27 C
Padang
Selasa, Agustus 9, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kopi : Si Hitam Pahit Yang Berkhasiat Untuk Kesehatan
K

- Advertisement -

Oleh: Ryan Budi Setiawan

 

Kopi merupakan minuman favorit yang banyak dikonsumsi masyarakat sehingga termasuk komoditas yang banyak diperdagangkan selain minyak nabati. Konsumsi kopi di Indonesia mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir seiring berkembangnya kedai kopi hingga cafe. Kegiatan minum kopi tidak hanya sekedar kebutuhan, namun telah menjadi gaya hidup di tengah masyarakat, terutama generasi muda.

Terdapat dua spesies kopi yang sering dibudidayakan dan bernilai ekonomis yaitu kopi Arabica (Coffea arabica) dan kopi Robusta(Coffea canephora)Kedua jenis kopi ini memiliki perbedaan diantaranya: lingkungan tumbuh, morfologi tanaman, dan komponen biokimia. Perbedaan lingkungan, teknis budidaya, senyawa kimia dan varietas kopi menyebabkan perbedaan rasa dan aroma pada kopi yang lebih dikenal dengan specialty.

Senyawa kimia seperti kafein, asam klorogenat, trigonelin, melanoidin, diterpenoid, karbohidrat, lemak, asam amino, asam organik, senyawa volatil dan mineral diketahui dapat berpengaruh positif terhadap kesehatan jika dikonsumsi sesuai rekomendasi.

Berikut manfaat mengonsumsi kopi terhadap kesehatan

A. Melindungi Fungi Hati

Hati merupakan organ penting dalam sistem metabolisme tubuh. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang hati diantaranya kanker dan hepatitis. Penyakit Hepatitis didefinisikan sebagai suatu penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan pada hati. Dikutip dari jurnal Annals of Epidemiology, kafein pada kopi memiliki efek perlindungan pada hati, dapat menurunkan resiko pengerasan hati pada pasien dengan perlemakan hati, penyakit hepatitis C dan hepatitis B.

Komponen utama pada kopi seperti kafein, asam klorogenat, cafestol dan kahweol dilaporkan dapat mengurangi akumulasi metabolit toksik di dalam hepatosit. Dilansir dari jurnal Hepatol Baltim konsumsi kopi sebanyak 2 gelas/hari mampu menghambat fibrosis hati. Kopi memiliki sifat hepatoprotektif karena memiliki aktivitas antioksidan, mekanisme kemoprotektif dan antifibrogenik.

B. Menurunkan Resiko Kanker

Kanker merupakan kondisi pertumbuhan atau pembengkakan massa sel yang abnormal, tidak terkendali dan ganas. Sel kanker berkembang dengan mengambil oksigen dan nutrisi dari inang dengan angiogenesis (membentuk pembuluh darah baru) dari pembuluh darah yang sudah ada. Berapa studi melaporkan biji kopi mengandung senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa di dalam kopi yang bertindak sebagai antioksidan adalah asam klorogenat yang termasuk senyawa golongan polifenol. Cafestol dan Kahweol yang merupakan zat yang terkandung di dalam kopi ini secara spesifik memiliki aktivitas antikarsinogenik. Senyawa Caffeine pada biji kopi memiliki aktivitas antiangiogenesis. Sejalan dengan itu dari laporan Jurnal Farmasi Galenika menyatakan bahwa ekstrak etanol biji kopi robusta memiliki kemampuan sebagai antiangiogenesis pada konsentrasi 5000-6000 µg/ml.

Mengonsumsi rutin kopi dapat menurunkan resiko beberapa jenis kanker seperti kanker kolorektal dan kanker prostat, kanker hati dan kanker kantong empedu. Asam klorogenat dan melanoidin mampu bertindak sebagai antioksidan untuk mencegah mutasi dan metabolisme karsinogen serta meningkatkan kandungan glutathione dalam sel.

