25.5 C
Padang
Monday, November 30, 2020
Beritasumbar.com

Gadis Danau Kembar Rilis Buku Fiksi ‘Senja di Ujung Hati Mahya’
G

Kategori -

BeritaSumbar.com – PADANG – Vivi Afri Oviani yang bernama pena Afriani Vie, asal Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, merilis buku fiksi yang berjudul ‘Senja di Ujung Hati Mahya’ pada hari Kamis, 20 Oktober 2016. Buku ini dieditori oleh Denni Meilizon, penerima Anugerah Literasi Minangkabau 2016.

Afriani Vie yang lahir di Simpang Tanjung Nan IV, Danau Kembar, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat pada 12 April 1992 ini, bukunya diproduksi oleh penerbit Pena House, Blora, Jawa Tengah, berisi kumpulan cerpen yang sebagian kisah ditulisnya sejak tahun 2006, namun sebagian besarnya ditulis setelah tahun 2010.

“Buku perdana Vi ini bertema roman, pengorbanan, dan kesedihan. Banyak tema lain yang disajikan dalam buku Vi ini, untuk membuktikan bahwa kita bisa menulis tentang apa saja. Kritikan dibuka pada buku Vi ini dan Vi akan mempertanggungjawabkannya. Buku ini adalah impian yang menjadi nyata, yang sudah sangat lama Vi harapkan terwujudnya,” kata Afriani Vie, anak dari pasangan Gafuni (alm) dan Zainab, ketika kami wawancarai, 20/10/2016.

Sekarang, Afriani Vie beraktivitas sebagai Staf Tata Usaha di MTS Diniyyah Puteri Padang Panjang, setelah menamatkan kuliah strata satunya pada Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan di Universitas Negeri Padang (UNP). Dan pada saat ini Afriani Vie juga menjabat sebagai Wakil Koordinator Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Unit UNP.

“Kak Vivi orangnya introvert, pemalu. Tapi tulisan-tulisannya selalu melebihi pandangan orang lain terhadap dirinya, yang menjangkau dari kepribadiannya itu. Tulisan-tulisannya enak di baca, dan bisa bikin kita baper sendiri. He he,” kata Arif Afsyah, Koordinator FAM Indonesia Unit UNP, yang juga adalah artis penyanyi yang lagunya dipasarkan oleh IslamicTunes, Malaysia.

Menggeluti dunia kepenulisan, Afriani Vie pernah meraih juara II Lomba Menulis Puisi antar FAM Unit UNP dan juga pernah Juara III dalam Lomba Menulis Cerpen Tingkat Nasional yang diadakan oleh Forum Studi Dinamika Islam (FSDI) UNP. Sebagai gadis asal Danau Kembar, Afriani Vie juga ikut memikirkan tentang eksplorasi wisata serta kekayaan Sumber Daya Alam lainnya yang dimilki kampung halamannya, Danau Kembar.

“Pelannya perkembangan parawisata di Danau Kembar bisa saja karena kerasnya prinsip orang-orang di kampung Vi, yang belum mau berpikiran maju, dan ketakutan kalau tempat wisatanya akan dikuasai non pribumi. Mereka takut berdampak pada pendapatan mereka. Namun pada sisi lain, mereka juga ingin mempertahankan kelestarian alam mereka,” kata Afriani Vie, yang juga punya bakat membuat cinderamata dan penganan ringan.

Afriani Vie berpendapat, jika masyarakat Danau Kembar, khususnya di daerah Danau di Atas dan Danau di Bawah mau bekerjasama dengan Pemerintah, mungkin pariwisata di sana akan jadi lebih baik lagi, demi menarik pengunjung baik wisatawan domestik maupun dari Mancanegara. Tentu ini akan berimbas pada kenaikan pendapatan mereka nantinya. Kemajuan di suatu daerah tentu hasil sinergi yang baik antara masyarakat dengan Pemerintahnya.

“Selain objek wisata danau, di sepanjang jalan dari Padang menuju Danau Kembar di kaki Gunung Talang ada hamparan luas kebun teh yang berbukit-bukit. Dan potensi lain yang dimiliki oleh kecamatan Danau Kembar ini juga ada agrowisata yang dibuat oleh masyarakat di Kanagarian tersebut. Pada agrowisata ini, kita akan menjumpai berbagai jenis tanaman dan sayuran,” kata Afriani Vie yang juga adalah guru pendamping bagi para siswa Kelas Menulis ‘Tanda Baca’ (binaan Forum Aktif Menulis Indonesia) di kaki Gunung Singgalang, Kota Padang Panjang, yang digelar setiap hari Minggu sore.

