spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pentingnya Reward dalam Pembelajaran Modul Nusantara UNAND
<

Kategori -
- Advertisement -

Mengapa reward dan apresiasi sangat penting bagi peserta mahasiswa? Keberhasilan kelas dan pembelajaran ada bukan hanya di tangan dosen, namun seluruh pihak terkait termasuk mahasiswa yang punya andil besar di dalamnya. “Selalu berusaha menjadi lebih baik lagi dan dengarkan apa yang mereka katakan sungguh lebih bijak dan dewasa dibandingkan merasa sudah paling berkuasa.”

Apresiasi mampu membuat seseorang merasa dihargai keberadaan, opini, atau usahanya. Berikan apresiasi pada mahasiswa sebagai bentuk reward atas apa yang mereka usahakan atau perjuangkan bahkan untuk hal yang mungkin menurutmu itu kecil namun bisa jadi besar menurut orang lain. Apresiasi juga bisa membuat orang lain terdorong untuk lebih kuat, bahkan juga dalam memperjuangkan hal yang sangat berarti bagi mereka.

Berdasarkan pemikiran tersebut, Boby febri krisdianto, salah satu dosen modul nusantara di Universitas Andalas, Padang, membuat tantangan kepada mahasiswa program pertukaran yang belajar di Universitas Andalas. Tantanganya adalah apabila mereka mampu mengirimkan tugas reflectif essay dalam 2 minggu yaitu 16 – 29 oktober 2022, maka mereka mendapatkan reward untuk melakukan refleksi di restaurant Sate Manangkabau. Tentu ini merupakan hal yang menggiurkan bagi mahasiswa program pertukaran yang biasa disebut kelompok TaTiSa (Tali Tigo Sapilin)  yang ingin menjelajah makanan-makanan khas Minangkabau.

Pada 28 oktober 2022, ternyata mahasiswa mampu menyelesaikan tantangan dengan baik, mereka mengirimkan tuganya satu hari sebelum deadline. Oleh karena itu, Bobby sesuai janjinya mengadakan kegiatan refeleksi mereka di Restauran Sate Minangkabau

Makanan yang paling mendapat bintang lima menurut mahasiswa adalah bubur ayam nasi goreng dan tentu satenya. Ketiga makanan tersebut menurut mahasiswa paling enak dan sangat cocok dilidah. Bukan hanya perihal makanan, tempat tersebut juga sangat aesthetic, bersih, ramah lingkungan, dan memiliki view yang mahal.

Refleksi yang dilakukan juga tidak jauh pembahasannya dari makanan, dimana kita mengenal masing-masing makanan khas dari masing-masing daerah yang terdiri dari dua pula lima provinsi. Khusus untuk Provinsi Jawa (Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat) walaupun mereka berasal dari provinsi yang sama namun makanan khasnya berbeda-beda diukur dari tempat tinggal masing-masing. Semisalnya di Jawa Barat ada yang tinggal di Depok dan di Bogor, makanan khas yang mereka bawakan juga berbeda-beda walaupun mereka masuk kategori satu provinsi, hal inilah yang semakin membuat kita mengenal banyaknya kebudayaan nusantara yang harus kita kenal bahkan harus kita budayakan lebih baik dari pada saat ini.

Makanan khas yang didapati tidak jarang juga ada yang hampir mirip namun berbeda dari segi nama dan bentuk penyajiannya. Seperti di Jawa Tengah dan di Jawa Barat ada salah satu makanan khas yang hampir mirip satu sama lain, yaitu lontong sayur hanya saja berbeda penamannya. Hal ini tentu memungkinkan untuk terjadi dikarenakan Indonesia sangat beragam dan tetap menjadi satu jua.

Secara umum mereka sangat menikmati pengalaman di makan di Sate Minangkabau sebagai reward dan apreasi dari tugas yang berhasil dikerjakan oleh mahasiswa contohnya, Isti salah satu mahasiswa program pertukaran yang berasal dari Gorontalo, menyatakan  reward dan apresiasi yang didapatkan dosen mereka, boby membuatnya dan angota TaTiSa lainnya lebih percaya dan mensyukuri kemampuannya. Buat mereka kegiatan reward tersebut membuat mereka merasa dihargai keberadaannya dan buat mereka tersenyum bangga atas diri dan capaiannya untuk nantinya semakin giat dan semangat.

Bobby kembali menjelaskan, kegiatan makan Bersama di Sate Minangkabu memberikan makna tidak hanya belajar keberagaman makanan minang , tetapi reward bagi mahasiswa. “Beri mahasiswa kebebasan dalam mengekspresikan diri atau menentukan cara belajar mereka. Berikan kebebasan dalam belajar pada peserta didik. Tentunya kebebasan yang bertanggung jawab dan dilandasi etika. Izinkah mereka untuk memilih mengasah keterampilan lain apa yang akan menunjang karir mereka di masa depan. Jangan dibatasi.

Biarkan juga mereka tentukan gaya belajar yang sesuai dengan versi mereka. Jangan memaksakan apa menurut kita baik padahal nyatanya bisa jadi tidak bagi mereka. Hargai setiap perbedaan yang ada di antara mereka selama itu tidak keluar dari koridor yang seharusnya. Mereka patut dihargai seberapapun progres yang mereka lakukan. Jangan pernah bandingkan kemampuan dan progres antaranak satu dengan lainnya, tutup bobby.

            .

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img