C. Menurunkan Resiko Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah salah satu penyakit neurodegeneratif yang paling umum, kedua setelah penyakit Alzheimer. Faktor penyebab parkinson misalnya mutasi genetik, racun lingkungan, dan gaya hidup. Senyawa kimia pada kopi terutama kafein diketahui memiliki efek positif pada terapi parkinson. Laporan dari jurnal Frontiers in Neuroscience  menyatakan bahwa kafein pada kopi memiliki efek neuroprotektif, termasuk modulasi glutamatergic excitotoksisitas dan neuroinflammation melalui reseptor adenosin. Kemudian jurnal Human Molecular Genetic juga melaporkan konsumsi kopi mampu menurunkan resiko penyakit parkinson 32-60%.

D. Menurunkan Resiko Penyakit Alzheimer’s

Penyakit Alzheimer adalah salah satu penyakit neurodegeneratif dan merupakan penyebab demensia. Pasien penyakit Alzheimer umumnya mengalami gangguan memori, bahasa, fungsi kognitif dan visuospasial.

Kafein bekerja mempengaruhi sistem saraf pusat karena bertindak sebagai inhibitor reseptor adenosin. Berdasarkan laporan dari Journal of Alzheimer’s Disease mengatakan konsumsi kopi menurunkan risiko penyakit Alzheimer sekitar 65%.

E. Mencegah Diabetes Tipe 2

Diabetes adalah penyakit kronik yang terjadi saat pankreas tidak mampu mensintesis cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin hasil produknya sendiri. Insulin adalah suatu hormon yang mengatur kadar glukosa di dalam darah. Hiperglikemia/peningkatan kadar glukosa dalam darah adalah efek yang terjadi pada diabetes yang tidak terkontrol dan akan menimbulkan kerusakan pada banyak sistem dalam tubuh, misalnya pembuluh darah dan sistem syaraf.

Beberapa laporan menyatakan kandungan senyawa kimia pada kopi berperan dalam membantu mengatur kandungan gkukosa dalam darah. Asam klorogenat dan kafein memiliki mekanisme dalam menurunkan hiperglikemia intraselular serta berperan sebagai senyawa polifenol yang bekerja sebagai antioksidan. Selain menurunkan resistensi insulin, asam klorogenat juga menurunkan konsentrasi plasma glukosa darah. Dikuti dari Current Medicinal Chemistry,  menyatakan kopi mampu menurunkan resiko diabetes tipe 2 sebesar 23-67%. Dosis paling efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah adalah 10,8 ml/200gr BB/hari. Sejalan dengan itu Jurnal Kesehatan Madani Medika juga melaporkan  kopi dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 dengan penurunan yang signifikan jika dikonsumsi 3 kali sehari selama 14 hari.

F. Meningkatkan Performa Fisik

Konsumsi kopi memiliki pengaruh positif terhadap penyerapan energi dan metabolisme lipid. Kafein dalam minuman kopi mempengaruhi keseimbangan energi dengan meningkatkan pengeluaran energi dan penurunan asupan energi. Oleh karena itu, kopi berpotensi dapat digunakan sebagai pengatur berat badan. Senyawa kimia pada kopi dapat menjaga berat badan melalui thermogenesis, oksidasi lemak, dan penyerapan energi. Nutrition Bulletin, melaporkan bahwa konsumsi kopi dapat mencegah stres, meningkatkan aktivitas otak dan memperbaiki mood (suasana hati), fungsi kognitif, kinerja dan hidrasi.

G. Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung menggambarkan kondisi yang berkaitan dengan hipertensi yang berkembang dari perubahan struktur miokard, subklinis, seluler, mekanik dan ekstraseluler hingga gejala klinis gagal jantung. Tekanan darah tinggi meningkatkan tekanan dinding ventrikel kiri sehingga menyebabkan penebalan kompensasi dinding dan peningkatan massa ventrikel.

Beberapa penelitian melaporkan konsumsi kopi secara teratur pada dosis rekomendasi dapat mencegah hipertensi dan menurunkan resiko penyakit jantung.  Dikutip dari jurnal Genome Biol, senyawa kimia melanoidin dan Asam klorogenat diketahui memiliki efek antihipertensi. Laporan dari The Faseb Journal, menyatakan konsumsi 2-3 gelas kopi perhari dapat menurunkan resiko penyakit jantung koroner

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img