spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

KNRP Banten Soal Angkat Suara Rencana Pembagian Masjidil Aqsha Manjadi Dua Bagian
K

Kategori -
- Advertisement -

Untuk yang kesekian kalinya, selama tiga hari berturut-turut, pihak Zionis Israel sejak pagi Ahad 13 September 2015 mengepung Kota Lama di Al Quds. Mereka melakukan serangkaian aksi provokasi dengan menindas, menyerang Masjidil Aqsha dan para jamaah yang tengah melakukan ibadah di dalam masjid. Tidak itu saja, polisi Zionis Israel membuat barikade di setiap pintu masuk Kota Lama, dan dalam jumlah yang sangat besar, aparat keamanan Zionis Israel merangsek masuk ke pelataran Masjidil Aqsha, khususnya wilayah masjid qibli. Sambil menggunakan senjata api, bom suara, gas air mata dan peluru karet, mereka menembaki jamaah masjid hingga banyak yang menjadi korban.

Maka tak ayal lagi, asap mengepul dari pelataran Masjidil Aqsha. Sebuah pemandangan yang belum pernah terjadi sejak pembakaran Al Aqsha sejak tahun 1969. Agar kerusakan membesar, aparat keamanan Zionis Israel sengaja melarang mobil pemadam kebakaran masuk ke masjid untuk memadamkan api yang semakin membesar. Sebelum akhirnya bisa dipadamkan oleh jamaah yang memang sengaja menginap di masjid untuk mempertahankan kiblat pertama umat Islam (murabitin).

Oleh sebab itu, kami KNRP Banten memandang kekejaman Zionis Israel atas Masjidil Aqsha dan pembakaran terhadap masjid qibli, ini merupakan eskalasi yang sangat membahayakan dan merupakan kejahatan perang yang masuk dalam rangkaian kejahatan Zionis Israel terhadap tempat-tempat suci yang ada di Palestina.

Tak bisa dipungkiri oleh siapapun, bahwa Masjidil Aqsha menjadi target utama bagi kelompok garis keras Yahudi, dengan berbagai nama dan aliran, dengan target yahudisasi kota Al-Quds dan mendirikan sinagog yahudi menggantikan posisi Masjidil Aqsha. Untuk mewujudkan target tersebut, milyaran dollar digelontorkan dan penggalangan opini melalui media-media yang mereka kuasai.

Kami di KNRP Banten menegaskan bahwa eskalasi kejahatan Zionis Israel terhadap kiblat pertama umat Islam ini menggugah kemarahan umat Islam dan pemerintah negara-negara Islam untuk membela tanah ketiga yang disucikan oleh Nabi Muhammad SAW.

Kami menyerukan kepada pemerintahan negara Arab dan Islam untuk tidak tinggal diam dan meminta pertanggungjawaban atas meningkatnya eskalasi kejahatan Zionis Israel terhadap Masjidil Aqsha. Meminta kepada masyarakat internasional untuk bertanggungjawab dan campur tangan menghentikan Zionis Israel dan pemukim Yahudi menginjak-injak kesucian masjid sebelum kondisinya menjadi darurat dan meningkatan ketegangan di kawasan.

KNRP Banten juga mengingatkan akan bahaya rencana pembagian Masjidil Aqsha menjadi dua, satu untuk umat Islam dan satu lagi untuk Yahudi. Hal ini tidak boleh didiamkan begitu saja tanpa ada reaksi dari umat Islam dan pemerintahannya.

Tak lupa KNRP Banten mengacungkan jempol kepada para murabitin dan penjaga Masjidil Aqsha yang telah menunjukkan kepada kita semua akan sikap keberanian menghadang semua rencana jahat Zionis Israel dengan apa yang mereka miliki. Mulai dari sandal, sepatu, batu hingga tetesan-tetesan darah penghabisan untuk mewakili umat Islam mempertahankan izzah mereka.

Atas semua kejadian itu, KNRP Banten menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama: Palestina dan isu didalamnya, kota Al-Quds dan Masjidil Aqsha merupakan titik perseteruan hingga hari kiamat nanti.

Kedua: Mengajak para ulama dan pemikir Islam untuk membangkitkan semangat umat dalam menghadapi rencana jahat Zionis Israel.

Ketiga: menolak semua langkah jahat Zionis Israel yang akan membagi Masjidil Aqsha menjadi dua, satu untuk umat Islam dan satu lagi untuk Yahudi. Dan kami ingin menegaskan bahwa Al-Aqsha merupakan tanah wakaf kaum muslimin yang tidak boleh ditawar-tawar lagi.

Keempat: mengingatkan kepada semua muslim akan kewajibannya terhadap Palestina dan Al-Aqsha walaupun apa yang kini terjadi pada umat Islam di penjuru dunia berupa musibah dan tragedi. Juga mengingatkan kewajiban mereka dan tanggung jawabnya di hadapan Allah SWT, di hadapan umat dan sejarah untuk menghentikan semua kejahatan Zionis Israel.

Kelima: meminta kepada Otoritas Palestina (OP) pimpinan Mahmud Abbas untuk menghentikan segera aksi koordinasi keamanan dengan pihak Zionis Israel, dan memberikan ruang dan peluang seluas-luasnya kepada pejuang-pejuang Palestina dalam membela kiblat pertama umat Islam tersebut, khususnya di wilayah Tepi Barat.

Keenam: menyerukan kepada organisasi, lembaga umat Islam dan NGO-NGO yang bergerak di bidang Palestina untuk bergerak menyelamatkan Masjidil Aqsha dan menyatukan langkah-langkah mereka dalam memperjuangkan isu Palestina.

Ketujuh: meminta kepada LSM-LSM yang bergerak di bidang HAM untuk menggiring dikeluarkannya resolusi PBB yang menyatakan Zionis Israel melakukan kejahatan perang terhadap warga Palestina dan penistaannya terhadap tempat-tempat suci di Palestina.

Semoga Allah SWT memberkahi langkah-langkah kita semua

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img