Limapuluh Kota, BeritaSumbar.com – Senin (9/12) hujan deras kembali melanda Kabupaten Lima Puluh Kota dan kota Payakumbuh, tak terkecuali wilayah Kapur IX. Lambe merupakan jalan yang menghubungkan nagari muaro paiti dengan nagari lubuk alai. Ketika musim hujan datang, jalanan ini akan kebanjiran karena posisi jalan yang rendah. Hal ini menyebabkan akses menuju kapur IX lumpuh.

Menurut zikri, warga nagari muaro paiti ” kalau jalanan lambe sudah terjadi banjir, akan banyak sekali kerugian yang terjadi. Pertama akses menuju ladang tidak bisa dilalui. Kita sama-sama mengetahui kalau masyarakat disini memiliki ladang gambir, karet dan sawit. Sehingga Ekonomi masyarakat menjadi terganggu. Kedua, murid dan guru yang berasal dari lubuk alai tidak bisa pergi sekolah ke Muaro paiti disebabkan jalanan sudah banjir. Ketiga, bus dan truk yang membawa hasil2 pertanian tidak bisa datang dan berangkat karena akses jalan yang terganggu”

Warga kapur IX berharap adanya penanganan yang bisa dilakukan oleh pihak terkait terhadap jalanan lambe, baik itu pembuatan jembatan atau jalanan ditinggikan. Karena ini bukan kejadian yang pertama kali, tetapi sudah menjadi langganan banjir ketika musim hujan datang.

Selain di Kapur IX, aliran sungai yang mengalir di Limapuluh Kota juga banyak terpantau  meluap. Seperti Batang Sinamar, lampasi, Sanipan dan batang Harau. Juga sungai sungai kecil lainnya di daerah ini. Banyak pemukiman warga dan areal pertanian produktif terendam banjir saat ini. Sampai berita ini di turunkan cuaca di Payakumbuh dan Limapuluh Kota masih turun hujan. (Fikri)

loading...