25 C
Padang
Rabu, Desember 7, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Nonton dan Diskusi Film untuk Inspirasi dari Buya Hamka
N

Kategori -
- Advertisement -

Padang,BeritaSumbar.com,- Mahasiswa peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2 yang inbound di Universitas Andalas, diajak untuk menonton dan mendiskusikan sebuah film yaitu “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck”. Sebuah film drama romantis Indonesia tahun 2013 yang disutradarai oleh Sunil Soraya dan diproduseri oleh Ram Soraya.

Di dalam film, berlatar tahun 1930-an, dari tanah kelahirannya Makassar, Zainuddin berlayar menuju kampung halaman ayahnya di Batipuh, Padang Panjang. Di sana, ia bertemu dengan Hayati, seorang gadis cantik jelita yang menjadi bunga di persukuannya. Kedua muda-mudi itu jatuh cinta. Namun, adat dan istiadat yang kuat meruntuhkan cinta mereka berdua.

Film ini dialihwahanakan dari novel berjudul sama karangan Buya Hamka. Tenggelamnya Kapal van der Wijck merupakan novel karya Hamka yang pertama kali terbit pada tahun 1938 sebagai cerita bersambung dalam rubrik “Feuilleton” majalah Pedoman Masyarakat.

Tenggelamnya Kapal van der Wijck mengisahkan cinta tak sampai yang dihalangi oleh adat Minangkabau yang terkenal kukuh. Dalam novel itu diceritakan bahwa Zainuddin, seorang anak yang lahir dari perkawinan campuran Minang dan Makasar, tidak berhasil mempersunting gadis idamannya, Hayati, karena ninik-mamaknya tidak setuju dan menganggap Zainuddin sebagai manusia yang tidak jelas.

Dalam diskusi tersebut menghadirkan Pemateri yakni Donny Eros, seorang Dosen dan Peneliti yang pakar tentang pefilman dari Departemen Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Univeraitas Andalas. Seorang pemerhati film jebolan studi film di salah satu kampus yang berada di Inggris. Dengan dimoderatori oleh Eli Ratni, salah satu Dosen Modul Nusantara yang juga Dosen Fakultas Peternakan, Universitas Andalas.

Dalam diskusi, para mahasiswa peserta yang diantaranya berasal dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Papua, sangat antusias dalam mencoba untuk mengklarifikasi antara isi cerita film dengan realitas kehidupan sehari-hari di Minangkabau. Donny Eros menyebutkan bahwa isi novel dan film sesungguhnya adalah sebuah kritik yang disampaikan oleh Buya Hamka terhadap kehidupan di ranah yang masih berpikir sempit dalam menyikapi dinamika kehidupan dunia yang lebih luas.

Acara menonton dan mendiskusikan film tersebut diselenggarakan pada Sabtu, 24 September 2022, mulai dari jam 13.00 WIB sampai selesai di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center yang disebut-sebut sebagai tempat bagi anak-anak muda kreatif di Kota Padang untuk berkreasi. Berlokasi di Jalan Bagindo Aziz Chan No. 8 Padang Timur, Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat 25586.

Pada kegiatan ini, para mahasiswa peserta PMM 2 di Unand ini juga diajak menikmati minuman kopi susu produk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yaitu “Harmonis Space” yang didampingi oleh Dosen-Dosen Universitas Andalas, yaitu: Eli Ratni, Edita Elda, Muhammad Idris, dan Virtuous Setyaka.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img