24 C
Padang
Sabtu, Januari 23, 2021
Beritasumbar.com

Beli Handphone Dengan Uang Palsu, 2 Pria Ini Diringkus Polisi
B

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Dua pria dari luar Sumbar ini terbilang nekad lakukan aksi mengedarkan uang palsu dengan modus belanja telepon seluler. Kedua pria tersebut masing-masing Muhammad Ali (24) warga Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu dan Al Alief (32) warga Empat Lawang, Propinsi Sumatera Selatan nekad mengedarkan uang palsu di Kota Payakumbuh, Sumbar. Bahkan jumlah uang palsu yang diedarkan tersebut, tak main-main, mencapai puluhan juta rupiah.
Aksi kejahatan kedua akhirnya terbongkar. Ali dan Alief berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Payakumbuh pada Minggu (26/7) dilokasi yang berbeda. Muhammad Ali ditangkap di Padang Panjang sedangkan Alief ditangkap di Kota Solok. “Kedua tersangka tidak hanya mengedarkan saja melainkan ikut membuat uang palsu,” terang Ajun Komisaris Besar Polisi Dony Setiawan Kepala Polisi Resor Payakumbuh saat melakukan konferensi pers pada Senin (27/7) siang.
Diterangkan AKBP Dony, modus kedua tersangka untuk mengedarkan uang palsu tersebut terbilang lihai. Keduanya mencampurkan uang asli dengan uang palsu sebelum disebar. “Uang palsu digunakan tersangka untuk membeli ponsel dalam jumlah banyak. Kemudian, ponsel tersebut dibayar dengan campuran uang asli dan uang palsu,” ungkap Kapolres.
Diterangkan AKBP Dony Setiawan, kronologis berawal ketika kedua tersangka mendatangi salah satu konter ponsel di jalan Tan Malaka, Lamposi dengan sepeda motor. Sesampai di konter tersebut, kedua tersangka membeli 5 unit ponsel senilai Rp 17juta. “Saat membayar, kedua tersangka mengelabui kasir konter handphone dengan mencampur uang asli dengan uang palsu. Yakni dengan cara meletakkan uang asli dibagian atas dan uang palsu dibagian bawah,” kata Kapolres.

Kemudian, setelah transaksi selesai, kedua tersangka langsung meninggalkan konter tersebut dan pemilik konterpun tak menaruh curiga sedikitpun dengan aksi kedua pelaku. Ketika uang dicek kembali, ternyata uang diserahkan tersangka adalah palsu.
Dari Rp 17 juta uang yang dibayarkan tersebut, Rp 14 juta diantara adalah uang palsu pecahan Rp 50ribu dan Rp 100ribu. Sedangkan, 5 unit ponsel yang dibeli kedua tersangka dengan uang palsu tersebut yakni merek Iphone, Oppo dan Samsung. Akhirnya pemilik konter melapor hal tersebut ke Mapolres Payakumbuh.
Tak butuh waktu lama bagi polisi mengungkap aksi kejahatan kedua pelaku. Kurang dari 3 hari, Satreskrim Polres Payakumbuh berhasil menciduk kedua tersangka. Saat ditangkap, petugas juga menemukan barang bukti uang palsu yang masih disimpan tersangka sebesar Rp 11 juta.
“Ada Rp 25 juta uang palsu yang dicetak tersangka dengan printer. Rp 14 juta sudah dibelanjakan dan Rp 11 juta masih disimpan dan akan diedarkan oleh tersangka,” ungkap AKBP Doni Setiawan. Akibat kejahatannya, Ali dan Alief terancam hukuman 15 tahun penjara karena melanggar pasal 244 jo pasal 245 KUHP. Beranjak dari sana, AKBP Dony Setiawan meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada setiap melakukan transaksi keuangan secara tunai, terutama untuk mencek keaslian uang saat bertransaksi. “Kita minta masyarakat selalu hati-hati dan waspada. Apabila ada yang mencurigakan atau menemukan uang palsu saat bertransaksi harap lapor ke petugas kepolisian,” terang jebolan Akpol tersebut.
Kepada awak media pemilik dan karyawan counter handphone yang menjadi korban kepada awak media di Mapolres Payakumbuh menceritakan kronologis kejadian. Pelaku siangnya sudah datang ke toko dan bertanya tanya harga handphone. Tidak jadi belanja dan pergi begitu saja. Saat maghrib pelaku datang lagi dan lansung belanja. Kejadian pelaku belanja sekira jam 18.30 wib.
Saat pelayan lainnya lagi istirahat sholat maghrib pelaku lansung transaksi. Tak sampai hitungan menit pelaku bawa pergi 5 handphone dan tinggalkan uang 17 juta rupiah. Pegawai konter hp tersebut tidak curiga akan uang palsu. Beberapa menit usai transaksi, owner konter bertanya barusan transaksi apa dan sudah dihitung lagi uang yang ditinggal pembeli? lansung di jawab jual hp 5 buah dan uang belum dihitung. Saat dilihatkan uang tersebut, owner lansung kaget karena curiga uang tersebut palsu. Ketika di coba uji ternyata benar uang tersebut palsu. Malam itu juga lansung dilaporkan ke Polres Payakumbuh. Cerita pegawai toko hp tersebut. Alhasil dari derak cepat Jajaran Polres Payakumbuh dibantu Polres Kota Solok pelaku pada Minggu 26/7 berhasil di bekuk. Dan satu lagi di Kota Padang Panjang ditangkap.  (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Dua Orang Petugas Satuan Pengaman Sentra IKM Randang Dapat Penghargaan

Apel pagi di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh agak sedikit berbeda dari hari biasanya, dua orang petugas pengamanan dipanggil kedepan oleh kepala dinas secara khusus, Senin (18/1).
- Advertisement -

Donas Merilis Album The Best Song Volume 1 di Prima Founder Records

Kesuksesan seorang penyanyi tak lepas dari kemampuan seorang penulis lagu dalam mengkomposisi nada untuk lirik, agar dapat diterima oleh orang banyak. Seperti halnya dengan Rimawan Ardono AS yang biasa dipanggil Donas, Musisi Nasional asal Kota Yogyakarta, karya-karya lagunya telah mengantar kesuksesan bagi banyak penyanyi di Tanah Air.