Lebih rinci Afriani Vie menjelaskan, jenis tanaman yang ada dibudidayakan di sana adalah kol (lobak), strawberry, aneka sayuran khas daerah dataran tinggi, beberapa pohon terung, pohon jeruk (limau). Meski tidak banyak, tapi cukup beragam. Namun sayangnya, karena pengelolaan yang kurang serius, akhir-akhir ini agrowisata tersebut seperti mati suri. Kebun-kebun itu ditumbuhi rumput, karena tidak terawat lagi.

“Di sekitar Danau di Atas dan Danau di Bawah tersebut, masih banyak tempat yang bisa kita eksplorasi untuk menjadi tempat tujuan wisata yang kini masih terjaga keasriannya. Ini sangat membutuhkan kerjasama antara masyarakat dengan Pemerintah,” kata Afriani Vie berharapan.

Lewat rilis buku perdananya ‘Senja di Ujung Hati Mahya’, Afriani Vie juga mengingatkan, agar masyarakat tidak selalu mengutamakan pendapatan daripada kesehatan mereka sendiri. Jangan sampai petani sayur tidak mengonsumsi sayuran. Dan ke depannya semoga masyarakat di Danau Kembar lebih perhatian terhadap pendidikan.

Bagi para pembeli buku ‘Senja di Ujung Hati Mahya’ karya Afriani Vie ini, telah disediakannya bonus cinderamata berupa gantungan kunci buatan Afriani Vie. (Muhammad Fadhli)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

LIMAPIA Datangi Kantor DPRD Padang Pariaman

Padang Pariaman,BeritaSumbar.com,- Selasa 24/11 siang Mahasiswa yang tergabung dalam Lingkaran Mahasiswa Piaman (LIMAPIA) datangi gedung perwakilan rakyat Kabupaten Padang Pariaman. Kedatangan calon...

Kantor Wali Kota Payakumbuh Didatangi KPK RI

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Datang dari Gedung Merah Putih, Ibu Kota Indonesia, Jakarta, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Lili Pintauli Siregar mandatangi...

Vanny Vabiola Pukau Pengunjung Pasar Ekraf 2020

Payakumbuh,BeritaSumbar.com- Pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 yang digelar di Agam Jua Art and Culture Cafe, Kawasan Batang Agam pada hari ke tiga...

Wawako Bandung Saksikan Penampilan SPD Band Di Pasar Ekraf 2020

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com--- SPD Band tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe, Kawasan Batang Agam pada...

Rival Pribadi Pemuda Tangguh Juru Kunci Kemenangan Darma Tani

BeritaSumbar.com,- Sosok Rival pribadi santer menjadi pembicaraan publik masyarakat tanah datar belakangan ini. Kenapa tidak, pria 30 tahunan itu...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Pocket Book Panduan Penilaian Melalui E-Learning Platforms Bagi Guru IPA Tingkat SMP Di Kota Padang

Sejak wabah Covid-19 mulai muncul di Kota Padang, nasional hingga mancanegara, kegiatan pembelajaran di sekolah yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka terpaksa...

SMP Muhammadiyah 6 Padang Ukir Prestasi Lewat Pembinaan Bakat Siswa

Keberadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 6 Padang termasuk salah satu sekolah yang diperhitungkan di Sumatera Barat, karena prestasi yang diraih oleh para siswanya di berbagai ajang perlombaan. Selain membekali dengan ilmu agama, sekolah ini juga membina dan menyalurkan bakat dan keterampilan para siswanya.

Temukan Pungli Di Padang Panjang, Segera Lapor Ke Rumah Aspirasi

Padang Panjang, beritasumbar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Dwi Indrayati, SH, MH melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Minang...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

Bappeda Sumbar Gelar FGD di Payakumbuh Timur untuk Susun Profil Daerah Irigasi Batang Agam

Payakumbuh, BeritaSumbar - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat menggelar fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan profil sosial ekonomi teknik...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

Meski Defisit Anggaran, Payakumbuh Tetap Alokasikan Insentif Guru Mengaji-Tahfiz

Payakumbuh, beritasumbar.com- Meski mengalami defisit anggaran pada 2021 karena adanya pemotongan akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan tetap menganggarkan intensif bagi...

Tingkat Pelayanan Kesehatan Di Payakumbuh Empat kali Jumlah Penduduk

Payakumbuh, beritasumbar.com -Tingkat pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh melebihi jumlah penduduk, bahkan angkanya mencapai empat kali lipat dari jumlah penduduk 138.000 jiwa,...

Ratna Dewi Pettalolo Resmikan Pusat Layanan Informasi Publik Bawaslu 50 Kota

Limapuluh Kota, beritasumbar.com – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo mengunjungi Luak Limopuluah dalam rangka kunjungan kerja sekaligus meresmikan...
- Advertisement -