31 C
Padang
Senin, Maret 4, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pelaksanaan Handover Berbasis SBAR & Bedside di RSUD Padang Pariaman
P

Kategori -
- Advertisement -

Penulis: Ns. Dewi Murni, M.Kep
Dosen Keperwatan Universitas Andalas.

Pelaksanaan timbang terima memerlukan peningkatan komunikasi efektif guna menggiatkan Sasaran Internasional Keselamatan Pasien (SIKP). Komunikasi akan efektif apabila dalam pelaksanaannya memperhatikan ketepatan waktu, keakuratan dan kelengkapan informasi, serta dapat diterima oleh si penerima informasi sehingga dapat mengurangi kesalahan intervensi. Timbang terima klien harus dilakukan seefektif mungkin dengan menjelaskan secara singkat jelas dan lengkap tentang tindakan mandiri perawat, tindakan kolaboratif yang sudah dilakukan atau belum dan perkembangan klien saat itu.

Informasi yang disampaikan harus akurat sehingga kesinambungan asuhan keperawatan dapat berjalan dengan sempurna. Prosedur timbang terima idealnya dilakukan dalam tiga tahap yakni pelaporan tentang kondisi pasien, validasi ke ruangan pasien, dan yang terakhir evaluasi di nurse station setelah dari ruang perawatan. Dalam pelaksanaan timbang terima terdapat beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi timbang terima diantaranya adalah keterampilan komunikasi, strategi atau standar timbang terima, penggunaan teknologi, waktu pelaksanaan, beban kerja perawat, pendidikan dan pelatihan, keterlibatan staf serta supervisi.

Apabila operan tidak dilaksanakan dengan baik maka akan terjadi keterlambatan penetapan diagnosis dan pemberian pengobatan, pemeriksaan yang berlebihan, kepuasan pasien rendah dan hari rawat lebih lama. Timbang terima yang dilakukan di samping tempat tidur pasien (bedside) dapat memberikan informasi mengenai pasien yang lebih akurat, dan lebih efektif dengan catatan hal-hal yang menyangkup privasi pasien bisa disampaina nurse station.

Dasar pelaksanaan timbang terima bedside adalah dapat meningkatkan nilai kepuasan pasien, keselamatan dan kualitas pasien, pengalaman pasien dalam perawatan, kepuasan staf Keperawatan, waktu yang lebih efisien dan akuntabilitas antara perawat. Timbang terima bedside mendukung komunikasi 2 (dua) arah antara anggota keluarga pasien dan perawat. Komunikasi yang baik pada dasarnya dapat meningkatkan keselamatan pasien.

Komunikasi efektif berbasis SBAR adalah kerangka teknik komunikasi yang disediakan untuk berkomunikasi antar petugas kesehatan dalam menyampaikan kondisi pasien. Komunikasi SBAR atau Situation, Background, Assessment, Recommendation, metode komunikasi ini digunakan saat perawat melakukan timbang terima (handover) ke pasien.

Komunikasi SBAR efektif dalam meningkatkan pelaksanaan serah terima antar shift, yang melibatkan bukan hanya salah satu namun semua anggota tim kesehatan untuk memberikan masukan ke dalam situasi pasien. Manfaat penggunaan komunikasi efektif metode SBAR dengan pelaksanaan handover yaitu meningkatkan keefektivan informasi pasien, membuat pekerjaan lebih tersistematis, perawat dapat mengikuti perkembangan pasien secara terstruktur, terhindar dari kesalahan yang tidak diharapkan.

Oleh karena itu, metode komunikasi efekti SBAR diharapkan dapat dijadikan sebagai pilihan metode komunikasi yang dapat digunakan di Rumah Sakit.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img