Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com – Pelaku usaha dan industri rumah tangga tenunan songket Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban mendapat edukasi dan pelatihan dari para akademisi Universitas Negeri Padang (UNP). UKM tenun songket Halaban dinilai berpotensi besar jika dikembangkan terhadap sektor ekonomi.

“Tenun songket asal Halaban ini sudah punya branding sendiri. Pasar juga sudah banyak melirik, meski masih terkategori baru jika dibandingkan dengan pelaku UKM sejenis. Kita berupaya bagaimana mengangkatnya bisa menjadi peluang ekonomi baru,” kata ketua pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat UNP, Efni Cerya, kepada wartawan, Senin 9 September 2019.

Dosen Fakultas Ekonomi (FE) UNP itu menambahkan, para pelaku tenun songket Halaban rata-rata memiliki keahlian khusus dalam menciptakan trend mode sesuai minat pasar. Hasil produksi songket Halaban pun kini telah dikenal pasar-pasar daerah hingga nasional.

Hanya saja, para pelaku usaha masih minim informasi terkait sistim marketing dan manajemen tata kelola keuangan. “Makanya, kita di UNP menjadikan para pelaku usaha songket Halaban sebagai mitra kegiatan. Tujuannya, edukasi sistim marketing dan majemen keuangan usaha dan rumah tangga,” sebut Efni didampingi Dosen FE UNP lainnya, Astri Yuza Sari.

Kegiatan pengabdian masyarakat para Dosen UNP, dikatakan, sudah berlangsung sejak Agustus hingga September 2019 ini. Edukasi dilakukan dalam bentuk kunjungan tatap muka hingga seminar terbatas. Para pelaku UKM Halaban yang rata-rata terdiri dari ibu rumah tangga sangat antusias mengikuti.

Pada Agustus lalu, tambah Efni, kegiatan pengabdian masyarakat yang juga bekerjasama dengan OJK dan Bank Syari’ah Mandiri tersebut lebih kepada kunjungan ke showroom pengrajin dan tempat usaha guna mendapatkan data kondisi awal mitra. Pada 2-3 September dilaksanakan in class di labor komputer MTsS Halaban. Pertemuan itu, turut dihadiri Kabid Pembinaan dan Pengawasan Disperindag Tenaker Limapuluh Kota, Zulfahmi. Selanjutnya, ketua pengabdian ini juga menyampaikan pada minggu depan kegiatan ini akan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan untuk menindaklanjuti kegiatan inclass yang telah diadakan.

Efni yang juga merupakan pendamping UKM dan Kepala Laboratorium Inkubator Bisnis FE UNP menyebut, pihaknya sempat berdialog dengan Dinas Perindag Tenaker, terkait upaya pengembangan usaha tenun songket Halaban. Pemkab memastikan pihaknya sudah melakukan upaya edukasi bagi UKM, mulai dari pelatihan pencelupan, penghanian, desain, diversifikasi, marendo dan sulam suji.
Disperindag Tenaker Limapuluh Kota juga menyatakan bahwa kegiatan yang masih belum terjamah adalah dalam hal manajemen keuangan dan marketing usaha. “Alhamdulillah, UNP lebih dulu ikut andil memfasilitasi. Pihak dinas juga berharap kerjasama Pemkab Limapuluh Kota dan UNP terus berlanjut, untuk mengatasi permasalahan UKM,” sebut Efni Ceria.

Wali Nagari Halaban Eka Rinaldi yang dikonfirmasi terpisah mengaku berterima kasih atas edukasi yang diberikan para akademisi UNP ke masyarakatnya, khusus para pengrajin tenun songket. “Tentunya kami bersyukur, dari banyak nagari di Limapuluh Kota nagari kami menjadi objek pembinaan dari UNP. Mudah-mudahan, kerjasama ini terus berlanjut sehingga nantinya Halaban bisa menjadi salah satu nagari binaan UNP,” harap Wali Nagari. (*)

Teks foto : Para Dosen UNP melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi kepada pelaku usaha tenun songket Nagari Halaban.(rel/aking)

loading...