26 C
Padang
Rabu, Januari 19, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Peran Guru PAI Dala, Mencegah Pengaruh Negatif Sosial Media Pada Siswa
P

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: Eltrina Oktania,
Dr. Hj. Demina, M. Pd.

Di zaman yang semakin canggih dan maju ini pendidikan sangat berperan penting di dalamnya. Maka dari itu pendidikan harus lebih ditingkatkan lagi, baik itu dalam hal membina akhlak peserta didik atau dari segi kualitas guru itu sendiri, dimana seorang guru harus mampu meningktakan profesionalitasnya dalam mengajar terutama guru mata pelajaran pendidikan agama islam. Terlebih lagi pada saat sekarang, dimana teknologi yang sudah semakin canggih dan berkembang pesat. Terutama yang berhubungan dengan sosial media yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dengan sosial media dapat memudahkan orang untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan lancar walaupun itu dengan jarak yang beribu-ribu kolometer jauhnya. Sekarang hampir semua kalangan yang memiliki sosial media. Apalagi semenjak munculnya wabah covid 19 yang menuntut proses pembelajaran dilakukan secara online. sistem pembelajaran online ini tentu menggunakan sosial media yang dapat mendukung pembelajaran seperti watshaap,Telegram,Yotube dan masih banyak lagi. Namun disamping itu juga, ada dampak negatif yang dapat merusak atau membayakan peserta didik jika salah dalam menggunakannya. Disinilah peran guru terutama guru pendidikan Agama islam dibutuhkan.

Kemajuan teknologi yang semakin canggih ini merupakan produk manusia yang membuat segala urusan menjadi lebih mudah dan praktis (Saiful, 2019 :1). Salah satu akses internet yang banyak digunakan saat ini di kalangan peserta didik adalah media sosial. Sosial media merupakan sebuah media online, kapanpun dan dimanapun pemakainya berada mereka akan dengan mudah untuk saling berpartisipasi. Berpartisipasi maksudnya disini adalah mereka akan dengan mudah untuk saling berbagi informasi atau hanya untuk saling menanyakan kabar. Kemudahan yang telah tersedia tersebut sering disalahgunakan oleh peserta didik untuk hal-hal yang tidak sepantasnya.

Ada Beberapa perilaku yang menunjukkan dampak negatif penggunaan sosial media diantaranya, ketika berbicara peserta didik menggunakan kata-kata yang tidak baik untuk diucapkan, meniru apa yang mereka lihat di media sosial dan mempraktekannya di lingkungan mereka tinggal seperti tutur kata, gaya berpakaian, dan gaya hidup yang kebarat-baratan, ada peserta didik yang mengakses media sosial ketika proses belajar mengajar berlangsung sehingga perhatiannya terhadap pembelajaran berkurang, tawuran antar pelajar dikarenakan kesalahpahaman antar pengguna sosial media dan kurangnya minat baca siswa serta menurunnya prestasi siswa karen asyik dengan sosial media yang mereka gunakan.

Media sosial (social media) adalah sebuah media online di mana pengguna dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan membuat konten, termasuk blog, media sosial, wiki, forum, dan dunia virtual. Blog, media sosial, dan wiki mungkin adalah bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sekelompok aplikasi berbasis Internet yang dibangun di atas fondasi ideologis dan teknologi Web 2.0 dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran konten yang dibuat pengguna.” (Wilga Secsio dkk, :50)

Yang dimaksud dengan jejaring sosial menurut Ardianto Elvinaro pada dasarnya jejaring sosial adalah media massa, media massa ini dibagi menjadi dua bagian yaitu media cetak dan media elektronik, media cetak seperti surat kabar, majalah dan media elektronik seperti radio, televisi, dll. Secara umum, media sosial diartikan sebagai media online yang mendukung interaksi sosial. jejaring sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Beberapa situs jejaring sosial yang paling populer saat ini adalah: blog, Twitter, Facebook, dan Wikipedia (Nisa Khairuni, 2016: 94).

