25 C
Padang
Jumat, Juni 14, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Jendela Dunia Pertanian: Pupuk Hijau dari Tumbuhan di Sekitar Tempat Tinggal Kita
J

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: Dr. Silvia Permata Sari, SP., MP.
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Sahabat pembaca setia, pada artikel ini kita akan bahas tentang pupuk hijau. Apa itu pupuk hijau, kelebihan pupuk hijau, serta tumbuhan apa saja di sekitar tempat tinggal kita yang dapat kita manfaatkan sebagai pupuk hijau.

Pupuk hijau adalah jenis pupuk organik yang berbahan dasar bagian tanaman atau tumbuhan hijau. Bagian tanaman yang dimanfaatkan tersebut adalah sisa panen atau pangkas tanaman, yang jika dibenamkan ke dalam tanah dapat memperkaya hara, terutama kandungan Nitrogen. Jenis tanaman apapun sebenarnya dapat dijadikan sebagai sumber pupuk hijau. Namun, jenis tanaman yang sering dijadikan sumber bahan baku pupuk hijau adalah jenis legum (kacang-kacangan). Itu karena tanaman legum memiliki kandungan hara yang lebih tinggi, terutama unsur Nitrogen (N) dibandingkan jenis tanaman lainnya. Selain itu, tanaman legum mudah terurai sehingga penyediaan hara menjadi lebih cepat.

Umumnya tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hijau mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Cepat tumbuh dan banyak menghasilkan bahan hijauan.
  • Mengandung Nitrogen dalam jumlah yang cukup.
  • Tahan terhadap pengaruh kekeringan.
  • Bukan tanaman merambat.

Hijauan tanaman yang baik jika digunakan sebagai pupuk hijau harus berasal dari tanaman muda, terutama jaringan daun. Jaringan tanaman muda mempunyai kandungan Nitrogen (N) dan protein (P) tinggi dengan lignin dan nisbah C/N rendah. Cara memupuk pupuk hijau ke dalam tanah sebagai berikut:

  1. Tanaman direbahkan, diikuti dengan pembajakan tanah sampai hijaunya terbenam dalam tanah. Cara ini sesuai untuk lahan kering maupun sawah.
  2. Tanaman dicabut dan diletakkan di dalam saluran-saluran bekas bajakan atau galian cangkul. Dengan cara ini diharapkan pada pengolahan tanah berikutnya, hijauan tanaman telah tertimbun tanah. Cara ini sesuai untuk lahan kering.
  3. Tanaman dipotong-potong kecil dan disebar merata di tanah yang telah diolah, kemudian diinjak-injak sampai terbenam dalam tanah. Cara ini sesuai untuk lahan sawah irigasi.

Hijauan tanaman selain digunakan sebagai pupuk hijau, juga dapat digunakan sebagai mulsa (bahan sejenis jerami untuk melindungi akar tanaman). Penggunaan hijauan tanaman sebagai mulsa dapat dilakukan dengan membabat atau memangkas tanaman tersebut, kemudian dipotong-potong dan dihamparkan. Sebaliknya, pemberian mulsa dilakukan apabila tanaman mulai tumbuh di atas permukaan tanah.

Adapun manfaat mulsa hijauan yang dihamparkan sekitar tanaman sebagai berikut:

  1. Mengurangi volume dan kecepatan aliran air permukaan.
  2. Menjaga kestabilan suhu dan kelembaban tanah.
  3. Memelihara dan meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah.
  4. Menekan pertumbuhan gulma (tumbuhan pengganggu).
  5. Meningkatkan produktivitas tanaman yang kita budidayakan.

Berikut ini, beberapa jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pupuk hijau seperti: Lamtoro (Leucaena leucocephala), Flemingia (Flemingia congesta), Kaliandra (Calliandra calothyrsus), Glirisidia (Gliricidia maculata), Turi (Sesbania gladiflora), Orok-Orok (Clotalaria juncea), Kacang Gude (Cajanus cajan), Centro (Centrosema pubescens), Sesbania (Sesbania rostrata), dan Azolla sp. #Silvia Permata Sari, Dosen Pertanian Unand

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img