24.9 C
Padang
Tuesday, December 1, 2020
Beritasumbar.com

Pelaku Ojek di Sawahlunto, Tolak Revisi UU Nomor 22 Tentang LLAJ
P

Sawahlunt, BeritaSumbar.com,-Kerapnya terjadi perseteruan antara ojek konvensional dengan ojek online di berbagai daerah di tanah air, tampaknya menjadi salahsatu penolakan terkait rencana revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Sejauh ini, di kota Sawahlunto Sumatera Barat memang belum ada pelaku ojek online, dan yang ada hanya menggunakan HP sebagai sarana menghubungi jasa tukang ojek bagi para pelanggannya. Dan biasanya, hal itu pun hanya dilakukan bagi mereka yang sudah saling mengenal, sehingga pengguna jasa ojek pun merasa nyaman atau terhindar dari rawannya kejahatan dan kecelakaan dari tukang ojek itu sendiri.
Menanggapi adanya revisi UU LLAJ tersebut, sejumlah masyarakat dari berbagai kalangan di Sawahlunto pun turut angkat bicara. Salahsatunya, dari Ketua Ojek pasar Sapan, Agusril saat ditemui Warta Andalas, Senin 9/4).
Didampingi pelaku ojek konvensional Sunarto dan Roni, pria yang akrab disapa Wak Aguih ini menyatakan bahwa untuk di kota Sawahlunto tidak perlu ada ojek online.
Menurutnya, disamping para pelanggan jarang yang menggunakan HP Andriod, hadirnya ojek online di Sawahlunto juga prediksi akan menyebabkan rawan gesekan.
“Saat ini, kondisi kota sawahlunto cukup tenang, aman dan nyaman. Jika dilegalkan, pasti akan terjadi gap-gap ditengah pelaku usaha ini. Untuk itu, saya minta kepada pihak berwenang yang ada di pusat, agar tidak usah diresmikan,” sebutnya.
Dikatakan Agus, mayoritas pelaku ojek di Sawahlunto adalah usaha sampingan saat tidak ada proyek. Artinya, dengan adanya ojek online nantinya akan dapat menutup peluang usaha bagi mereka.
“Hal inilah yang dikhawatirkan dapat menjadi awal terjadinya gesekan ditengah masyarakat kita. Sebab, saat mereka tidak ada proyek, tidak bisa kembali menjadi tukang ojek,” tuturnya, yang juga diamieni oleh sejumlah tukang ojek lainnya di pangkalan ojek Sapan, Senin siang ini.
Hal senada juga disampaikan pelaku ojek convensional di pasar pusat kota Sawahlunto, Ade Berton.
Menurutnya, di Sawahlunto yang penduduknya multi etnis dan penuh dengan rasa kekeluargaan, tidak butuh adanya ojek online. Sebab, menurut Ade, selain mangkal di pasar, rata-rata pelanggannya akan menghubungi melalui SMS atau langsung menelphone.
“Artinya, kita sudah memiliki hubungan emosional atau kedekatan dari masing-masing pelanggan, sehingga mereka merasa nyaman menggunakan jasa layanan kami,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) kota Sawahlunto, H. Adi Muaris Khatib Kayo menyatakan bahwa tidak perlu ada revisi UU LLAJ, karena sudah ada komitment dari Dinas Perhubungan, Polri dan PU serta pihak terkait lainnya tentang peraturan Lalulintas.
“Hanya tinggal bagaimana cara melaksanakannya secara optoimal. Jika diperlukan, agar dilaksanakan PERPPU atau Perpres untuk menunda revisi tersebut, sehingga tidak menghabiskan energy dan tidak menghamburkan keuangan Negara dan juga tidak menimbulkan polemic yang mengakibatkan keresahan di tengah masyarakat,” ungkap mantan PNS yang pernah menjabat berbagai Kepala Bidang itu.
Kapada Warta Andalas, ia juga menghimbau agar para pelaku usaha jasa ojek untuk tetp melakukan aktivitasnya seperti biasa, namun harus tetap mengikuti dan mentaati semua peraturan yang berlaku.
Sementara itu, menanggapi penolakan yang datang dari berbagai pihak tersebut, Kapolres Sawahlunto AKBP. Zamroni Wibowo, SH, S.IK didampingi Kasat Lantas AKP. Harry M Puytra, S.Si mengatakan bahwa pihaknya tetap akan mengacu pada aturan serta intruksi dari Polri.
“Kita berharap polemic terkait revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dapat memicu terjadinya benturan di tengah masyarakat ini, dapat segera diselesaikan oleh pemerintah,” sebutnya.
Namun demikian, lanjut dia, kita di institusi Polri akan tetap berpegang pada UU dan Peraturan yang berlaku. (ap)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Militer Ottoman Mulai Memakai Meriam pada 1420-an

Perkembangan militer yang paling penting selama periode bangkitnya Kerajaan Ottoman adalah pengenalan meriam dan senjata api lainnya. Senjata-senjata ini digunakan di Eropa Barat selama...

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Universal Dt Paduko Bosa Nan Kuniang Terpilih Sebagai Ketua PPN Koto Nan Godang

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Sempat vakum beberapa waktu, Kepengurusan Pemuda Paga Nagari Koto Nan Godang kembali dipilih. Minggu 29/11 melalui musyawarah Nagari dilaksanakan pemilihan ketua PPN...

Wawako Bandung Saksikan Penampilan SPD Band Di Pasar Ekraf 2020

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com--- SPD Band tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe, Kawasan Batang Agam pada...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

SISSCa 2020 Masuk Top 100 Wonderful Event Kemenparekraf

Sawahlunto,BeritaSumbar.com,- Perhelatan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2020 masuk dalam Top 100 Wonderful Event versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

Pocket Book Panduan Penilaian Melalui E-Learning Platforms Bagi Guru IPA Tingkat SMP Di Kota Padang

Sejak wabah Covid-19 mulai muncul di Kota Padang, nasional hingga mancanegara, kegiatan pembelajaran di sekolah yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka terpaksa...

SMP Muhammadiyah 6 Padang Ukir Prestasi Lewat Pembinaan Bakat Siswa

Keberadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 6 Padang termasuk salah satu sekolah yang diperhitungkan di Sumatera Barat, karena prestasi yang diraih oleh para siswanya di berbagai ajang perlombaan. Selain membekali dengan ilmu agama, sekolah ini juga membina dan menyalurkan bakat dan keterampilan para siswanya.

Temukan Pungli Di Padang Panjang, Segera Lapor Ke Rumah Aspirasi

Padang Panjang, beritasumbar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Dwi Indrayati, SH, MH melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Minang...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

80 KK Terima Bantuan Kambing Dari Pemko Sawahlunto

Sawahlunto, BeritaSumbar.com,- Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto Provinsi Sumatra Barat memberikan bantuan ternak kambing kepada masyarakat. Tahun 2020 ini, bantuan ternak kambing...

Bappeda Sumbar Gelar FGD di Payakumbuh Timur untuk Susun Profil Daerah Irigasi Batang Agam

Payakumbuh, BeritaSumbar - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat menggelar fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan profil sosial ekonomi teknik...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

Meski Defisit Anggaran, Payakumbuh Tetap Alokasikan Insentif Guru Mengaji-Tahfiz

Payakumbuh, beritasumbar.com- Meski mengalami defisit anggaran pada 2021 karena adanya pemotongan akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan tetap menganggarkan intensif bagi...
- Advertisement -