31 C
Padang
Kamis, Januari 20, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pembelajaran Daring Siswa Di Masa Pandemi Covid-19
P

- Advertisement -

Oleh: Dina Andriyani
Dr. Hj. Demina, M. Pd

Indonesia pada saat sekarang ini sedang mengalami masa pandemi covid-19. Salah satu dampak dari pandemi covid-19 ini yaitu tertutupnya tempat pendidikan yaitu sekolah-sekolah. Karena penutupan dari sekolah ini, untuk tetap melanjutkan pendidikan atau pembelajaran, maka penanganan dalam mengatasi masalah ini yaitu dengan diterapkannya pembelajaran daring atau pembelajaran berbasis online. Pembelajaran daring atau disebut juga dengan pembelajaran online adalah suatu kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang menggunakan internet yang dilakukan dengan jarak jauh atau tidak bertemu secara langsung, tetapi menggunakan media elektronik dan media sosial yang bisa memudahkan siswa atau peserta didik untuk belajar kapanpun dan dimanapun.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia belajar artinya berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Seseorang bisa dikatakan belajara apabila dalam diri orang tersebut terjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Menurut Robert M. Gagne belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi berupa kemampuan manusia yang terjadi setelah belajar secara terus-menerus, bukan sisebabkan oleh pertumbuhan saja. Menurut Harold Spears, belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba tentang sesuatu, mendengarkan dan mengikuti petunjuk. Belajar juga bisa diartikan  serangkaian kegiatan jiwa dan raga untuk memperoleh dan mendapatkan suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut asek kognitif, afektif dan psikomotorik (R. Gilang K, 2020: 7-8).

Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses interaksi antara guru dan peserta didik. Pembelajaran adalah usaha dari seorang guru untuk memberikan pembelajaran kepada peserta didik dan mengarahkan interaksi  pada peserta didik dengan sumber belajar lain dengan maksud agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Menurut Undang-undang Republik Indonesia tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pengertian pembelajaran adalah suatu proses interaksi anatara pendidik dengan peserta didik dan sumber belajara yang berlangsung dalam suatu lingkungan belajar.         

Jadi, pembelajaran artinya adalah suatu proses kegiatan interaksi antata guru dan siswa yaitu pemberian pengetahuan berupa materi pembelajaran serta pemberian bimbingan yang dilakukan agar dapat merangsanng peserta didik agar dapat termotivasi untuk belajar sehingga tujuan pembelajara dapat tercapai.

Sedangkan daring yang akronimnya adalah “dalam jaringan” adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan melalui sistem daring yang memanfaatkan teknologi internet. Pembelajaran daring sering dikenal dengan pembelajaran online. Menurut Bilfaqih dan Qomarudin, pembelajaran daring adalah program penyelenggaraan kelas pembelajaran. Dalam pembelajaran daring ini menggunakan tekologi multimedia berupa kelas virtual, streaiming vidio, pesan suara, email, telepon konferensi, teks online animasi, dan lain sebagainya. Pembelajaran daring merupakan bentuk pebelajaran yang menjadikan siswa menjadi mandiri, karena dalam pembelajaran ini siswa diharapakan mampu memahami penjelasan guru dan mencari sumber belajar lain yang bisa membantu siswa belajar baik itu ketika mengerjakan tugas maupun mencari tambahan pengetahuan (Syarifudin, 2020).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring adalah suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dengan menggunakan internet dimana dalam proses embelajarannya tidak bertemu secara langsung atau face to face tetapi menggunakan media teknologi jarak jauh sehingga pembelajaran dapat dilakukan di manapun dan kapanpun.

Ciri-ciri Pembelajaran Daring Pembelajaran daring dilaksanakan sesuai dengan tatacara pembelajaran jarak jauh atau tidak bertatap muka (face to face) menurut peraturaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (PERMENDIKBUD) Nomor 109 tahun 2013 bahwa pwmbeljran daring memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Dalam pembelajaran daring dilakukan dengan jarak jarak jauh dalam proses belajar mengajarnya melalui penggunaan teknologi media komunikasi, 2) Proses pembelajarannya dilakukan secara elektronik (e-learning) yaitu proses pembelajaran dapat diakses oleh peserta didik kapanpun dan dimanapun dengan memanfaatkan paket atau teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, 3) sumber belajar adalah proses pembuatan materi pembelajaran yang dikembangkan dan dikemas yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, 4) pembelajaran daring bersifat terbuka, belajar tuntas, dan menggunakan teknologi lainnya, membelajarakan peserta didik dengan cara belajar mandiri, dengan cara memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang ada (Samoling, dkk, 2021: 127).

Manfaat Pembelajaran Daring atau E-learning Manfaat e-learning atau pmbelajaran daring dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu dari sudut pandang siswa dan dari susut pandang guru. Dari sudut pandang siswa mandaat dari e-learning ini antara lain: 1) dengan pembelajaran e-learning maka dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi, yaitu siswa dapat mengakses bahan-bahan pembelajaran setiap saat dan dimana saja serta berulang-ulang, 2) siswa dapat beromunikasi kepada guru setiap saat melalui media komunikasi, 3) siswa menjadi lebih mandiri dalam proses belajar mengajar, 4) fasilitas yang digunakan juga ada dimanapun seperti hp (gadget) dan laptop sehingga semua siswa dapat belajar dengan fasilitas yang tersedia dimana saja.

