31 C
Padang
Senin, Desember 6, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Masalah Pembangunan dalam Pembangunan Ekonomi
M

- Advertisement -

Oleh: Syaiful Anwar, SE., M.Si

(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh)

Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Namun ada pula yang memahami kemiskinan ke dalam tiga konsep, yakni:

1) Garis kemiskinan yang dikaitakan dengan kebutuhan konsumsi minimum sebuah keluarga atau sering disebut sebagai kemiskinan primer dengan indikasinya adalah dua per tiga pendapatan habis buat makan

2) Kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut menjadi fenomenanegara-negara dunia ketiga yang ditandai oleh keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan tetapi rentan terjerambab ke kubangan garis kemiskinan. Sedangkankemiskinan relatif adalah keluarga berada di atas garis kemiskinan tetapi rentan terjerembab ke kubangan garis kemiskinan.

3) Kemiskinan massal atau kantong kemiskinan adalah kemiskinan yang melanda satunegara atau wilayah dan hal ini membuatnya menjadi kompleks dalam mengatasinya.

Caroline Thomas juga menjelaskan ada dua pandangan terkait dengan kemiskinan, yakni pandangan tradisional dan pandangan alternatif. Pandangan tradisional melihat kemiskinan sebagai situasi ketika manusia tidak mempunyai uang untuk membeli makanan danmemenuhi kebutuhan material dasar. Oleh karena itu, perlu diadakan pembangunan yang bertujuan untuk mentransformasi pemenuhan kebutuhan ekonomi tradisional menjadi industri. Hal ini maksudnya adalah setiap individu menawarkan tenaganya sendiri untuk mendapatkan uang, daripada mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pandangan tradisional ini berasumsi bahwa kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang tak terbatas adalah pada sistem pasar bebas sehingga ekonomi akan mencapai titik lepas landas dan memberikan kemakmuran bagi semua orang. Pada pandangan ini ukurannya adalahpertumbuhan ekonomi dan Gross Domestic Product  (GDP) melalui industrialisasi termasuk pertanian. Prosesnya berjalan dari atas ke bawah yaitu berlandaskan pada pengetahuan ahli, biasanya pihak barat, investasi yang besar pada proyek yang luas, teknologi modern, dan perluasan sektor privat.

Adapun pandangan alternatif melihat kemiskinan sebagai situasiketika manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan material dan kebutuhan non-materialdengan usaha mereka sendiri. Pembangunan dalam pandangan ini bertujuan untuk menciptakan manusia yang berkembang baik melalui kehidupan sosial, budaya, politik, danekonomi yang terpelihara.

Asumsi dasar dari pandangan ini yaitu kecukupan, yang berartinilai hakiki dari alam, keragaman budaya, dan kontrol komunitas yang penting, manusiaberaktivitas selaras dengan alam, partisipasi, dan memberikan suara bagi kaum yangterpinggirkan, misalnya anak-anak dan kelompok suku tertentu. Ukurannya dilihat dari pemenuhan kebutuhan material dan non-material bagi setiap orang, kondisi lingkungan alam yang baik, dan kepenuhan kebutuhan politik bagi yang terpinggirkan. Prosesnya berjalan daribawah ke atas yaitu : partisipasi, bersandar pada pengetahuan dan teknologi lokal yangdiperlukan, investasi kecil pada proyek kecil, dan perlindungan bagi masyarakat.

#SyaifulAnwar #Unand #Payakumbuh

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img