27 C
Padang
Kamis, Januari 20, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Sonsong Pemilu 2024, KPU Limapuluh Kota Berikan Pendidikan Pemilih Secara Berkelanjutan
S

Kategori -
- Advertisement -

Limapuluh Kota, beritasumbar.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Limapuluh Kota memberikan pendidikan pemilih secara berkelanjutan kepada warga setempat. Upaya tersebut untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat tentang proses demokrasi lima tahunan, mulai pemilu legislatif, pilpres, dan pilkada baik itu gubernur maupun bupati/walikota.

Komisioner KPU Kabupaten Limapuluh Kota Arwantri mengatakan selain memberikan pemahaman tujuan kegiatan adalah agar pemilih mengetahui tentang seluk beluk pemilu di Indonesia, juga mengajak mereka untuk berpartisipasi aktif nantinya di Pemilu dan Pemilihan serentak tahun 2024.

“Bisa jadi sebagai penyelenggara pemilu, pamantau pemilu, ataupun sebagai pemilih,” kata komisioner yang mengetuai Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, masyarakat itu.

Ia mengatakan, menyebutkan ada enam lokasi dilaksanakan pendidikan  pemilih, diantaranya di Nagari Sariak Laweh Kecamatan Akabiluru, Nagari Tanjuang Pauh Kecamatan Pangkalan Koto Baru, dan Koto Baru Simalanggang Kecamatan Payakumbuh. Berikutnya dua nagari di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, yakni Nagari Mangilang dan Tanjuang Balik, dan di SMA 1 Kecamatan Akabiluru.

Adapun kategorinya juga beragam, mulai untuk pemilih pemula, desa/nagari yang partisipasi rendah, generasi muda, dan kegiatan keagamaan seperti wirid yassin

Arwantri menjelaskan jelang Pemilu 2024 pihaknya fokuskan untuk melakukan pendidikan pemilih bagi masyarakat setempat, apalagi pendidikan pemilih bagi generasi milenial sangat penting karena mereka akan jadi pemilih pemula.

Harapannya, kata  dia dari pendidikan pemilih tersebut dapat melahirkan pemilih pemula yang cerdas, agar ke depannya generasi muda mampu berpartisipasi dalam pemilu 2024.

Ia menyebutkan partisipasi pemilih daerah itu pada Pilkada 2020 pada angka 63 persen, persentase tersebut meningkat 1,8 persen dari Pilkada 2015. Meski mengalami peningkatan, namun belum mencapai target nasional sebanyak 77,5 persen.

“maka diharapkan dengan kegiatan pendidikan pemilih di nagari-nagari yang partisipasi rendah, pada pemilu 2024 diharapkan dapat mencapai target nasional, dan kalau dapat melebihi,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam demokrasi menjamin terpenuhinya hak dasar masyarakat, mewujudkan kesetaraan setiap warga negara, pemenuhan kebutuhan umum, pembaruan kebijakan sosial, kebebasan rakyat menyampaikan pendapat, dan menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab merupakan hal yang penting.

Kegiatan pemilu, lanjutnya dibutuhkan untuk mempertahankan kedaulatan rakyat dan tegaknya negara, terjaminnya pergantian kepemimpinan secara reguler dan damai, memberi kesempatan setiap warga negara untuk menggunakan hak pilih, serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Selain itu pendidikan pemilih juga untuk peningkatan kualitas pemilu. Kegiatan sosialisasi tersebut mengajak masyarakat lebih cakap menyaring informasi dan menghindari hal-hal yang melanggar aturan, misalnya politik uang.

Kegiatan itu melibatkan beberapa orang narasumber, seperti Komisioner KPU Sumbar Yuzalmon, dari KPU Limapuluh Kota Arwantri, Eka Ledyana, dan Amfreizer, dari Bawaslu Limapuluh Kota Zumaira, serta juga dari tokoh masyarakat dan juga pemerhati pemilu. (DI)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img