DR Jerry Massie MA.PhD

Jakarta, BeritaSumbar.com,-Hangatnya pemberitaan Pelantikan pejabat yang berasal dari keluarga Gubernur di provinsi Riau, Jerry Massie peneliti Political and Public Policy (P3S) angkat bicara.

Disaat pemerintah Jokowi melakukan Good and Clean Goverment (Pemerintahan yang Baik dan Bersih), tapi faktanya di lapangan jauh berbeda.

Selain Korupsi yang paling ditakuti begitu pula Kolusi dan Nepotisme.

“Jadi itu perlu 40-50 tahun untuk memutus rantainya. Sama yang terjadi di Riau dimana Gubernur Syamsuar secara terang-terangan melantik istri, kakak, adik dan menantu jadi pejabat, ini jelas bagian praktek nepotisme dalam pemerintahan,” kata Jerry kepada Redaksi Beritasumbar.com pada Sabtu 11/1 siang.

Hal ini kata Jerry, justru menabrak Regulasi dan Undang-undang seperti termaktub dalam “UU 28 Tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)”.

Lanjut kata peneliti politik jebolan salah satu universitas di Amerika Serikat (AS) ini, praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme ini dapat merusak tatanan demokrasi bahkan dapat merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta membahayakan eksistensi negara, sehingga diperlukan landasan hukum.

“Saya minta kepada pihak terkait agar dibuat aturan yang ketat agar praktek Nepotisme terhindar dalam pemerintahan, kita” ujarnya.

Sementara, Jerry menyayangkan masih ada saja praktek ini. Ini kalau tidak dihentikan akan berbahaya dalam sistem pemerintahan i negeri ini.

Kalau perlu UU ASN No.5 Tahun 2014 itu direvisi, agar bisa mencegah praktek nepotisme.

“Indonesia harus clean and clear dari nepotisme kalau tidak jangan mimpi kita jadi negara maju. Riset saya dihampir sejumlah negara maju dimana salah satu indikatornya yaitu mereka anti terhadap nepotisme.(*)

loading...