28 C
Padang
Senin, Juli 15, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

 BAHAYA PENYAKIT KANKER SERVIKS PADA MANUSIA
<

Kategori -
- Advertisement -

Penulis: Laura Silvia , Putri Febria Nengsih dan Shantrya Dhelly Susanty
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Fort de Kock Bukittinggi

Kanker serviks adalah kanker ataupun keganasan yang terjadi di leher rahim yang merupakan organ reproduksi perempuan yang merupakan pintu masuk ke arah vagina disebabkan oleh sebagian besar Human Papilloma Virus.

Kanker serviks atau yang lebih dikenal dengan kanker leher rahim adalah tumbuhnya sel – sel tidak normal pada rahim. Sel –sel yang tidak normal ini berubah menjadi kanker. Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang senggama (vagina) (Smart, 2010).

Salah satu penyebab utama yang sering kali dihubungkan dengan penyakit kanker serviks yaitu Human Papilloma Virus (HPV), dimana virus ini memiliki kemampuan untuk merangsang perubahan pada perilaku sel-sel epitel serviks. HPV tipe 16 dan tipe18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Kanker serviks juga lebih banyak ditemui pada wanita yang mempunyai faktor resiko. Faktor-faktor penyebab kanker serviks lainnya yaitu : usia, pendidikan, kekurangan zat besi, paritas, KB hormonal, merokok, berganti-ganti pasangan, seks muda.

Beberapa faktor resiko yang dapat mendukung timbulnya kanker serviks diantaranya yaitu umur. Hal ini disebabkan karena ketika wanita berumur 35 tahun letak epitel skuamocolummar junction yang sebelumnya berada pada serviks bagian luar menjadi didalam kanalis serviks uteri, dimana pertautan antara epitel ini cenderung mudah mengalami poliferasidan apabila tidak terkendali dapat menyebabkan dyplasia sel yang pada suatu saat dapat menuju kearah keganasan .

Penemuan kasus di Indonesia 2020 sampai 2021 ,Pada tahun 2020  bahwa penderita kanker serviks terbanyak berada pada kelompok usia >35 tahun sebanyak (86,36%), penderita dengan pendidikan rendah (tidak sekolah/SD/SMP) sebanyak (63,3%), kelompok paritas 2-4 dengan jumlah (68,8%), bekerja sebagai ibu rumah tangga(IRT) sebanyak (92,5%), riwayat merokok sebanyak (48,1%)sedangkan Pada data tahun 2021, menyimpulkan bahwa 94 persen pasien kanker serviks meninggal dalam waktu dua tahun .

Adapun cara kita untuk mencegah penyakit kanker serviks yaitu: Berhubungan Intim dengan Aman,Melakukan Screening Leher Rahim Secara Rutin,Vaksinasi HPV,Stop Kebiasaan Merokok,Menjaga Pola makanan yang sehat Dan Gaya hidup sehat.Cara terbaik pengobatan pada kanker serviks ini:yaitu Operasi,terapi radiasi, kemoterapi dan imunoterapi

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img