23 C
Padang
Sabtu, Januari 22, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Murid SD Belajar di Luar Kelas, OCDay Ditarget Satu Juta Peserta
M

- Advertisement -

Bukittinggi, BeritaSumbar.com ,- Pelaksanaan Hari Belajar di Luar Kelas atau Outdoor Classroom Day (OCDay) yang diikuti ratusan murid SDN 02 Percontohan Bukittinggi berlangsung semarak, Kamis (1/11).
Iven yang digagas secara serentak se Indonesia oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) ini sebagai bentuk partisipasi sekaligus memperingati Hari Anak Internasional.
Staf KPPA yang datang langsung memantau acara tersebut, Varidlo Fuad,  menyatakan, belajar dan bermain merupakan salah satu dari hak anak yang diharapkan dapat memberikan wawasan dan keterampilan penting dalam kehidupan, seperti daya tahan, kerja sama, dan kreativitas.
“Kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya mendukung Sekolah Ramah Anak (SRA), dengan melangsungkan kegiatan belajar di luar kelas, atau Outdoor Classroom Day (OCDay),” jelasnya.
Hari Belajar di luar kelas atau dikenal dengan OCDay merupakan kampanye global untuk menginspirasi aktivitas belajar di luar kelas, minimal 90 menit setiap hari.
“Jutaan anak dari ribuan sekolah di seluruh dunia turut mengambil bagian dalam kampanye ini.  Lebih dari 120 negara akan melakukan gerakan Belajar di Luar Kelas, di antaranya: Inggris, Australia, India, Colombia, Saudi Arabia dan Amerika,” paparnya.
Sebanyak 806.591 murid adalah partisipan anak-anak di seluruh Indonesia yang didaftarkan oleh 2.123 kepala sekolah/ madrasah di Indonesia.
“Targetnya satu juta anak akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang berasal dari lebih dari 10 ribu satuan pendidikan,” ulas pria yang biasa disapa Ridho ini.
Sementara itu Kepala SDN 02 Percontohan Bukittinggi, Sri Ramayenti menyatakan salah satu indikator terbentuknya Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah kegiatan belajar di luar kelas. Program SRA membantu mewujudkan kondisi aman, nyaman, serta menjamin pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, selama anak dalam satuan pendidikan.
“Karena itu, belajar di luar kelas sangat dibutuhkan untuk menunjang proses belajar ramah anak. Dengan demikian diharapkan kesehatan mental dan fisik anak-anak kita semakin baik. Membuat mereka semakin banyak melakukan aktivitas yang juga baik untuk tumbuh kembangnya,” jelasnya. (*/RY)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img