27.5 C
Padang
Friday, November 27, 2020
Beritasumbar.com

Bupati Ali Mukhni Kembali Raih Penghargaan Pembina Proklim
B

Padang Pariaman, beritasumbar.com,-Bupati Padang Pariaman Drs. H. Ali Mukhni menerima penghargaan Pembina Proklim 2019, penghargaan tersebut di serahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya kepada orang nomor satu di Padang Pariaman itu,Rabu (2/10). Penghargaan itu atas upaya Bupati Ali Mukhni menjadi pembina Program Kampung Iklim (Proklim).

Penghargaan diraih setelah Kabupaten Padang Pariaman dinilai oleh tim penilai dari Kementrian Lingkungan Hidup RI bulan September lalu.

“Atas nama Pemkab Padang Pariaman saya menyamaikan rasa senang dan bangganya kepada masyakat yang telah mendukung pelaksanaan Proklim di Kabupaten Padng Pariaman, salah satunya Kelompok Wanita Tani (KWT) Mama Ceria Nagari Pakandangan yang berhasil masuk dalam tahap penilaian tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ungkap Bupati Padang Pariaman H Ali Mukhni, setelah menerima penghargaan.

Penerapan proklim, katanya lebih lanjut, digencarkan di sejumlah wilayah kecamatan dan nagari untuk meminimalisir dampak pemanasan global. “Kita melakukan berbagai upaya motivasi dengan melibatkan semua unsur masyarakat, bahkan kita juga menggandeng semua lapisan masyarakat karena pentingnya program kampung iklim,” ujarnya.

Di beberapa jorong dan nagari katanya, telah melakukan penanaman berbagai jenis tanaman bersama masyarakat dan kelompok tani wanita. Ia memotivasi semua lapisan masyarakat dengan menanam pohon bernili ekonomis, seperti bibit durian, sehingga warga termotivasi untuk memeliharanya secara berkesinambungan. Sebab katanya, proklim adalah tumpuan harapan dalam meminimalisir dampak perubahan iklim dan pemanasan global. Maka dari itu pemkab Padang Pariaman bersama masyarakat, yang aktif ikut mensukseskan program mengatasi pemanasan global perlu terus menerus digelorakan.

“Sehingga masyarakat semakin aktif peduli dalam pengendalian perubahan iklim melalui aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Kita perlu terus mendorong peran masyarakat dan semua pihak untuk berkontribusi dalam mengurangi emisi GRK, meningkatkan kapasitas adaptasi dalam menghadapi bencana terkait iklim yang sering terjadi,” katanya menjelaskan.

Dikatakan tujuan utama dari pembentukan kampung iklim adalah mendorong masyarakat untuk melakukan adaptasi dan mengambil langkah mitigasi terhadap berbagai dampak perubahan iklim di lingkungan masing-masing.

Langkah adaptasi dan mitigasi yang dilakukan masyarakat, tidak harus berupa gerakan besar tetapi bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana namun mampu menumbuhkan kesadaran bersama di tengah masyarakat untuk menjaga lingkungan.

“Selain itu, penghematan energi, seperti energi listrik juga menjadi bagian dari upaya yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi efek rumah kaca dan pemanasan global,” hematnya mengakhiri. (bus/rel)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Peduli Terhadap Lintau, H suherman TRD Buka Akses Jalan Tepi Selo – Unggan Sumpur Kudus

Tanah Datar,BeritaSumbar.com,-Meski bukan tercatat sebagai seorang pasangan calon bupati atau gubernur tidak menyurutkan langkah dan niat baik H Suherman untuk berbakti terhadap...

Irfendi Arbi Terima Penghargaan Achievement Motivation Person

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi terus menorehkan prestasi luar biasa di penghujung masa jabatannya.  Kali ini Irfendi sukses meraih penghargaan...

Ketum LPPKI Azwar Siri Dipercaya Sebagai Team Seleksi Calon Anggota BPSK Sumbar

Padang,BeritaSumbar.com,- Seleksi tertulis dan wawancara calon anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Provinsi Sumatra Barat dari unsur pemerintah yang dilaksanakan di Aula...

Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Bantu Kerugian Penabrak Mobil Dinas Yang Sedang Parkir

Tanah Datar,BeritaSumbar.com,-Malang tak dapek ditulak pepatah itu sering dilantunkan oleh masyarakat Minangkabau Sumatera Barat umumnya. Beberapa waktu yang lalu,...

Militer Ottoman Mulai Memakai Meriam pada 1420-an

Perkembangan militer yang paling penting selama periode bangkitnya Kerajaan Ottoman adalah pengenalan meriam dan senjata api lainnya. Senjata-senjata ini digunakan di Eropa Barat selama...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

LIMAPIA Datangi Kantor DPRD Padang Pariaman

Padang Pariaman,BeritaSumbar.com,- Selasa 24/11 siang Mahasiswa yang tergabung dalam Lingkaran Mahasiswa Piaman (LIMAPIA) datangi gedung perwakilan rakyat Kabupaten Padang Pariaman. Kedatangan calon...

SMP Muhammadiyah 6 Padang Ukir Prestasi Lewat Pembinaan Bakat Siswa

Keberadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 6 Padang termasuk salah satu sekolah yang diperhitungkan di Sumatera Barat, karena prestasi yang diraih oleh para siswanya di berbagai ajang perlombaan. Selain membekali dengan ilmu agama, sekolah ini juga membina dan menyalurkan bakat dan keterampilan para siswanya.

Temukan Pungli Di Padang Panjang, Segera Lapor Ke Rumah Aspirasi

Padang Panjang, beritasumbar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Dwi Indrayati, SH, MH melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Minang...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

Bappeda Sumbar Gelar FGD di Payakumbuh Timur untuk Susun Profil Daerah Irigasi Batang Agam

Payakumbuh, BeritaSumbar - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat menggelar fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan profil sosial ekonomi teknik...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

BKAN Melanjutkan Sosialisasi Program Kepada Karang Taruna Dan Kesatuan Mahasiswa Ulakan Tapakis

Padang Pariaman, BeritaSumbar.com,- Badan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Kecamatan Ulakan Tapakis kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat, kembali menggelar Pertemuan dan Sosialisasi...

Meski Defisit Anggaran, Payakumbuh Tetap Alokasikan Insentif Guru Mengaji-Tahfiz

Payakumbuh, beritasumbar.com- Meski mengalami defisit anggaran pada 2021 karena adanya pemotongan akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan tetap menganggarkan intensif bagi...

Tingkat Pelayanan Kesehatan Di Payakumbuh Empat kali Jumlah Penduduk

Payakumbuh, beritasumbar.com -Tingkat pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh melebihi jumlah penduduk, bahkan angkanya mencapai empat kali lipat dari jumlah penduduk 138.000 jiwa,...
- Advertisement -