spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kritis terhadap Teori Ekonomi Adam Smith dan David Ricardo
K

- Advertisement -

Oleh: Syaiful Anwar, S.E., M.Si

(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh)

Seperti digambarkan di muka, teori Adam Smith ini telah memberikan sumbangan yang besar dalam menunjukkan bagaimana pertumbuhan ekonomi terjadi dan faktor-faktor apa yang dapat menghambatnya. Namun demikian, ada beberapa kritik terhadap teori Adam Smith antara lain:

  1. Pembagian Kelas dalam Masyarakat

Teori Smith ini didasarkan pada lingkungan sosial ekonomi yang berlaku di Inggris dan di beberapa negara Eropa. Teori ini mengasumsikan adanya pembagian masyarakat secara tegas yaitu antara golongan kapitalis (termasuk tuan tanah) dan para buruh. Padahal dalam kenyataan¬nya, seringkali kelas menengah mempunyai peran yang sangat penting dalam masyarakat modern. Dengan kata lain, teori Smith mengabaikan peranan kelas menengah dalam mendorong pembangunan ekonomi.

  1. Alasan Menabung

Menurut Smith orang yang dapat menabung adalah para kapitalis, tuan tanah, dan lintah darat. Namun ini adalah alasan yang tidak adil, sebab tidak terpikir olehnya bahwa sumber utama tabungan di dalam masyarakat yang maju adalah para penerima pendapatan, dan bukan kapitalis serta tuan tanah.

  1. Asumsi Persaingan Sempurna

Asumsi utama teori Adam Smith ini adalah persaingan sempurna. Kebijakan pasar bebas dari persaingan sempurna ini tidak ditemukan di dalam perekonomian manapun. Sejumlah kendala batasan malahan dikenakan pada sektor perorangan (misalnya larangan monopoli) dan perdagangan internasional (misalnya adanya proteksi) pada setiap negara di dunia.

  1. Pengabaian Peranan Entrepreneur

Smith mengabaikan peranan entrepreneur dalam pembangunan. Padahal para entrepreneur ini mempunyai peranan yang sentral dalam pembangunan. Mereka inilah yang menciptakan inovasi dan pada akhirnya menghasilkan akumulasi modal.

  1. Asumsi Stasioner

Menurut Smith, hasil akhir suatu perekonomian kapitalis adalah keadaan stasioner. IN berarti bahwa perubahan hanya terjadi di sekitar titik keseimbangan tersebut. Padahal dalam kenyataannya proses pembangunan itu seringkali terjadi teratur dan tidak seragam. Jadi asumsi ini tidak realistis.

Tidak jauh berbeda dengan teori ekonomi Adam Smith, terdapat juga beberapa kritikan terhadap teori Ricardian yang digagas oleh David Ricardo. Adapun kritikannya ialah sebagai berikut:

  1. Pengabaian Pengaruh Kemajuan Teknologi

Ricardo menjelaskan bahwa kemajuan teknologi di sektor industri akan mengakibatkan penggantian tenaga kerja. Pada awalnya kemajuan teknologi tersebut dapat menahan laju berlakunya the law of diminishing returns, tetapi akhirnya pengaruh kemajuan teknologi tersebut habis dan perekonomian menuju ke arah stasioner. Kenyataannya kenaikan produksi pertanian yang sangat pesat di negara-negara maju telah membuktikan bahwa Ricardo kurang memperhatikan potensi kemajuan teknologi dalam menahan laju berlakunya the law of diminishing returns dari faktor produksi tanah.

  1. Pengertian yang Salah tentang Keadaan Stasioner

Pandangan Ricardo bahwa negara akan mencapai keadaan stasioner secara otomatis adalah tidak beralasan, karena tidak ada perekonomian yang mencapai keadaan stasioner dengan laba yang meningkat, produksi yang meningkat, dan akumulasi modal terjadi.

  1. Pengabaian Faktor-faktor Kelembagaan

Salah satu kelemahan pokok dari teori Ricardo ini adalah pengabaian peranan faktor-faktor kelembagaan. Faktor-faktor ini diasumsikan secara tertentu. Meskipun demikian, faktor tersebut penting sekali dalam pembangunan ekonomi dan tidak dapat diabaikan.

  1. Teori Ricardo bukan Teori Pertumbuhan

Menurut Schumpeter, teori Ricardo bukanlah teori pertumbuhan ekonomi tetapi teori distribusi yang menentukan besarnya pangsa tenaga kerja, tuan tanah, dan pemilik modal. Bahkan dia menganggap bahwa pangsa untuk tanah adalah sangat utama, dan sisanya sebagai pangsa tenaga kerja dan modal. Ricardo gagal menunjukkan teori distribusi fungsional karena ia tidak menentukan pangsa dari masing-masing faktor produksi secara terpisah.

  1. Pengabaian Suku Bunga

Kelemahan lain dari teori Ricardo ini adalah pengabaian suku bunga dalam pertumbuhan ekonomi. la tidak menganggap suku bunga sebagai imbalan jasa yang terpisah dari modal tetapi termasuk dalam laba. Pendapat yang salah ini berasal dari ketidakmampuannya untuk membedakan pemilik modal dari pengusaha (entrepreneur).

#SyaifulAnwar #Unand #Payakumbuh

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img