31 C
Padang
Senin, Maret 4, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Mahasiswa/i KKN UNAND melakukan kegiatan sosial masyarakat membuka kayu manis
M

Kategori -
- Advertisement -

Agam,BeritaSumbar.com,—Mahasiswa/i KKN Universitas Andalas yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Ulfanora S.H, M.H. melakukan program kerja sosial masyarakat yaitu mengupas kulit kayu manis, pada rabu (16/08/2023).

Kayu manis merupakan komoditas unggulan di Malalak Barat, terkhususnya di Jorong Bantiang Selatan. Sebagian besar masyarakat di nagari ini berprofesi sebagai petani kayu manis, dan sisanya ada yang menjadi guru, pejabat wali nagari, pengusaha kedai kopi dan lain-lainya. Kayu manis yang dapat dikupas kulitnya merupakan kayu manis yang telah kering, setelah melewati penjemuran kurang lebih dua hari atau tiga hari, tergantung panasnya cuaca hari tersebut.

Mahasiswa-mahasiswi KKN PPM Universitas Andalas yang ketuai oleh Akram Juswara, melakukan rutinitas membuka kayu manis ini bersama orang tua angkat di lokasi posko KKN. Untuk jadwal membuka kayu manis ini tidak dapat dipastikan, biasanya satu kali dalam tiga hari, masyarakat disini akan berkegiatan seharian di rumah untuk membuka kayu manis, selain itu mereka pergi ke parak atau kebun kayu manis untuk membersihkan lokasi kebun, mengecek dan merawat pohon dan lain-lain.

Kayu manis yang telah diproses akan dijual kepada pengepul kayu manis dengan kisaran harga tiga puluh lima ribu per kilogram nya, tergantung harga pasaran masa itu.

Salah satu warga Nagari Malalak Barat, bapak Haikal mengatakan “sejak awal tahun kemarin satu kilogram kayu manis dihargakan tiga puluh lima ribu rupiah, tahun-tahun sebelumnya bisa enam puluh ribu rupiah, harga tersebut sangat jauh turun drastis daripada tahun-tahun sebelumnya.”

Tambahan, butuh waktu kisaran dua puluh tahun untuk menanam pohon kayu manis yang memang layak untuk di ambil kulitnya, oleh sebab itu petani juga perlu meregenerasi pohon kayu manis secara berkala.

Widya Eka Putri mahasiswa tahun ketiga jurusan Agroteknologi mengatakan “Biasanya kami dan amak serta apak melakukan kegiatan ini pada malam hari, namun jika apak amak pulang cepat dari kebun, sore kami sudah memulainya untuk mengansur-ansur kerjaan”.

Sudah selayaknya mahasiswa KKN saling membantu dan bersosialisasi antar masyarakat setempat, jangan sampai mahasiswa-mahasiswi KKN berdiam diri saja tanpa sedikitpun bersosialisasi.

Bapak Gampo salah satu orang tua di posko KKN UNAND mengatakan “Anak-anak ini katanya ingin membantu sekalian belajar, ya saya senang, alhamdulillah, semoga menjadi pengalaman dan ilmu baru buat mereka”.

(Suwanda Alfasha/Mahasiswa KKN UNAND)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img