Padang Pariaman, beritasumbar.com,-Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman menerima kunjungan kerja dari Komisi II DPRD Kabupaten Pesisir Selatan. Rombongan dipimpin oleh Yulianavia berserta sembilan anggota dan tim pendamping. Kunker tersebut diterima langsung oleh Kepala DPMPTP Hendra Aswara didampingi Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto.

Baca juga : Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Untuk Pemilu 2019.

“Kunjungan ini untuk sharing informasi mengenai tata kelola perizinan dalam peningkatan PAD. Karena kami tahu bahwa DPMPTP Padang Pariaman adalah yang terbaik di Sumbar,” kata Yulianavia di Ruang Layanan DPMPTP, Pariaman, Kamis (20/9).

Dikatakannya, bahwa secara geografis, wilayah Pesisir Selatan sama dengan Kabupaten Padang Pariaman. Berada disepanjang pantai barat sumatera dan juga penyangga ibukota propinsi. Tentunya akan menjadi magnet investasi yang menjanjikan. Sementara, kata Yulia, pertumbuhan infrastruktur makin pesat namun PAD masih belum maksimal. Karena itu perlu inovasi-inovasi OPD teknis yang membidangi perizinan untuk mengejar target PAD khususnya retribusi Izon mendirikan Bangunan.

“Kami amati di Padangpariaman, ada inovasi yang berhasil dalam peningkatan PAD, yaitu AJEP. Kami ingin juga menerapkan di Pessel,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis PMPTP Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara membenarkan bahwa inovasi Antar Jemput Perizinan (AJEP PAPA) layak ditiru dan diterapkan untuk percepatan layanan. Inovasi ini sukses dilakukan dan diapresiasi Pemprov Sumbar dan masyarakat Padang Pariaman.

AJEP, kata Hendra, inovasi yang lahir diawal tahun 2018 karena rendahnya minat pelaku usaha dan masyarakat datang ke kantor untuk mengurus IMB. Hal ini disebabkan jarak tempuh yang jauh, biaya transportasi dan lamnya pengurusan. Maka diambil kebijakan untuk mengantar dan menjemput berkas permohonan perizinan ke rumah dan ke perusahaan kemudian diproses hingga selesai.

“Jadi tinggal tunggu dirumah atau diperusahaan saja, petugas kami yang bergerak jemput dan antar kembali. Biaya gratis dan tanpa imbalan apapun karena sudah ada kami siapkan Anggaran nya,” kata Kadis yang pernah menjabat Kabag Humas itu.

Untuk anggaran, lanjut Hendra, sudah disiapkan sebesar 25 juta pertahun untuk operasional AJEP. Namun hasilnya luar biasa, dari 1,5 Milyar target Retribusi IMB tahun 2018 telah terealisasi 103% pada agustus lalu. Artinya dalam delapan bulan target tercapai dan masih ada penambahan hingga akhir tahun nanti

“AJEP ini representasi bahwa kita adalah pelayan masyarakat. Sebagaimana sering disampaikan Bapak Bupati,” kata Kadis termuda itu.

Sementara Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto membenarkan, bahwa masyarakat sangat semakin mudah dalam mengurus administrasi perizinan. Inovasi AJEP menegaskan pelayanan yang cepat, syarat mudah, transparan dan berbasis teknologi informasi. Ke depan, kata Heri, Ajep akan dikembangkan dengan membangun aplikasi Ajep yang berbasis GPS (Global Positioning System) seperti Go-jek, Grab atau sejenisnya.

“Jadi masyarakat banyak pilihan, bisa hubungi Ajep di 08116607788dan memakai aplikasi Go-Ajep,” ujar jebolan Fakultas Hukum Unand itu.
Fasilitas AJEP diantaranya satu unit mobil dan dua kendaraan roda dua. Tim AJEP dibagi dalam empat wilayah yang dipimpin oleh masing-masing Kepala Bidang dan didampingi dua anggota. (bus)

loading...