Media sosial memiliki banyak dampak negatif bagi siswa. beberapa dari mereka acuh tak acuh terhadap kelas dan sombong terhadap siswa lain, dalam hal ini terjadi kurangnya komunikasi langsung antara siswa. Fakta tersebut cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial siswa. Selain efek tersebut, siswa cenderung menggunakan media sosial hanya sebagai sarana hiburan, yang dapat berdampak negatif tidak hanya bagi siswa itu sendiri, tetapi juga masyarakat. Siswa yang baru mengenal situs jejaring sosial sering menggunakan fasilitas ini untuk memeriksa hal-hal aneh. seperti gambar-gambar tidak senonoh, video asusila lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian siswa itu sendiri. sehingga siswa terhambat dan terganggu dalam proses pembelajaran di sekolah karena siswa tidak memikirkan dampak dari media sosial tersebut.

Dalam sebuah artikel dijelaskan bahwa, “With the increased use of social media,malicious adn irresponsible people benefit themselves of the freedom of social media platforms ti lie, scam,attack, and hurt others in a number of ways. many criminals have taken advantage of social media ti hide their identity and commit several crimes such as cyber bullying, cyber terrorism, human trafficking, drug dealing, etc.”(Jacob Amedie, 2015: 11-12)

Artikel tersebut menjelaskan bahwa seseorang menggunakan media sosial untuk melakukan kejahatan. Tidak jarang hal tersebut terjadi pada siswa yang mudah terpengaruh oleh hal tersebut. Sehingga dapat melukai moral ketika siswa telah dipengaruhi oleh hal-hal negatif di media sosial.

Peran Guru pendidikan agama islam sebagai motivator dalam mencegah pengaruh negatif sosial media dapat dilihat pada berbagai aktivitas di lingkungan sekolah guru selalu mengingatkan peserta didik akan tujuan primer mereka datang ke sekolah yaitu buat menimba ilmu serta mengikuti proses aktivitas belajar semaksimal mungkin. tak terlepas pada pengajar Pendidikan agama Islam, mereka selalu memberi masukan dan  dorongat positif pada para peserta didik agar tidak menyia-nyiakan waktu belajar yang telah mereka dapatkan, sebab masih banyak anak-anak di luar sana yg dalam usia sekolah tetapi mereka tidak semuanya mendapatkan kesempatan yang baik buat mendapatkan ilmu pengetahuan melalui bangku sekolah sebab berbagai kondisi.

Berhubungan dengan peran guru PAI menjadi motivator dalam menanggulangi dampak perilaku negatif penggunaan media sosial, yaitu dengan cara memberikan motivasi pada siswa supaya memiliki semangat dalam belajar, kemudian semangat dalam melakukan kegiatan-kegiatan religi seperti sholat dhuha, istighozah setiap minggu,  mengaji, serta lain-lain.  Selain itu, seorang guru khususnya pengajar PAI seharusnya mencontohkan tauladan yg baik bagi siswanya. agar peserta didik dapat meniru perilaku positif yang dicerminkan oleh pengajar. contohnya saat mengajar di dalam maupun di luar kelas, usahakan pengajar mematikan atau men-silent ponselnya supaya dapat berkonsentrasi pada materi serta peserta didik. (Ilmi Yani, 2021 : 52-53)

Pengajar menjadi informator, selain menyampaikan berita bahan pelajaran yg sudah diprogramkan, pengajar juga wajib menyampaikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Jadi terkait ini, perihal sosial media. Khususnya pengajar PAI , kita harus menyampaikan isu kepada anak-anak tentang sosia media, baik itu bagaimana cara menggunakannya dengan baik, akibat positifnya, maupun akibat negatifnya. semua ini buat meminimalisir anak dalam memakai sosial media.

