29.5 C
Padang
Thursday, October 29, 2020

DPRD Payakumbuh Sidak Perda 12 Tahun Kebelakang

Payakumbuh — Peraturan Daerah (Perda) yang menjadi produk hukum antara DPRD dengan Pemerintah Kota Payakumbuh dari tahun 2008 hingga 2019 dievaluasi oleh DPRD, dalam rapat evaluasi Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) bersama Pemko di Aula Sidang DPRD, Sabtu (12/9).

Rapat dipimpin Ketua Bapemperda Ahmad Ridha serta anggota lainnya seperti Heri Iswandi, Mesrawati, Fahlevi Mazni, dan Al Hudri, Mawi Etek Erianto serta Sekwan Elvi Jaya. Wali Kota diwakili Staf Ahli Herlina bersama Kabag Hukum Bode Arman.

“Ada sebanyak 121 Perda Kota Payakumbuh yang telah dihasilkan sejak 12 tahun silam. Artinya selama 3 periode DPRD (2004-2019), produk hukum ini tentu dilihat bagaimana perjalanannya hingga sekarang. Apa saja yang masih berlaku dan mana yang tidak berlaku,” kata Ahmad Ridha.

Ahmad Ridha menambahkan memang agak sulit mengefektifkan seluruh Perda-Perda itu dikarenakan ada kewenangan masing-masing perangkat daerah.

“Kedepan kita akan buat Panitia Khusus di DPRD terkait ini, dan akan memanggil masing-masing perangkat daerah agar menindaklanjuti produk hukum Kota Payakumbuh, agar Perda dapat berjalan dengan efektif,” tukuk Ahmad Ridha menambahkan.

Sementara itu, Heri Iswandi Dt. Muntiko Alam menyebut contohnya Perda yang belum ditindaklanjuti adalah Perda Nomor 23 Tahun 2016 tentang Pedoman Pemberian Nama Jalan dan Fasilitas Umum dan Perda Nomor 25 Tahun 2016 Tentang Pelestarian Adat dan Pengembangan Adat Nagari yang merupakan Perda inisiatif DPRD.

“Dua Perda ini sebagai identitas daerah yang kita miliki, kalau identitas itu hilang maka hilang juga budaya kita. Kami di DPRD menyayangkan Perda ini tidak diakomodir, biaya pembuatan 1 Perda itu tidak sedikit,” kata Dt. Munti.

Sementara itu dewan lain seperti Fahlevi Mazni dan Al Hudri meminta Pemko agar Perda yang telah lahir dapat diakomodir dengan baik.

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Hamdi Agus menyebut dari 121 Perda, hanya 94 yang berlaku, dan sisanya 27 tidak berlaku. Tidak berlaku karena sudah ada perda penggantinya seperti perda APBD di tahun-tahun sebelumnya.

“Kita lebih menyorot kepada Perda yang masih berlaku, namun tidak ada efektifitas pelaksanaan dan tindaklanjut oleh OPD terkait. Rencana evaluasi ini sudah jauh hari kita laksanakan, melihat perjalanan produk perda yang sudah ada, apakah ada inventarisasi, setelah itu dievaluasi, dicari sebabnya mengapa tidak ada tindaklanjut, sebagaimana mestinya,” kata Hamdi Agus.

“Harapan DPRD tidak hanya teradministrasi dan terdokumentasi dengan baik. Perda juga dapat mendukung pemko sebagai dasar melaksanakan sebuah kegiatan/program, ini harus ditindaklanjut oleh OPD guna mendukung jalannya pemerintahan demi memberikan yang terbaik bagi masyarakat kota ini,” tambahnya.

Terkait Perda yang telah dikeluarkan Gubernur bersama DPRD Sumbar yang mengatur protokol kesehatan pandemi Covid-19 Hamdi Agus berharap juga segera ditiindaklanjuti dengan Perwako, karena memang selama ini aturan protokol kesehatan masih longgar.

“Bila tak ada sanksi, maka awareness kurang. Ini tentu penting untuk keamanan bersama. Nantinya diukur sanksinya apakah sanksi pekerjaan sosial seperti menyapu jalan, memungut sampah, atau kegiatan sosial lain yang memberi efek jera dan mengedukasi,” pungkasnya.

Menjawab tuntutan DPRD, Sahli Herlina didampingi Kabag Hukum Bode Arman menyebut inventarisir sudah dilakukan, sementara itu untuk Perwako sebagian besar sudah dilahirkan.

“Tinggal beberapa perda yang belum ditindaklanjuti, menunggu eksekusi dan penganggarannya saja,” kata Herlina. (Humas)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Omnibus Law, Simalakama Kaum Buruh Dan Angin Segar Pengusaha

Omnibus law adalah melakukan penyederhanaan, pemangkasan dari sekian banyak peraturan perundang-undangan yang ada saat ini dan mengatur ulang beberapa ketentuan dalam undang-undang...

Bea Serendy Ajak Generasi muda Peduli Pantai di Peringatan Hari Sumpah Pemuda

YOGYAKARTA - Satu nusa jadi isi pertama pada Sumpah Pemuda, dimaknai Bea Serendy dengan peduli pada pantai. Penyanyi lagu U Give Me...

KPU Padang Pariaman Gelar Penyegaran Komitmen Profesionalitas Dan Integritas PPK

Padang Pariaman, beritasumbar.com,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Padang Pariaman melakukan kegiatan penyegaran komitmen profesionalitas, dan integritas kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)...

Geger Penemuan Mayat Didasar Jurang kelok 9

Limapuluh Kota, Minggu Sore kelok Sembilan Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota digegerkan dengan ditemukan seseorang yang jatuh ke jurang. 
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Polres Limapuluh Kota Berhasil Mengamankan Dua Tersangka yang Miliki 135 Paket Besar Ganja

Limapuluh Kota, www.beritasumbar.com - Kepolisian Resor (Polres) Limapuluh Kota berhasil mengamankan dua tersangka penyalahgunaan narkotika berinisial RS dan YFA yang miliki 135...

Pam Tigo Payakumbuh Akan Berlakukan Sistem Zonasi Untuk Tingkatkan Kekuatan Air

Payakumbuh BeritaSumbar - Perusahaan Air Minum Tirta Sago (Pam Tigo) Kota Payakumbuh akan melakukan sistem zonasi dalam pendistribusian agar dapat meningkatkan kekuatan...

Warganya Lahirkan Bayi Tak Normal, Camat Payakumbuh Timur Serahkan Bantuan Spontan ASN Kantor Camat

Payakumbuh, - Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Begitu pepatah yang mungkin mewakili perasaan Depi Andriani (41), warga Kelurahan Kotobaru...

Kasi Ops Dishub Payakumbuh Sambut Kadisnya Yang Baru Dilantik

Payakumbuh - Selamat bergabung Di Dishub Bapak Kadis, itulah ucapan seorang Roker Andi Malaway saat membawakan sebuah lagu untuk menghibur Kepala Dinas...
- Advertisement -