28 C
Padang
Selasa, Oktober 19, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Meski Defisit Anggaran, Payakumbuh Tetap Alokasikan Insentif Guru Mengaji-Tahfiz
M

- Advertisement -

Payakumbuh, beritasumbar.com– Meski mengalami defisit anggaran pada 2021 karena adanya pemotongan akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan tetap menganggarkan intensif bagi guru mengaji dan guru tahfiz di daerah tersebut.

Kabid Paud dan PNFI pada Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Irwanto di Payakumbuh, Senin, mengatakan kesepakatan tetapnya diberikan insentif bulanan bagi tenaga pendidik pendidikan non formal tersebut telah dievaluasi dan dibahas  bersama ratusan orang guru mengaji di TPQ/TPSQ/MDA/MDTA dan garin masjid di setiap kecamatan.

“Setiap bulannya guru mengaji dan tahfiz ini sudah mendapatkan haknya dari pemerintah Kota Payakumbuh, berupa insentif yang dikirim ke rekening secara rutin. Jumlah insentif itu sesuai dengan tingkatan sertifikasi mereka,” jelasanya.

Pada tahun 2019 ada sebanyak 452 orang guru ngaji menerima insentif dan pada tahun 2020 sebanyak 453 orang guru ngaji.

“Besaran yang diterima oleh guru TPQ yang bersertifikasi A sebesar Rp. 450.000, sertifikasi B sebesar Rp. 400.000, sertifikasi C sebesar Rp. 380.000, dan non sertifikasi sebesar Rp. 368.500,” katanya.

Dengan anggaran yang mencapai Rp2,18 miliar pada tahun 2020, pemko juga melakukan gebrakan baru dengan menyertakan 40 orang guru tahfiz yang juga ikut mendapatkan insentif. Diantara kota/kabupaten lainnya di Sumbar, baru Payakumbuh yang mengalokasikan APBD di dinas pendidikan untuk insentif guru tahfiz tersebut.

“Saat ini, guru tahfiz baru masuk ke kategori non sertifikasi. Kita akui karena keterbatasan anggaran belum semua guru ngaji yang dapat difasilitasi oleh dana insentif ini, namun seiring waktu berjalan tentu akan ada peningkatan, tergantung bagaimana persetujuan DPRD dan kepala daerah kita,” ujarnya.

Salah seorang guru mengaji di Kelurahan Tigo Koto Diate Syahril M mengatakan adanya insentif bagi guru mengaji ini sangat diapresiasi sekali olehnya meskipun ia tidak mengharap materi melainkan pertanggung jawabannya dunia akhirat.

“Kami tentu akan melaksanakan kewajiban kepada anak-anak didik, biarlah Allah yang akan membalasnya. Masukan kami adalah untuk yang akan datang kendala mengajar seperti jam belajar anak dan perhatian orang tua harus ditingkatkan. Juga kalau bisa untuk lembaga keagamaan ditingkatkanlah sarananya supaya bisa nyaman anak belajar agama, seperti di sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kepala KUA Payakumbuh Utara Asrul mengatakan kementerian agama melalui Kantor Kemenag mengapresiasi Pemko Payakumbuh atas kebijakan adanya insentif guru mengaji dan garin mesjid. Tak banyak daerah yang punya kebijakan seperti ini.

“Kami menyadari begitu pentingnya guru TPQ bagi generasi kita, dengan adanya insentif ini sebagai bentuk penghargaan dari pemko, meski jumlahnya tak banyak, namun kita patut berseyukur dan berterimakasih atas perhatian wali kota Riza terhadap guru-guru ngaji di Payakumbuh,” ujarnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img