dua bulan yang lalu telah mengurangi banyak aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat. Kebijakan PSBB tersebut memberikan dampak secara signifikan kepada perlambatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata juga terus menurun secara drastis. New normal kemudian menjadi salah satu solusi dalam mengatasi perlambatan ekonomi dari berbagai sektor, terutama sektor pariwisata.
Sektor pariwisata di Indonesia yang juga terdampak oleh PSBB adalah kebun binatang. Penutupan kebun binatang selama pandemi Covid-19 telah menurunkan pemasukan finansial kebun binatang tersebut, sehingga pengelola menjadi kewalahan dalam menyediakan makanan bagi koleksi satwa yang dilestarikan di sana. Contoh kebun binatang di Indonesia yang turut merasakan dampak pandemi adalah Medan Zoo: kurangnya pemasukan finansial telah mengganggu operasional untuk penyediaan pakan satwa karena sebagian koleksi mereka adalah hewan predator pemakan daging seperti harimau sumatra, harimau benggala, kucing mas, buaya, elang, ular dan biawak. Sedangkan di kebun binatang Bandung Zoological Garden (Bazoga) turut merasakan dampak yang sama dan pihak pengelola berencana memotong rusa untuk menjadi pakan macan tutul.
Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) di Solo mengalami hal serupa, namun pihak pengelola meluncurkan solusi lain yaitu program adopsi satwa, dengan cara mengajak masyarakat membantu berdonasi dalam memberikan pakan hewan yang mereka pilih untuk diadopsi. Tidak hanya itu, banyak lagi kebun binatang di Indonesia yang mengalami kerugian karena Covid-19, seperti Gowa Discovery Park dan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi. Berdasarkan hasil survey Perhimpunan kebun binatang seluruh Indonesia (PKBSI), sebanyak 92% kebun binatang yang berada di Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok hanya memiliki stok pakan satwa hingga bulan Mei saja.
Sebagaimana kita ketahui, kebun binatang merupakan salah satu lembaga konservasi yang melakukan usaha penangkaran berbagai jenis satwa sebagai sarana perlindungan dan pelestarian. Kebun binatang juga termasuk sebagai salah satu upaya konservasi ex-situ atau pelestarian yang dilakukan tidak di tempat hidup asli satwa tersebut, dengan cara menyelamatkannya dari habitat yang tidak aman lagi untuk ditinggali atau terancam dan menempatkannya di bawah perlindungan dan pengawasan manusia. Banyak pengelola kebun binatang yang mendapatkan koleksi hewan langka dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) seperti harimau sumatera untuk dipelihara dan dilestarikan secara ex-situ.
Satwa-satwa yang dipelihara dan dilestarikan di kebun binatang agar tetap bertahan diperlukan perhatian dan dukungan banyak pihak. Seperti Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi telah mendapat dukungan dari Pemerintah dalam penyediaan pakan satwa, sehingga satwa tidak terlalu menderita selama pandemi berlangsung, namun karena kurangnya pengunjung, lembaga konservasi ex-situ ini tetap mengalami kerugian yang signifikan. Lembaga konservasi ex-situ lainnya yang juga perlu dukungan berbagai pihak adalah kebun binatang swasta yang hanya mengutamakan pemasukan finansial dari tiket pengunjung untuk pakan satwa, sehingga satwa mengalami kelaparan dan dapat berujung kematian.
Satwa langka yang tidak dapat tempat lagi di alam liar karena tempat hidupnya telah diambil alih oleh manusia akibat masifnya eksploitasi di bidang pemukiman, pertambangan, perkebunan, dan pertanian mulai kehilangan harapan, kebun binatang menjadi tempat aman untuk ditinggali namun akhirnya juga pupus karena pandemi. Satwa yang dipelihara di kebun binatang kadang hanya mempunyai jumlah yang sedikit di alam. Jumlah populasi satwa yang terus menurun di alam, membuat individu yang masih bertahan di kebun binatang menjadi harapan melindungi jenis satwa yang tersisa, manusia dituntut untuk bertanggungjawab terhadap keberlangsungan hidup mereka setelah tempat hidup mereka diambil dan dieksploitasi untuk kepentingan manusia.
Setelah PSBB yang panjang dan new normal diterapkan serta tempat pariwisata yang telah mulai dibuka satu-persatu termasuk kebun binatang. Merupakan kesempatan bagi kita sebagai masyarakat dalam mendukung pelestarian hewan langka dan terancam punah yang dipelihara dan dilestarikan di kebun binatang. Berkunjung ke kebun binatang selama masa new normal merupakan wujud partisipasi aktif masyarakat dalam konservasi satwa. Uang tiket yang dibayarkan oleh masyarakat ketika berkunjung ke kebun binatang bisa digunakan untuk membeli pakan satwa yang telah kelaparan.
Setelah satwa tersebut kehilangan harapan di habitat asli mereka, jangan sampai harapan mereka untuk hidup di bawah lindungan manusia juga turut pupus. Membantu keselamatan jenis makhluk hidup lainnya yang terancam punah merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan keseimbangan di atas bumi. Manusia sebagai khalifah di bumi dituntut untuk mempertahankan keseimbangan tersebut agar tata kehidupan di bumi tetap berlangsung baik dan dapat diwariskan kepada anak cucu secara berkesinambungan.
Oleh : Robby Jannatan
Dosen Biologi FMIPA Universitas Andalas
 

