31 C
Padang
Senin, Juli 22, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Perjalanan Cinta dan Adat di Kota Pariaman
P

Kategori -
- Advertisement -

Pariaman,BeritaSumbar.com,- Di tengah keindahan alam dan kekayaan budaya Minangkabau, terdapat sebuah tradisi unik yang hanya bisa ditemui di Pariaman, Sumatera Barat. Tradisi ini adalah “Majapuik,” sebuah prosesi yang merefleksikan kedalaman adat istiadat dan nilai-nilai luhur dalam pernikahan. Majapuik, yang secara harfiah berarti “menjemput,” adalah tradisi di mana pihak keluarga perempuan menjemput calon pengantin pria ke rumahnya untuk melangsungkan pernikahan. Tradisi ini tidak hanya menambah keunikan adat pernikahan Minangkabau, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya nilai kesetaraan dan kebersamaan dalam masyarakat Pariaman.

Sejarah dan Makna Majapuik

Majapuik adalah tradisi yang telah ada sejak lama di Pariaman, mencerminkan sistem kekerabatan matrilineal yang dianut oleh masyarakat Minangkabau. Dalam sistem ini, garis keturunan ditarik dari pihak ibu, dan perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam struktur sosial dan keluarga.

Majapuik memiliki makna filosofis yang dalam. Tradisi ini menggambarkan bahwa pernikahan adalah sebuah proses penyatuan dua keluarga, bukan hanya antara dua individu. Dengan pihak perempuan yang aktif menjemput calon pengantin pria, ini menunjukkan penghormatan dan penerimaan yang tinggi terhadap calon menantu. Tradisi ini juga melambangkan bahwa pernikahan adalah bentuk gotong royong dan kerja sama antara dua keluarga besar, serta menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan keseimbangan dalam hubungan keluarga.

Prosesi Majapuik

Prosesi Majapuik biasanya diawali dengan musyawarah antara keluarga perempuan dan ninik mamak (pemuka adat) untuk menentukan waktu dan cara pelaksanaan upacara. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam prosesi Majapuik:

  1. Pemilihan Utusan: Keluarga perempuan memilih utusan yang terdiri dari kerabat dekat dan ninik mamak untuk menjemput calon pengantin pria. Utusan ini dipilih berdasarkan kehormatan dan kemampuan mereka dalam menjalankan adat.
  2. Persiapan Jemputan: Pihak perempuan mempersiapkan segala keperluan untuk menjemput calon pengantin pria, termasuk pakaian adat, hantaran, dan perlengkapan lainnya. Semua ini dipersiapkan dengan penuh perhatian dan kesungguhan.
  3. Penjemputan Calon Pengantin Pria: Pada hari yang telah ditentukan, rombongan utusan dari pihak perempuan berangkat menuju rumah calon pengantin pria. Rombongan ini biasanya diiringi dengan musik tradisional dan tari-tarian, menambah kemeriahan suasana.
  4. Penerimaan di Rumah Calon Pengantin Pria: Setibanya di rumah calon pengantin pria, rombongan utusan disambut dengan upacara penyambutan yang hangat dan penuh kebersamaan. Setelah itu, calon pengantin pria dipersiapkan untuk dibawa ke rumah calon pengantin perempuan.
  5. Penyatuan di Rumah Calon Pengantin Perempuan: Setibanya di rumah calon pengantin perempuan, kedua keluarga berkumpul untuk melangsungkan upacara adat pernikahan. Upacara ini biasanya melibatkan berbagai ritual adat, doa, dan nasihat dari para ninik mamak.

Nilai-nilai yang Terkandung dalam Majapuik

Tradisi Majapuik tidak hanya sekadar prosesi pernikahan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang penting bagi masyarakat Pariaman:

  1. Kesetaraan dan Penghormatan: Dengan pihak perempuan yang menjemput calon pengantin pria, tradisi ini menunjukkan bahwa pernikahan adalah bentuk penghormatan dan penerimaan yang setara antara kedua belah pihak.
  2. Gotong Royong: Persiapan dan pelaksanaan Majapuik melibatkan banyak orang dan kerja sama antara keluarga besar, menunjukkan semangat gotong royong yang kuat dalam masyarakat Minangkabau.
  3. Pelestarian Adat: Majapuik adalah salah satu cara untuk melestarikan adat dan tradisi Minangkabau, serta mengajarkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
  4. Keharmonisan Keluarga: Dengan menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara dua keluarga, Majapuik mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan dan kerukunan dalam kehidupan keluarga.

Majapuik adalah tradisi yang kaya akan makna dan nilai-nilai luhur. Melalui prosesi ini, masyarakat Pariaman tidak hanya melestarikan warisan budaya mereka, tetapi juga meneguhkan nilai-nilai kesetaraan, kebersamaan, dan keharmonisan dalam pernikahan. Di tengah arus modernisasi, tradisi Majapuik tetap menjadi simbol kebanggaan dan identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Dengan memahami dan menghargai tradisi ini, kita dapat belajar banyak tentang pentingnya menjaga nilai-nilai luhur dalam kehidupan kita sehari-hari

Penulis: Obel SP.MP
Dosen Prodi Agroteknologi Fak Pertanian Unand

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img