29 C
Padang
Sabtu, April 20, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Payakumbuh Punya ObsesiI Penghasil Raphis Excelsa Terbesar
P

Kategori -
- Advertisement -

Meski sudah larut malam, sekitar pukul 22.30 WIB, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, tidak merasa lelah melepas pengiriman tanaman hias Raphis Excelsa milik Keltan Ademas Kelurahan Koto Tangah, Kecamatan Payakumbuh Barat, ke Belanda, Rabu (11/6).  Begitu pita warna merah putih  digunting Walikota, truk bermuatan 534 rangkaian raphis excelsa itu,  langsung meluncur menuju Jakarta.

Walikota Riza Falepi saat melepas keberangkatan bunga hias bernilai ekspor  itu, didampingi  Kadis Tanaman Pangan Hortikultura Sumbar diwakili  Yeni, Ketua Bappeda Rida Ananda,  Sekdis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Antoni Jaya, Kabid Tanaman Pangan Hortikultura Wal Asri, Camat Payakumbuh Barat H. Nurdal dan Kabag Tapem Erwan serta Lurah Koto Tangah Eri Aswid.

Walikota Riza Falepi mengaku bangga dengan pengiriman bunga hias berbentuk palm ini. Pemerintah kota akan memfasilitasi kebutuhan keltan dalam meningkatkan produksi raphis excelsa ke depan. “Apa yang diinginkan keltan, kita akan memfasilitasinya. Tolong disikapi dalam bentuk rencana anggaran kegiatan tahun depan,” tegas walikota kepada pimpinan SKPD terkait.

Menurut Walikota, tanaman hias raphis excelsa akan mampu memberikan harapan peningkatan kesejahteraan petani di kota ini. Permintaan pasar  cukup besar,  sedangkan Payakumbuh belum mampu memenuhinya. Apalagi  bunga hias ini dibayar  pembeli dalam bentuk mata uang poundsterling. Kesempatan langka yang harus disikapi secara serius dan sungguh-sungguh, sebut Walikota.

Ketua Kelompok Tani Ademas, Erwanto,  melaporkan, sejak 2011 lalu, pihaknya sudah mengirim tiga kali raphis excelsa ke Belanda lewat investor Jakarta asal  Sumbar. Pihak Belanda meminta pengiriman satu kountener (1.500 rangkaian bunga) per bulan. Tapi, Keltan Ademas baru mampu mengirim 500 sampai 700 rangkaian per empat bulan.

Untuk meningkatkan produksi, katanya, lahan 1 hektar raphis excelsa milik keltan harus ditambah, termasuk pengadaan sungkup buat pemeliharaan raphis excelsa yang telah dirangkai. “Kalau sungkup tak ada, sulit bagi petani tanaman hias untuk merawat bunga raphis excelsa  yang telah dirangkai,”  tambah Akmal anggota keltan Ademas.

“Kami sangat berharap Pemko mampu memberikan bantuan untuk keltan Ademas dalam pengadaan sungkup itu. Pasalnya, pengadaan sungkup berbentuk sangkar yang diberi atap memakan biaya lebih kurang Rp40 juta. Cukup berat bagi keltan untuk pengadaan sungkup dengan dana sendiri,” tambah Erwanto dan Akmal.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img