Peran guru sebagai informator dalam mencegah dampak negatif penggunaan sosial media. Yaitu, yang pertama, pengajar menginformasikan akibat postitif maupun akibat negatif sosial media. yang kedua, guru selalu berusaha meminimalisir peserta didik dalam menggunakan sosial media. dalam hal ini tentunya kolaborasi antara pengajar dan  orang tua sangat perlu diperhatikan karena untuk memantau kegiatan para siswa di rumah tidak mampu dilakukan oleh guru akan tetapi peran orang tua sangatlah dibutuhkan buat memperhatikan serta mengingatkan aktivitas anak-anaknya. yang ketiga, guru bisa memanggil orang tua atau wali ketika terdapat anak yg diketahui pada Handphone-nya ada hal-hal yg kurang senonoh. pengajar PAI, wali kelas, pengajar BK sangat perlu saling bekerja sama jika ada orang tua peserta didik yg dipanggil guna menuntaskan permasalahan peserta didik yang berkaitan dengan kesulitan belajar, penyalah gunaan sosial media atau apapun permasalahan yg mampu merusak kelancaran kegiatan belajar siswa. (Ilmi Yani, 2021 : 55-56)

Pengaruh lingkungan adalah salah satu faktor penghambat guru pendidikan agama Islam untuk mencegah dampak negatif penggunaan jejaring sosial, karena apa yang terjadi di sekitar sekolah dan lingkungan umum lainnya dapat dialami oleh siswa secara langsung maupun melalui internet. Sebagai contoh kecil, siswa diajak untuk melihat konten negatif, melakukan pelecehan seksual, melihat berbagai jenis kekerasan di media sosial, mendorong merokok, dan menggunakan narkoba yang dapat digunakan oleh orang-orang di sekitarnya.

Kurangnya dukungan dari orang tua juga menjadi penghambat guru PAI dalam mencegah damp-ak negatif sosmed terhadap siswa. Banyak orang tua yang tidak mau bekerja sama dengan guru karena orang tua tidak terlalu aktif memantau anaknya saat menggunakan media sosial dan tidak mengawasi anaknya di rumah. Orang tua siswa berpendapat bahwa guru agama Islam di sekolah telah menyampaikan ajaran Islam dengan benar tentang perintah dan larangan Allah dan mengajari anak-anak mereka tentang cara menggunakan media sosial yang baik dan tidak lemanggar norma. Orang tua siswa SMA menganggap tidak perlu lagi mengawasi dan mengawasi anaknya saat menggunakan media sosial. (Ismail, 2018:114-116)

Jadi penggunaan atau pemakaian sosial oleh peserta didik banyak sekali pengaruhnya, tidak hanya dampak positif saja dampak negatifpun jauh lebih banyak. Seperti siswa menjadi malas belajar yang nantinya akan berdampak pada pretasi siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Ismail. (2018). Peran Guru PAI dalam Mengantisipasi Dampak Penggunaan Media Sosial Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama. IQRO: Jurnal Of Islamic Education, 1(1).

Yani, Ilmi. (2021). Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengarasi Pengaruh Negati Media Sosial Pada Siswa SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. (skripsi), Bengkulu: IAIN Bengkulu.

Jacob, Amedie. (2015). The Impect Of Social Media On Society. (Santa Clara University : POP Culture Interections. 11-12.

Khairuni, Nisa. (2016). Dampak Positif dan Negatif Sosial Media Terhadap Pendidikan Akhlak Anak. Jurnal Edukasi, 2(1), 94.

Secsio Wilga R.p., Nunung Nurwati R., & S.Budiarti Meilanny. Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku Remaja. Riset & PKM, 3(1), 50.

Saiful. (2019). Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mencegah Dampak Sosial Media Terhadap Akhlak Peserta Didik di Sekolah Menengah Keguruan Negeri 2 Kota Palopo. (skripsi), Palopo: IAIN Palopo .

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img