31 C
Padang
Senin, Desember 6, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Darurat Asap Beracun PLTU Ombilin
D

Kategori -
- Advertisement -

Padang,BertiaSumbar.com,PLTU Ombilin merupakan salahsatu PLTU Mulut Tambang tertua dengan kapasitas pembangkit 2x100MW. Sejak beroperasi pada tahun 1996, PLTU initelah mengalami beberapakali masalah pada filter udara,hingga kebocoran limbah FABA kesungai
Batang Ombilin yang menyebabkan PLN Ombilin diganjar Propen Hitam.

Namun kali ini kerusakan yang terjadi telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Sejak Juni 2018, PLTU Ombilin telah mengalami kerusakan filter (penyaring) udara pada cerobong
tempat saluran akhir pembuangan limbah abu terbang(flyash).Masyarakat sudah mengeluhkan hal ini dan meminta agar operasional PLTU diberhentikan hingga perbaikan selesai dilaksanakan.

Namun permintaan tersebut tidak direspon secara serius oleh Manajemen PLTU,hingga akhirnya masyarakatDesa Sijantang Koto melakukan aksi demonstrasi pada Mei 2019.
Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara ambien diDesa Sijantang Koto, Kecamatan Talawi pada 1minggu terakhir menunjukan peningkatan partikel mikron (PM)2,5 yang signifikan, bahkan kondisi ini sudah mengarah pada situasi berbahaya dan tidak layak untuk dihirup oleh makhluk hidup,kondisi ini sudah terjadi sejak Senin/17 Juni pukul 21.00WIB dimana partikel PM 2,5 yang lepas keudara mencapai angka 315µg/M3, lalu kondisi tersebut konsisten hingga Selasa dinihari, lalu pada Rabu dini hari angkanya mulai naik hingga 372µg/M3 dan puncaknya terjadi pada Kamis(20Juni) malam  pukul 20.00 yang menyentuh angka 423µg/M3.

Kondisi ini 4 kali lipat melebihi parametermaksimalyang ditetapkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.15 tahun 2019 tentang Baku Mutu Emisi Pembangkit Listrik Tenaga Termal,yakni 100 µg/M3 untuk PLTU yang dibangun sebelum Permen ini diberlakukan.

Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat
yang tinggal disekitar PLTU Ombilin. Berdasarkan data BPS,dalam 3 tahun terakhir
terjadi peningkatan jumlah penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) di
kecamatan Talawi. Pada 2015 angka penderita ISPA berjumlah 4.914 dan 2016 angka
tersebut naik mencapai 5.038, kondisi yang sama juga terjadi disiswa-siswi SDN 19
Sijantang, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan paru yang diselenggarakan oleh
PLN bekerjasama dengan IDI Kota Sawahlunto pada 2017,diketahui bahwa dari sekitar
50 orang murid kelas 3 dan 4 yang dilakukan pemeriksaan,76% diantaranya telah
mengalami penurunan fungsi paru, serta mengalami brongkitis kronis dan TB Paru.

PLTU Ombilin tidak mengindahkan Sanksi KLHK

Sebelumnya pada 28 Agustus 2018, Kementrian LHK telah menerbitkan Keputusan No.
5550/Menlhk-PHLHK/PPSA/GKM.0/8/2018 tentang Penerapan Sanksi Administratif
Paksaan Pemerintah kepada PT.PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan Sektor
Ombilin yang didalamnya juga menyinggung terkait pelanggaran yang dilakukan oleh
PLTU Ombilin terkait pencemaran udara, serta pengelolan limbah B3 berupa Flyash dan
Bottom Ash(FABA). Namun hingga saat ini paksaan pemerintah terkait perbaikan
cerobong emisi, serta perbaikan fungsi lingkungan pada lokasi tempat penimbunan
sementara FABA yang berlokasi dekat dengan pemukiman masyarakat.

Tindakan PLTU Ombilin yang tidak melaksanakan sepenuhnya paksaan pemerintah
sebagaimana sanksi Kementerian LHK tersebut dapat dipandang sebagai bentuk
pembangkangan terhadap hukum, terlebih kelalaian ini juga berdampak fatal terhadap
kondisi lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu kami mendesak untuk:
1. Agar PLTU Ombilin menghentikan segera operasional pembangkit listrik tenaga
uap sektor Ombilin hingga proses perbaikan selesai;
2.Meminta KLHK untuk mengambil langkah tegas berupa penegakan hukum
pidana lingkungan
: serta
3.Meminta Kementrian ESDM untuk segera melakukan evaluasi pelaksanaan
operasional PLTU Ombilin yang dinilai telah berdampak terhadap kesehatan
masyarakat dan Lingkungan.

 

Siaran Pers LBH Padang
Nomor:10/S.Pers/LBH-Pdg/VI/2019
Informasi Lebih Lanjut:
Diki Rafiqi-Manajemen Pengetahuan
No:082285877911
Email:dikirafiqi@gmail.com

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img