Sedangkan dari sudut pndang guru manfaat yang dapat diperoleh dari pembelajaran e-learnig atau daring ini anatara lain; 1) guru dapat lebih mudah dalam melakukan pemutakhiran bahan-bahn belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutn perkembangan keilmuan yang terjadi dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, 2) guru dapat mengembangkan diri dengan melakukan penelitian karena waktu luang yang dimiliki reatif banyak, 3) memuahkan guru dalam mengontrol kegiatan belajar siswa, yaitu guru dapat mengetahui kapan siswanya belajar, topik apa yang dipelajari berapa lama sesuatu topik dipelajari serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang, 4) dapat memufahkan guru dalam mengajar, karena pembelajaran daring tidak perlu menyiapkan media pembelajaran seperti papan tulis dan lain sebagainya, guru hanya perlu menjelaskan dan menyiapkan bahan untuk dilihat di media virtual atau media lainnya ketika pembelajaran itu berlangsung, seperti menyiapkan ppt, bahan ajar dan lain sebagainya.

Sedangkan manfaat pembelajaran E-learning menurut K. Mulf yaitu 1) meningkatkan kadar interaksi antara guru dan siswa, karena kesempatan yang disediakan guru utuk berdiskusi dan bertanya jawab lebih banyak dari pembelajaran bertatap langsung, 2) dapat mengakses pembelajaran dan suber belajar kapan saja dan dimana saja, 3) Menjangkau siswa dalam cakupan yang luas maksudnya dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah siswa yang akan dijangkau dalam kegiatan pembelajaran e-learning akan lebih banyak dan meluas, ruang dan tempat tidak menjadi hambatan lagi, 4) mempermudah penyimpanan dan penyemournaan ateri pembelajaran, karena fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet semakin banyak dan semakin berkembang seperti google drive, dan google yang memudahkan dalam penyimpanan dan tidak berpengaruh terhadap perangkat hp atau laptop (Setiawardhani, 2013:86-89).

Kelebihan dari pembelajaran daring ini antara lain, 1) tersedianya fasiliras e-moderating dimana pengajar dan siswa dapat berkomunikasi dengan mudah melalui fasilitas initernet secara reguler atau kapan saja kegiatan komunikasi itudilakukan, tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu, 2) pengajar dan siswa dapat menggunakan bahan ajar yang terjadwal dan terstruktur melalui interner yang dapat iakses dengan mudah, 3) siswa dapat belajar (meriview) bahan ajar setiap saat dan dimana saja apabila diperlukan mengingat bahan ajar yang tersimpan di komputer atau smartphone, 4) jika siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan pelajaran, dia dapat melakukan akses di internet, 5) baik itu pengajar ataupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, 5) dengan pembelajaran daring dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar, 6) pembelajaran relatif lebih eisien. Contohnya mereka yang tinggal jauh dari sekolah atau kampus perguruan tinggi dapat mengakses dengan musah. Sisi positif dari pembelajaran daring adalah membuka kebebasan ekspresi dan ide-ide peserta didik yang tidak muncul ketika pembelajaran tatap muka dikelas karena rasa malu, segan, takut, dan bahkan belum memiliki kemamuan verbal yang baik. Selain itu kelebihan dari pembelajaran daring adalah keefektifitasan waktu dan tempat.

Sedangkan kekurangan dari pembelajarn daring ini antara lain, 1) kurangnya interkasi antara guru dan siswanya, bahkan antara siswa dengan siswa lainnya, sehingga dapat mengurangi sifat sosialisasi, 2) pembelajaran darinig ini dapat menimbulkan kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan dapat menimbulkan sifat individualis, 3) proses belajar mengajar cenderung kearah peatihan dari pada pendidikan dan proses pembelajarannya cenderung membosankan, 4) berubahnya peran guru yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut untuk menguasai teknik pembelajaran dengan menggunakan ICT (Information Communication Technology), 6) siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal, 7) tidak semua tempat tersedia jaringan internet berkaitan dengan masalah listrik (Suherdy, dkk, 2020: 130-131). Sisi negatif dari pembelajaran daring ini adalah tidak semua peserta didik memiliki tingkat pemahaman yang sama, bagi peserta didik yang rajin dan memiliki motivasi yang tinggi akan mudah dalam menyerap informasi, namun bagi yang kurang terbiasa maka kemungkinan akan kesulitan dalam menyerap informasi, selain itu kemampuan beradaptasi dan bersosialisasi menjadi menurun. Bagi sekolah dalam pembelajaran daring atau online ini memerlukan peralatan dan teknis komputer yang baik dan memerlukan persiapan yang matang dalam pembelajaran. Selain itu terdapat kendala dalam pelaksaanaan pembelajaran daring ini diantaranya adalah jaringan yang susah, tidak memiliki fasilitas seperti handphone atau laptop, tidak memiliki uang untuk membeli paket, sering ketinggalan informasi, siswa yang sulit untuk interaktif, siswa dan guru yang kurang lihai dalam penggunaan teknologi, dan banyaknya gangguan di rumah masing-masing siswa atau guru tersebut.

Dari kelebihan dan kekurangan pembelajaran daring ini, maka hikmah yang bisa kita ambil adalah bahawa dengan pembelajaran daring ini dapat melatih kita untuk memanfaatkan teknologi yang terus berkembang setiap zamannya, penguasaan siswa dan guru yang bervariasi terhadap teknologi pembelajaran menjadi tantangan tersendiri untuk meningkatkan kemampuan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga tidak mengurangi kualitas pembelajaran dan target atau tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran.***

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img