29 C
Padang
Kamis, Mei 23, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pengelolaan Ulayat Sebagai Kekayaan Nagari Dalam Pemekaran Nagari Di Tapan Pesisir Selatan (Bag 1)
P

Kategori -
- Advertisement -

Tulisan ini disalin dari tesis Ady Surya SH.MH tentang pengelolaan tanah ulayat dalam pemekaran nagari.
ABSTRAK
Permasalahan yang dibahas dalam pemekaran nagari dan hubunganya dengan pengelolaan ulayat nagari adalah Bagaimana pembagian ulayat sebagai kekayaan nagari pada nagari-nagari pemekaran di Tapan, Pesisir Selatan?, Bagaimana penggunaan ulayat nagari pada nagari-nagari pemekaran di Tapan, Pesisir Selatan? Dan Bagaimana pemanfaatan ulayat nagari pada nagari-nagari pemekaran di Tapan, Pesisir Selatan? Pemekaran nagari adalah upaya untuk menambah/memekarkan pemerintahan sebuah nagari (nagari asal) menjadi beberapa pemerintahan nagari. Secara konsep ketatanegaraan, ulayat nagari ini tidak dapat dikategorikan sebagai barang milik negara/daerah. Konsep pengelolaan barang milik negara/daerah ini dengan konsep hak masyarakat adat terhadap ulayat maka dapat kita letakan ulayat nagari sebagai aset nagari yang penguasaan, pengelolaan, dan pemanfaatanya berada pada KAN.
Metode Penelitian hukum yang dilakukan merupakan penelitian yang bersifat yuridis empiris/yuridis sosiologis. Perda Kabupaten Pesisir Selatan No. 8/ 2012 melakukan pemekaran  Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. Kecamatan yang pertama adalah Kecamatan Basa Ampek Balai yang melingkupi pemerintahan  nagari-nagari; Nagari Bukit Buai, Nagari Ampang Tulak, Nagari Riak Danau, Nagari Batang Betung, Nagari Pasar Bukit, Nagari Batang Arak, Nagari Tanjung Pondok, Nagari Koto Anau, Nagari Tapan , Nagari daerah alarambak. Kecamatan Renah Ampek Hulu melingkupi nagari-nagari; Nagari Sungai Gambir Sako, Nagari Limau Purut, Nagari Talang Balarik, Nagari Tebing Tinggi, Nagari Binjai, Nagari Kampung Tengah, Nagari Simpang Gunung, Nagari Kubu Lamo, Nagari Talang Koto Pulai, Nagari Sungai Pinang. Pemekaran nagari adat Tapan menjadi 20 pemerintahan nagari tidak membawa pengaruh terhadap ulayat nagari sebagai kekayaan nagari karena masih tetap berada dalam satu kesatuan  struktur adat nagari  Tapan. Struktur Adat Nagari Tapan adalah Urang Tuo Mangkudum Sati dan Niniak Mamak Nan Barampek.
Penggunaan dan pengelolaan sumber daya alam atau ulayat di Nagari Tapan merupakan pola yang terintegrasi antara individu, masyarakat serta pemangku kebijakan dalam hal ini adalah KAN untuk tingkat nagari dan ninik mamak/datuk pada lingkup suku serta kaum. Artinya, dalam mengelola sumber daya alam atau ulayat tersebut, individu atau kelompok masyarakat harus mendapat izin terlebih dahulu dari pemangku kebijakan dimasing-masing tingkatan, selain itu pendistribusian hak kelola sumber daya alam atau ulayat tersebut juga harus sesuai dengan asas pembagian secara adil dan merata sehingga tidak ada individu/kelompok masyarakat yang mendapat wilayah kelola yang lebih besar atau lebih kecil.
Dan yang paling penting pengelolaan tersebut dilakukan tanpa merusak alam atau lingkungan sekitar. pemekaran  nagari Tapan, Pemanfaatan   tanah ulayat nagari Tapan mengenal konsep ajaran adat   yang berlaku di Minangkabau yang pada hakekatnya tanah ulayat itu tidak boleh dipindahtangankan pada orang lain, baik dalam bentuk jual beli maupun gadai.

HERITAGE LAND MANAGEMENT AS VILLAGE WEALTH IN VILLAGE DIVISION IN TAPAN, PESISIR SELATAN

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img