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Serahkan 100 Paket Sembako Untuk Petugas Kebersihan, Wabup Sijunjung: Terima Kasih Emersia Grup

Sijunjung, beritasumbar.com - Wakil Bupati Sijunjung Iradatillah menyerahkan 100 paket sembako bantuan Emersia Grup untuk petugas kebersihan yang ada di Lingkungan Pemkab Sijunjung. Penyerahan paket...
- Advertisement -

Tujuh OPD Kota Padang Panjang Peroleh Hak Akses Data Perseorangan Penduduk

Padang Panjang, beritasumbar.com - Sebanyak tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang telah memperoleh hak akses terhadap data perseorangan penduduk. "Ini...

Tim Yustisi Penegak Perda Kota Payakumbuh Gelar Razia

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Razia yang dilakukan Tim Yustisi penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru terus dilaksanakan di Payakumbuh, mengingat saat ini kasus Covid-19 terus meningkat.
- Advertisement -

Bupati Sijunjung Imbau ASN Hingga Masyarakat Salurkan Zakat Lewat Baznas

Sijunjung, beritasumbar.com - Bupati Sijunjung Beny Dwifa Yuswir mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMN, BUMD di daerah itu supaya menyerahkan zakat kepada  Baznas...

Program Kesos DPD PKS Bukittinggi Bagikan Ratusan Paket Sembako

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Membantu se samanya, merupakan bahagian dari program bidang sosial Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tak tanggung-tanggung, di bulan Ramadhan ini, sebanyak 100...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN Dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kota Padang sudah resmi memiliki walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa pada tanggal 7 April 2021. Dimana sebelumnya Hendri Septa menjabat sebagai wakil walikota dan selanjutnya pelaksana tugas Walikota Padang. Posisi tersebut ditempatinya untuk mengisi kekosongan setelah Buya Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumbar.

MARI EFEKTIFKAN LAGI LIMBAGO USALI DI SETIAP NAGARI…!

"SEBAGAI salah seorang yang pertama menggulirkan wacana gagasan "Baliak Banagari"di tahun 1990-an silam (waktu itu beberapa kali saya tulis di Skh. Singgalang yang kemudian direspon banyak pihak sehingga bergulir menjadi polemik konstruktif-pen), menurut Mak Yum apa pangka bala (sumber utama malapetaka atau yang menyebabkan) gagalnya agenda Baliak Banagari yang telah dijalankan sejak tahun 2000?" tanya seorang peserta seminar nasional tentang Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Museum Adityawarman Padang, tahun 2016 lalu.

TAN GINDO; DALAM DILEMA KEHIDUPAN

“Sudah jatuh tertimpa tangga,dibunuh anak mati induknya, dibunuh induk mati anaknya,begitulah masalah kehidupan mejadi dilemamaka ambil lah hikamah dan kebijksanaankarena dia hanya seperti dua...

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...
- Advertisement -