Rabu, 23 Oktober 2019. Resmi Presiden Jokowidodo melantik para mentri kabinet maju untuk periode 2019-2024 di istana negara. Besar harapan para generasi muda untuk menunggu program-program kerja dari kabinet indonesia maju, terutama pada bidang pendidikan dan kebudayaan. Sebagaimana presiden Jokowidodo dalam hal ini memilih pemuda sebagai menterinya yaitu Nadiem Anwar Makarim. Ia merupakan pemuda terinovatif di sektor teknologi, Nadiem merupakan pendiri perusaaan trasportasi ternama yaitu GO JEK. Yang beroperasi di Indonesia dan sebagian negara Asean, yang memiliki pengaruh besar untuk perekonomian masyarakat Indonesia.

Prinsip utama yang akan dijalankan oleh Nadiem adalah gotong royong dan kolaborasi. Dalam pidatonya di kantor kemendikbud Jakarta “ prinsip yang akan saya tanamkan adalah gotong royong ,dimana ini adalah salah satu hal yang terunik dari kita yang sudah tertanam dari adat dulu, maupun kehidupan kita.value untuk kita, dimana ini menjadi kata kunci di perjalanan kita bersama” ujarnya.

Para awak media menanyakan apa rencana 100 hari Nadiem setelah dilantik menjadi Kemdndikbud. Nadiem dalam seratus hari pertamananya adalah mendengarkan para pakar-pakar pendidikan baik itu daerah maupun pusat. Pendidikan Indonesia sangat membutuhkan penanaman kopetensi dan karakter. Dalam pidato singkatnya itu memberikan harapan untuk generasi muda Minang. untuk memberikan masukan atas pendidikan di Indonesia pada umumnya dan Sumatera Barat khususnya.

Pemuda Minang akhir-akhir ini sudah banyak lupa akan adat minang. bahkan tidak tahu akan adat minang itu sendiri. Memang dalam era globalisasi ini adalah suatu hal yang sangat sulit untuk di hindari. Akan tetapi dengan perkembangan globalisasi itu generasi muda minang mampu mengambil peran dalam hal itu, dengan tidak meninggalkan adat dan kebudayaan Minangkabau. Sebagaimana adat Minangkabau merupakan warisan dari leluhur dari orang Minang yang harus dipertahankan. Sebagaimana falsafah Minangkabau “ adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”. Yang ini merupakan pedoman bagi orang minang dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat.

Seiring berkembangnya zaman, generasi muda Minang mulai berangsur-angsur melupakan adat. karena perkembangan zaman. Adat suatu hal yang tidak menarik lagi dipelajari karena suatu hal yang kuno, pandangan ini lahir karena adanya doktrin terhadap modrenisasi pemikiran yang keliru. apabila kita lihat dari faktor terkikisnya pengetahuan adat ini adalah sistem pendidikan yang tidak memberikan ruang untuk pendidikan tentang adat, adanya pembunuhan cultur adat secara tidak langsung . Di Sumatera Barat sendiri dulunya ada pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM). Yang kini di tiadakan lagi. Akibat pergantian kurikulim pendidikan. ini sangat keliru. Dengan adanya pendidikan adat dan budaya ini merupakan wadah pembentukan karakter para pelajar. dalam pendidikan adat dan budaya terdapat norma-norma, seperti norma adat, norma sosial dan norma agama. Dimana semua norma ini telah di atur oleh adat Minang Kabau.

Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” ini merupakan falsafah yang berlaku sepanjang zaman. Dari dulu hingga sekarang. adat Minang itu sendiri menggunakan syariat dalam penerapan adat. “ Syarak mangato, adat mamakai”  disini sudah jelas akan penerapan adat yang harus berdasarkan syariat (kitabullah). Lantas hal ini dihilangkan oleh pemerintah. dalam pendidikan yang seharusnya ditanamkan oleh pemerintah dalam pembentukan karakter pada generasi muda. Ini malah dihilangkan, ini merupakah suatu langkah yang keliru dalam pendidikan karakter generasi muda.

Seperti halnya pada mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM), yang dihapus dari mata pelajaran sekolah formal. Yang secara tidak langsung adanya pembodohan terhadap generasi muda Minang. se akan-akan menyuru generasi Minang melupakan akan adatnya sendiri.yang seharusnya itu mereka dapatkan di bangku sekolah.

Lihat saja fenomena sosial yang terjadi pada generasi muda Minang, mereka banyak bergeser bahkan menyimpang dari nilai-nilai agama dan adat. Mereka mudahnya menerima budaya baru dari barat, ini dikarenakan tidak adnya landasan adat yang mereka peroleh pada pendidikan dasarnya. Seperti contoh dalam ahklak yang mulai memudar terutama dibidang sosial. Hal ini tidak dapat disalahkan sepenuhnya kepada generasi muda Minang, ini dikarenakan tidak adanya ruang untuk mereka belajar. yang dulunya di ajarkan oleh lembaga pendidikan formal yang sekarang dihilangkan. Maka dari itu norma-norma adat dan agama pada generasi muda Minang hilang secara berangsur-angsur karena adanya kebijakan yang keliru pada penetapan kurikulim yang menghilangkan pendidikan adat dan budaya.

Dengan adanya fenomena ini. Seharusnya menjadi evaluasi bagi pemerintah, terkhusus lembaga pendidikan di Indonesia. dalam hal ini mentri Pendidikan dan kebudayaan. Sebagai generasi muda minang sangat sangat berharap dikembalikannya Pendidikan Budaya Alam Minangkabau ini kembali. karena dari segi pandangan normatif saya pendidikan karakter terbaik itu adalah melalui pendidikan adat dan kebudayaan karena adanya nilai dasar didalamnya. Seperti halnya adat Minangkabau yang adatnya sesuai dengan perkembangan zaman karena di ikat oleh syariat Islam, dimana ini berlaku sepanjang zaman.

Dalam pidato singkat Nadiem sebagai Mentri pendidikan dan kebudayaan. memberikan harapan baru baru untuk kita generasi muda minang untuk mengembalikan adat MinangKabau “ Adat nan Sabana Adat”. Dan kita dapat mengetahui kembali nilai-nilai luhur adat dan agama yang sudah ditanamkan lama oleh leluhur kita. Agar karakter pemuda Minang dapat terbentuk kembali seperti halnya pemuda minang terdahulu.

Generasi muda minang saat ini bagaikan tersesat di padang pasir yang luas, dimana mereka tidak tau akan posisi mereka dimana. Ini yang terjadi saat ini. Maka dari itu kami sangat berharap adanya kebijakan baru dari lembaga pendidikan untuk melakukan pengkajian ulang terhadap ini. Dengan kembalinya pendidikan Budaya Alam Minangkabau ini kami dapat mengetahui kembali norma adat dan norma agama. seiring dengan adanya pengetahuan itu. Maka dengan sendirinya karakter itu akan terbentuk. Karena adat minang secara spesifik mengatur mengenai Adab,Ahlak dan karakter dalam berinteraksi.

Sebagaimana harapan pendidikan  dari pemerintahan saat ini adalah pendidikan yang barkarakter dan berkopetensi. Sebagaimana ini semua telah diwadahi dalam suatu wadah yaitu adat. Sebagaimana adat mengajarkan karakter. Apabila karakter manusia sudah terbentuk maka potensi itu akan muncul.

 

Penulis : Andre Afrima Putra

Mahasiswa Hukum Tatanegara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

 

 

loading...