24 C
Padang
Selasa, November 30, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dulu, Jokowi Nilai Perlu Mempersulit Investor Asing Masuk
D

Kategori -
- Advertisement -

Seperti yang diberitakan oleh kompas.com pada 5 bulan yang lalu (15/6) , kondisi sekarang bertolak belakang dengan apa yang ramai diberitakan media ini soal investasi asing yang perlu dipersulit.

Beberapa hari lalu seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pemerintah Jepang untuk dapat mendorong perusahaan otomotif negaranya agar mau meningkatkan investasi industri manufaktur di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Jokowi kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela pertemuan KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), Senin (10/11).

Dikutip dari CNN Indonesia, “Investor senang terutama setelah Pak Joko Widodo mengatakan ingin memudahkan regulasi dan birokarasi.” kata Didie Ketua Pelaksana Indonesia-china Trade Investment Economic Forum di kantor Kadin, Rabu (12/11).

Masa Pilpres
seperti yang dikutip dari kompas.com (15/6). Calon presiden Joko Widodo menilai perlunya memberikan batasan-batasan agar calon investor asing tidak mudah masuk ke Indonesia. Menurut Jokowi, langkah ini penting dilakukan dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015 nanti.

“Pasar domestik jangan dimasuki dari luar, caranya seperti apa, hal-hal berkaitan dengan perizinan misalnya, daerah harus berikan kecepatan kalau itu investor lokal, domestik, tapi kalau yang dari luar, enggak apa-apa lah sedikit disulit-sulitin,” kataJokowi dalam acara debat capres/cawapres di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu(15/6/2014). Tema debat kali ini mengenai pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Jokowi menjawab pertanyaan capres lainnya, Prabowo Subianto mengenai langkah yang akan dilakukan Jokowi dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015.

di kompas.com (15/6) dituliskan pendapat Jokowi, dalam menghadapi ASEAN Economic Community, pemerintah harus membuat regulasi atau peraturan agar investor asing tidak begitu mudah masuk ke Indonesia.Jokowi mengatakan, langkah yang sedikit menghambat masuknya investor asing ini juga dilakukan negara-negara lain. “Kepentingan barrier untuk regulasi tuh itu jangan sampai menjadi peluang besar bagi mereka, di negara lain pun pasti ada barrier-nya,” ucap Jokowi.

Terkait dengan perbankan, kata Jokowi, Bank Indonesia selaku pembuat regulasi bisa membatasi pihak asing yang ingin membangun bank di Indonesia demi kepentingan ekonomi negara. “Karena kalau lihat kita mau mendirikan bank di negara lain itu sangat sulit sekali, tidak segampang di tempat kita, hambatan itu harus mulai dibangun dengan regulasi, peraturan-peraturan, pemerintah pusat, BI, daerah. Yang utama lindungi ekonomi kita terutama yang berkaitan dengan ekonomi rakyat,” ucapnya.

Jokowi juga menilai tidak ada masalah dengan pasar bebas ASEAN atau ASEAN Economic Community 2015. Dia meyakini Indonesia bisa menghadapi pasar bebas tersebut jika pertumbuhan ekonomi baik dan pengusaha berkembang dengan baik. (cnn indonesia/ kompas)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img