25 C
Padang
Wednesday, December 2, 2020
Beritasumbar.com

Pesona Ombak Palukahan, Bangka Belitungnya Sijunjung
P

Kategori -

Kab.Sijunjung,BeritaSumbar.com,-Sijunjung sangat dikenal dari Objek Wisatanya, Seperti Geopark Silokek dan Perkampungan Adatnya. Dukungan Pemerintah Daerah mengalir untuk membangun Objek Wisata di Sijunjung. Bahkan sekarang Sijunjung sedang bejuang menjadikan Geopark Silokek sebagai Warisan Dunia. Geopark Silokek ini terintegrasi khususnya ada 5 Nagari. Silokek, Durian Gadang, Mangganti, Sumpur Kudus Selatan dan Nagari Sumpur Kudus.

Salah satu objek wisata yang terkenal dan terintegrasi dalam Geopark Silokek yaitu Ombak Palukahan. Belum ke Sijunjung, kalau belum pernah ke Ombak Palukahan. Ada bebatuan di objek wisata ini yang tersusun rapi secara alami bak serasa Bangka Belitung ke dua. Hamparan pasir putih yang luas layaknya di pesisir pantai sangat memungkinkan untuk area perkemahan dan acara lainnya. Hening dari hirup pikuk dan suara desiran ombak menimbulkan ketenangan dan kesan alaminya. Yusri, tokoh masyarakat Durian Gadang dan juga sebagai Wali Nagari terpilih sangat berkomitmen untuk memajukan pariwisata di durian gadang. Salah satunya tentu Ombak Palukahan.

“Saya akan dorong masyarakat, ninik mamak dan pemerintahan nagari untuk sama-sama berkomitmen memajukan objek wisata di Durian Gadang. Salah satunya yaitu Objek Wisata Ombak Palukahan. Insya Allah akses jalan dan fasilitas di Objek Wisata ini akan kita usahakan untuk dilengkapi. Agar Wisatawan bisa lebih mudah mengakses tempat ini”, Tanggap Yusri, Tokoh Masyarakat Durian Gadang.

Ombak Palukahan juga merupakan penghasil ikan terbesar di Sijunjung. Disinilah masyarakat setempat menangkap ikan dengan cara “malukah dan posok” (perangkap ikan). Objek ini juga sangat strategis untuk spot pancing ikan besar seperti Patin, Baung, Buan, dll. Dahulu Ombak Palukahan menghasilkan ikan sampai 1 Ton Per Hari. Tapi hari ini memang sangat jauh berkurang. Bapak Suhat, sebagai salah seorang penangkap ikan di Ombak Palukahan juga mengakui merosotnya hasil tangkapan ikan dari tahun sebelumnya.

“Dulu disini sumber ekonomi terbesar masyarakat kami. Bahkan hasilnya bisa sampai 1 Ton Per hari. Tapi hari ini hasil tangkapan kami jauh berkurang. Hanya cukup untuk pembeli beras saja”, Kata Suhat, Salah seorang Penangkap ikan di Ombak Palukahan.

Tidak hanya itu, Ombak Palukahan juga menjadi arena Arum Jeram. Bahkan tingkat kesulitan medan Arum Jeram disini mencapai Level 4. Jarang yang bisa melewati jalur ini kalau tidak punya skill tingkat tinggi. Tidak hanya itu. Ombak Palukan juga kaya akan nilai-nilai sejarah dan peradaban manusia. Tatkala dahulunya transportasi masyarakat via sungai, Ombak Palukahan merupakan tempat Transitnya kapal atau perahu.(Harbi)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Batal Pembangunan Masjid Agung, DPRD Dukung Pemko Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Pembangunan Gedung Utama Mesjid Agung Kota Payakumbuh pada tahun 2021 mendatang dibatalkan. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Hamdi Agus dalam...

Warga Digemparkan Dengan Api Menyala Di Drainase Belakang SPBU Parit Rantang

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Warga Parit Rantang Payakumbuh Barat sekitar jalan Padang tepatnya belakang SPBU pada Sabtu 28/11 pagi dibuat geger bahkan ada yang histeris....

Laporan Kinerja DPRD Kota Payakumbuh Tahun 2020, Sampai Bentuk Pansus Tangani Covid-19

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com (adv)- Tentunya banyak hal yang penting dan perlu diketahui oleh masyarakat terhadap apa yang telah diperbuat oleh wakil rakyat Kota...

Diduga Gantung Diri, Pria di Limapuluh Kota Ditemukan Tak Bernyawa di Sebuah Pohon

Limapuluh Kota, BeritaSumbar.com - Seorang pria yang belum diketahui identitasnya didapatkan tak bernyawa dan tergantung disebuah pohon di Koto Baru Simalanggang, Kecamatan...

TP-PKK Bersama Satgas Covid-19 Nasional Gelar Pelatihan Kader Pro Sehat

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Menindaklanjuti surat satuan tugas penanganan Covid-19 nomor Und.23/D-IV/RR.03-SATGASPP/11/2020 perihal rapat koordinasi satgas bidang perubahan perilaku dengan Tim Penggerak PKK(TP-PKK), TP-PKK bekerjasama...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Pocket Book Panduan Penilaian Melalui E-Learning Platforms Bagi Guru IPA Tingkat SMP Di Kota Padang

Sejak wabah Covid-19 mulai muncul di Kota Padang, nasional hingga mancanegara, kegiatan pembelajaran di sekolah yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka terpaksa...

SMP Muhammadiyah 6 Padang Ukir Prestasi Lewat Pembinaan Bakat Siswa

Keberadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 6 Padang termasuk salah satu sekolah yang diperhitungkan di Sumatera Barat, karena prestasi yang diraih oleh para siswanya di berbagai ajang perlombaan. Selain membekali dengan ilmu agama, sekolah ini juga membina dan menyalurkan bakat dan keterampilan para siswanya.

Temukan Pungli Di Padang Panjang, Segera Lapor Ke Rumah Aspirasi

Padang Panjang, beritasumbar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Dwi Indrayati, SH, MH melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Minang...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

Bappeda Sumbar Gelar FGD di Payakumbuh Timur untuk Susun Profil Daerah Irigasi Batang Agam

Payakumbuh, BeritaSumbar - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat menggelar fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan profil sosial ekonomi teknik...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

Meski Defisit Anggaran, Payakumbuh Tetap Alokasikan Insentif Guru Mengaji-Tahfiz

Payakumbuh, beritasumbar.com- Meski mengalami defisit anggaran pada 2021 karena adanya pemotongan akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan tetap menganggarkan intensif bagi...

Tingkat Pelayanan Kesehatan Di Payakumbuh Empat kali Jumlah Penduduk

Payakumbuh, beritasumbar.com -Tingkat pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh melebihi jumlah penduduk, bahkan angkanya mencapai empat kali lipat dari jumlah penduduk 138.000 jiwa,...

Ratna Dewi Pettalolo Resmikan Pusat Layanan Informasi Publik Bawaslu 50 Kota

Limapuluh Kota, beritasumbar.com – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo mengunjungi Luak Limopuluah dalam rangka kunjungan kerja sekaligus meresmikan...
- Advertisement -