26 C
Padang
Kamis, Februari 2, 2023
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Andalas Gelar Edukasi tentang Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami pada Anak
M

Kategori -
- Advertisement -

Penulis : Arif Rohman Mansur

Bekerja sama dengan RT/RW di kelurahan Parupuk Tabing Koto Tangah Kota Padang, mahasiswa profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Andalas laksanakan praktik lapangan. Praktik lapangan tersebut diadakan di RW 17 Muaro Ganting atau dikenal juga dengan Kampung KB Bangau Putih Kelurahan Parupuk Tabing dengan melibatkan 5 Rukun Tetangga (RT) yang ada di daerah tersebut.

Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Andalas memberikan edukasi tentang “Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami pada Anak” yang dilaksanakan di Paud PKBM-Farilla Ilmi.

Kegiatan yang dilakukan pada Kamis 24/11 tersebut melibatkan beberapa orang mahasiswa, yaitu Ahmad Mudhofir, S.Kep, Rahmi Zikri, S.Kep, Dina Rahmiyanti Saputri, S.Kep,  Puteri Nabilla, S.Kep, Fadilah Lukvianti, S.Kep, Serly Aprilia, S.Kep, Wulandari Astagina, S.Kep, Putri Rahmadani, S.Kep, Merry Christiany, S.Kep, Rosyi Aulia, S.Kep, Della Silviana, S.Kep dan didampingi oleh dosen Pembimbing akademik sekaligus sebagai penyuluh yaitu Ns. Arif Rohman Mansur, S.Kep., M.Kep.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam kegiatan mitigasi bencana yaitu memberikan penyuluhan atau edukasi kesiapsiagaan bencana pada kelompok rentan yaitu pada anak-anak. Metode pembelajaran dengan dua metode yaitu ceramah, video dan  simulasi. Variasi metode pembelajaran agar anak tidak merasa bosan dan membuat anak tetap aktif serta semangat mengikuti proses pembelajaran hingga selesai.

Edukasi pertama dilakukan dengan metode ceramah dengan media Power poin dan video mengenai pengertian bencana, jenis-jenis bencana, pengertian gempa bumi, tanda-tanda tsunami, penyebab terjadinya gempa bumi, upaya yang harus dilakukan sebelum terjadi gempa bumi dan saat terjadi gempa baik ketika berada di berbagai tempat seperti (dalam rumah, luar rumah, sekolah,  jalan, gedung, mal, pantai, mobil, kereta api) kemudian menjelaskan tentang isi tas siaga bencana. Pada akhir sesi edukasi direncanakan mengadakan kegiatan simulasi bencana gempa bumi. Namun, dikarenakan cuaca hujan kegiatan simulasi bencana tidak dilakukan. Anak-anak dan orang tua dari RW 17 sangat antusias mengikuti kegiatan edukasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa keperawatan Universitas Andalas.

Pada tahap penutup, dilakukan evaluasi tingkat pemahaman anak-anak terhadap proses kegiatan dan pendampingan yang telah dilakukan. Evaluasi dilakukan dengan menilai pemahaman memberikan pertanyaan kembali kepada anak mengenai materi yang disampaikan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah peserta sudah paham atau belum tentang informasi yang telah disampaikan.

Kegiatan edukasi ini merupakan rangkaian dari kegiatan praktek profesi Program Studi Profesi Ners untuk mendukung capaian visi Fakultas Keperawatan Universitas Andalas yaitu “Menjadi Pusat Pendidikan Sarjana Keperawatan/Ners yang bermartabat dengan keunggulan dalam bidang keperawatan bencana Berbasis Kemitraan Masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang Tangguh ditingkat Nasional dan Regional tahun 2030”.

Mengingat bencana gempa bumi yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat dengan kekuatan mencapai Magnitudo 5,6 pada Senin 21/11 sangat membuat duka pada masyarakat Indonesia dengan jumlah korban tewas anak dibawah 15 tahun sebanyak 59 orang dilansir dari detikJabar pada Kamis 24/11. Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Andalas menyampaikan dukacita dan belasungkawa atas musibah yang terjadi di Kabupaten Cianjur. Mari kita bersama berdoa, semoga para korban diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah yang terjadi. Bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur ini hendaknya membuat masyarakat menjadi lebih waspada dan melakukan mitigasi bencana.

Hal ini membuat mahasiswa keperawatan Universitas Andalas semakin gencar untuk mengingatkan masyarakat RW 17 Kelurahan Parupuk Tabing melalui salah satu kegiatannya yaitu dengan upaya edukasi mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami kepada anak-anak. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan kesiapsiagaan anak–anak dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi dan tsunami. Anak – anak mendapat pengalaman belajar yang menarik serta seakan-akan melihat visualisasi keadaan gempa bumi dan tsunami dan hal-hal yang perlu dilakukan ketika terjadi gempa bumi dan tsunami.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img