Padang,BeritaSumbar.com,-Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indoensia (BP3TKI) Padang adalah lembaga pemerintah yang memberikan pelayanan terkait penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia baik sebelum, saat dan setelah bekerja di luar negeri. Salah satu tugasnya adalah memberitahukan informasi lowongan pekerjaan di luar negeri yang aman dan sesuai peraturan yang kepada masyarakat.

Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indoensia (BP3TKI) Padang menyebarluaskan informasi peluang kerja luar negeri langsung kepada ratusan pencari kerja pada hari Rabu, 17 Juli 2019. Para pencari kerja ini mengunjungi stand BP3TKI Padang pada kegiatan Job Fair yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat yang berada di Jalan Ujung Gurun, Kota Padang. Petugas BP3TKI Padang pun menjelaskan skema untuk bekerja ke luar negeri seusai dengan peraturan yang berlaku.

“Terdapat lima skema penempatan ke luar negeri yang diakui oleh undang-undang. Mulai dari Program G to G (pemerintah dengan Pemerintah), Program G to P (pemerintah dnegan Swasta), Porgam P to P (Private to Private), Program Inter Coorporate atau Untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri dan juga Skema Mandiri. Namun, masih banyak yang belum familiar dengan program ini, informasi inilah yang BP3TKI Padang sebarluaskan”, Ujar Kepala Seksi Penyiapan BP3TKI Padang, James Lumban Gaol.

Program G to G (Goverment To Goverment) adalah program kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara tujuan yang dalam hal ini adalah pemerintah Jepang dan Korea. Untuk penempatan ke negara Jepang yang lebih dibutuhkan untuk tenaga kesehatan dalam hal ini adalah perawat dengan jabatan sebagai Nurse atau Careworker.

Sedangkan untuk penempatan negara Korea, terdapat banyak sektor yang ditawarkan baik itu manufaktur, perikanan, kontruksi, maupun pertanian. Peluang kerja ini tebuka setiap tahunnya dan dapat diakses melalui web www.g2g.bnp2tki.go.id

Program P to P (Private to Private) adalah penempatan dengan menggunakan pihak agensi. Hingga saat ini, perekturtan dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) masih membuka rekrutment untuk penempatan ke negara Malaysia. Terdapat sebanyak 17 P3MI yang masih aktif dan merekturt di Sumatera Barat. Salah satunya merupakan PT Pusat yakni Andalan Mitra Prestasi sedangkan lainnya merupakan perusahaan cabang yang kegiatannya diawasi dan dibina oleh BP3TKI Padang.

“Sebagaian besar pengunjung awalnya masih beranggapan bahwa bekerja ke luar negeri bekerja untuk sektor informal seperti sebagai pelaksana rumah tangga. Padahal Pemerintah Sumatera Barat sendiri sudah menetapkan untuk tidak mengirimkan tenaga kerja non terampil ke luar negeri. Sehingga peluang kerja ke Luar Negeri di Sumatera Barat ini semunya formal, dengan jumlah peluang kerja terbanyak ke negera Malaysia, “ kata James.

Kegiatan Job Fari ini bertepatkan dengan akan dimulainya tahun ajaran baru di bidang pendidikan. Sehingga sangat tepat untuk para lulusan Sekolah Mengenah Kejuruan yang tidak melanjutkan ke bangku perguruan tinggi untuk mulai melamar pekerjaan.

“Kami berharap para alumni SMK yang masih baru lulus dan masih mencari kerja untuk dapat mencoba peluang kerja luar negeri yang tersedia. Lowongan pekerjaan di Sumatera Barat cukup terbatas, apalagi untuk segi manufaktur tak banyak perusahaan atau pabrik di sini. Sehingga memanfaatkan peluang kejra ini juga perlu dipilih dan menjadi alternatif dari pada menganggur”, ungkap James lebih lanjut.

Pencari kerja pun diharapkan dapat merubah paradigma dan pemikiran bahwa pekerjaan di luar negeri tidak aman dan hal negatif lainnya. BP3TKI Padang yang membantu penangan kasus mencatat bahwa kasus yang paling banyak dibantu enyelesaianya adlah permasalhan deportasi. Deportasi pun tidak dilakukan kepada pekerja migrna namun lebih banyak kepada warga negara Indoensia yang Overstay(WNI O). Di mana mereka kebanyakan bekerja ke luar negeri dengan visa kunjungan buka visa kerja. Pad atahun 2018 lalu, BP3TKI Padang mencatat sebanyak 17 kasus deportasi, dan 37 kasus lainnya. Mulai dari pemulangan jenazah,  WNI sakit, Penimpuan, TKI gagal medichal Chek up dan sebaninya.

Pada acara Job Fair yang dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno S.Psi., M.Sc. para pencari kerja diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan di pameran kerja ini untuk menemukan pekerjaan sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Komptenesi dari individu pun menjadi hal yang perlu ditingkatkan oleh pencari kerja di Sumatera Barat agar dapat memiliki nilai lebih dimata perusahaan yang akan memperkerjakan. (Humas/bp3tkipdg/dba)

 

Untuk Informasi Lebih Lanjut dapat Menghubungi

Dewi Alawiyah- Pengantar Kerja BP3TKI Padang  (0852 954 88855)

Dina Maryani – Staf Seksi Kelembagaan (0823 8201 3277)

atau email ke bp3tki.padang@gmail.com

loading...