Sekolah TK dan Paud Dimasa Pandemi, Ini Komentar Bunda Paud Payakumbuh

Guna memutus mata rantai penyebaran wabah Covid 19 dan aktifitas masyarakat bisa berjalan, Pemerintah telah membolehkan masyarakat beraktifitas dengan ketentuan tetap menjalani protokol kesehatan.
- Advertisement -

Pemerintah Kota Payakumbuh Ikuti Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PMA, PMDN dan UMKM seluruh Indonesia.

Menindaklanjuti surat Nomor 9/A.9/B.2/2021 dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Pemerintah Kota Payakumbuh mengikuti kegiatan secara Virtual Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Kemitraan antara Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) via Unique Link, Senin(18/1).

Polres Payakumbuh Rekonstruksi Pembunuhan Di Situjuah, 40 Adegan Diperagakan

Payakumbuh, beritasumbar.com - Polres Payakumbuh, Sumatera Barat melakukan rekonstruksi peristiwa pembunuhan di Jorong Bumbuang, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota yang terjadi saat hari H...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Kunjungi Maek, Anggota DPRD Sumbar Siap Bantu Proses Pemekaran Nagari

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Muhammad Ridwan kunjungi Nagari Maek, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (22/1). Kunjungan itu dalam rangka menjemput aspirasi masyarakat...

Hadir MPP Payakumbuh, PAM Tirta Sago Siap Maksimalkan Pelayanan Kepada Pelanggan

Payakumbuh, beritasumbar.com - Perumda Air Minum Tirta Sago (PAM Tigo) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat telah hadir di Mal Pelayanan Publik (MPP) daerah setempat sehingga...

Sekolah TK dan Paud Dimasa Pandemi, Ini Komentar Bunda Paud Payakumbuh

Guna memutus mata rantai penyebaran wabah Covid 19 dan aktifitas masyarakat bisa berjalan, Pemerintah telah membolehkan masyarakat beraktifitas dengan ketentuan tetap menjalani protokol kesehatan.

Dalam Prokes Sekdako Payakumbuh Ke Sekolah, Kunjungi Siswa Dari Keluarga Tak Mampu

Dalam sidak protokol kesehatan ke berapa sekolah yang dilakukan Sekretaris Daerah Rida Ananda, Rabu (20/1), terungkap laporan dari Kepala SMPN 4 Payakumbuh Mardiyus kalau ada siswanya yang tinggal di rumah tidak layak huni, memperihatinkan, sehingga Sekda tersentuh dan ingin melihat langsung kondisinya.

Antisipasi Penyebaran Covid-19 Pemko Payakumbuh Sidak Sekolah

Tingginya kasus positif covid-19 dilingkungan pendidikan beberapa hari terakhir ini, membuat Pemerintah Kota Payakumbuh mengambil langkah cepat dengan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk melihat keadaan sekolah dalam penerapan protokol kesehatan.

Polres Payakumbuh Aman Pria Pembuat-Pengedar Uang Palsu, Diedarkan 10 Lokasi

Payakumbuh, beritasumbar.com- Polres Payakumbuh, Sumatera Barat mengamankan seorang pria atas nama GUNTUR TRIMERLANDA (26) karena membuat dan mengedarkan uang palsu. Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira...

Segera ! Kota Payakumbuh Akan Miliki Cagar Budaya Yang Terlindungi Undang-Undang

Guna menjaga dan terlindungi ya cagar budaya kota Payakumbuh kedepannya, Pemerintah kota Payakumbuh melalui Dinas Pariwisata Kota Payakumbuh laksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang proses penetapan cagar budaya kota Payakumbuh serta sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.

Pemko Payakumbuh Ikuti Meeting Zoom Dengan Kemendagri

Menindaklanjuti Surat Edaran Mendagri Nomor 903/145/SJ TGL 12 Januari 2021 tentang percepatan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021 dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, Pemerintah Kota Payakumbuh mengikuti kegiatan Webbinar yang digelar melalui via zoom meeting, Rabu(20/1).

Sidak Ke Sekolah, Pemko Payakumbuh : Jangan Ada Rekayasa Prokes

Menindaklanjuti rapat evaluasi pelaksanaan sekolah tatap muka, Selasa, (19/1), lalu, banyak ditemukan pasien positif Covid-19 dari kalangan tenaga pendidik. Pemko Payakumbuh melakukan sidak protokol kesehatan ke sekolah-sekolah, Rabu (20/1).

Ingatkan Bekal Anak Ke Sekolah, Sekda Rida : Kita Harus Nyinyir Untuk Sekolah Tangguh

Sekretaris Daerah Rida Ananda tak segan menegur sekolah saat mengetahui banyak siswanya yang tidak sarapan pagi ataupun membawa bekal ke sekolah. Padahal, sudah ada kesepakatan bersama agar siswa dianjurkan sarapan di rumah atau membawa bekal saat sekolah tatap muka.
- Advertisement -